PENERAPAN PROGRAM HARI BAHASA (ARABIC DAYS) DALAM BELAJAR BAHASA ARAB
Himmatul ulya M.F.
IAIN Tulungagung
e-mail : P.ariena@yahoo.co.id
ABSTRAK
Bahasa
Arab adalah tutur kata yang digunakan oleh bangsa di jazirah arab dan timur
tengah.Bahasa arab sangat penting bagi kehidupan seorang muslim dimanapun mereka
berada. Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam,
untuk itu pendidikan bahasa arab sangat dibutuhkan di negeri ini. Meskipun
demikian, tetapi pendidikan bahasa arab di indonesia dalam lembaga pendidikan
formal kurang mendapatkan porsi yang cukup. Di samping porsi jam pelajaran yang
kurang, lingkungan tempat belajar (sekolah) kurang mendukung terciptanya
suasana arab. Selain itu kompetensi guru, media belajar dan literatur yang
terbatas juga menjadikan bahasa arab semakin terpuruk eksistensinya dimata
siswa. Melihat realitas yang terjadi diatas Salah satu jalan keluar (problem
solving) dari masalah yang sudah akut ini adalah adanya pembenahan pelajaran
bahasa arab ditiap jenjang pendidikan. Kurikulum bahasa arab yang diberikan
pemerintah (dalam hal ini kementrian Agama RI ) terhadap tiap tingkat satuan
pendidikan jangan lagi hanya sekedar memberikan "kulit" dari esensi bahasa
arab itu sendiri. Pelajaran bahasa arab yang diberikan guru harus aplikatif
terhadap kehidupan siswanya, sehingga siswa mampu menggunakan bahasa tersebut
dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu,guru, kepala sekolah dan staf lainnya
harus membuat suatu program yang dapat mendukung proses belajar bahasa arab
siswa di luar jam pelajaran. Sebagai contoh sekolah bisa saja membuat program
hari bahasa arab (arabic days).
PENDAHULUAN
Manusia sejak ia
dilahirkan hingga berusia kurang lebih empat tahun belum dapat berbicara dengan
baik. Informasi bahasa yang ia dapatkan baik itu di keluarga atau di lingkungan
baru terekam dalam memori otak saja, belum sampai pada output yang sempurna, meskipun
ia berkeinginan menyampaikannya secara lugas dan matang,tetapi ia belum mampu
melakukannya. Inilah kenyataan hidup manusia. Ia baru mampu mengucapkan sesuatu
yang ada dalam memori otaknya dengan baik jika telah berusia di atas lima
tahun.
Namun tidak dapat
dipungkiri,bahwa pada saat kita kecil informasi-informasi kebahasaan (
baca:kosa kata ) yang kita peroleh dari orang orang di sekitar kita seperti
ayah ,ibu dan semua orang yang berhubungan dengan kita dapat terekam dengan cepat dan menyeluruh dalam
ingatan kita. Informasi inilah yang kemudian dapat menjadi karakter kebahasaan
seseorang
Sebagai contoh seorang
anak kecil yang berasal dari Indonesia , ketika ia tinggal dalam keluarga dan
lingkungan yang disana menggunakan bahasa arab, maka bahasa yang ia kenal dan
ia pakai disaat dewasa nanti adalah bahasa arab. Kenapa demikian?
Dan apakah kita yang
berasal dari Indonesia dan berada dalam lingkungan tempat tinggal Indonesia
dapat berbahasa arab dengan baik sebagaimana anak kecil tadi? Dan apakah ketika
bahasa arab tersebut dipelajari dalam suatu lembaga pendidikan mampu membuat
karakter peserta didiknya seperti anak kecil tadi?
Dan apakah ketika
bahasa arab tersebut dipelajari dalam suatu lembaga pendidikan mampu membuat
karakter peserta didiknya seperti anak kecil yang dapat berbicara bahasa arab
dengan baik? Bagaimana lembaga pendidikan yang mengajarkan bahasa arab mampu
membuat peserta didiknya berada dalam didikan dan pengajaran langsung
seperti nuansa arab?
Di sinilah letak pokok
permasalahan yang akan kita bahas lebih mendalam. Karena selama ini bahasa arab
bagi kebanyakan pelajar atau mahasiswa merupakan pelajaran yang
menakutkan,sulit dan membingungkan untuk dipelajari. Jika image bahasa arab
sedemikian "menyeramkan" bagaimana mungkin bahasa arab mampu menjadi
bahasa yang dikuasai oleh mereka.
PEMBAHASAN
A. Pengertian bahasa Arab
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh
para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan
mengidentifikasikan diri, percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang
baik, sopan santun,
baik budinya, menunjukkan
bangsa, budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat
seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan).
[Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1997, hlm:77]
[Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1997, hlm:77]
Arab adalah nama bangsa di Jazirah Arab dan timur
tengah. [Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1997, hlm:62]
Jadi
dapat kami ambil kesimpulan bahwa Bahasa Arab adalah tutur kata yang digunakan
oleh bangsa di jazirah arab dan timur tengah.
B. Pentingnya Bahasa Arab
Bertapa pentingnya bahasa
Arab bagi manusia kiranya tidak perlu diragukan lagi. Hal itu dapat dibuktikan
dengan menunjukan pemakaian bahasa dalam segi sehari-hari, lebih-lebih bahasa
arab yang selalu kita pakai dalam melaksanankan ibadah, seperti halnya sholat
jika kita mengetaui arti dari apa yang kita ucapkan juga akan menambah kekhusukan dalam sholat, haji jika kita paham dengan bahasa
arab kita juga akan mudah berkomunikasi dengan orang arab ketika melaksanakan ibadah haji.
Selain itu dalam bahasa
arab memiliki tata bahasa yang sangat sulit sehingga banyak pakar ilmuan
membahas tentang tata bahasa arab
yang bertujuan tuntuk lebih memudahkan kita dalam mendalami pemahaman Alqur’an
dan hadis yang kesemuanya memakai bahasa arab, Al-qur’an dan hadis merupakan
sumber hukum yang paten sehingga kita dituntut untuk memami bahasa arab.
Seperti sabda nabi :
قال رسول الله صلى الله
عليه وسلم :تركت فيكم شيئين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله و سنة رسوله
” Aku tinggalkan
untukmu semua, dua perkara jika kalian semua berpegang teguh dengannya maka
kamu semua tidak akan sesat yaitu Al-Qur’an dan Hadits”. [Rohman Jalaluddin
Abdul, 2004, hlm:130]
C.
Realita saat ini
Dengan
diketahuinya bahwa bahasa arab sangatlah penting dalam kehidupan seorang
muslim, maka Pendidikan bahasa Arab sangat dibutuhkan di Indonesia.
Di negeri yang mayoritas penduduknya muslim
ini masih sangat sedikit lembaga
pedidikan yang mengajarkan bahasa Arab dibandingkan dengan bahasa asing
lainnya. Pendidikan bahasa arab di indonesia di lembaga pendidikan formal baik
Madrasah Ibtidaiyyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs.) atau Madrasah Aliyah (MA)
dan bahkan di perguruan tinggi kurang mendapatkan porsi yang cukup. Di samping
porsi jam pelajaran yang kurang, lingkungan tempat belajar (sekolah) kurang
mendukung terciptanya suasana arab.Selain itu kompetensi guru, media belajar
dan literatur yang terbatas juga menjadikan bahasa arab semakin terpuruk
eksistensinya dimata siswa.dari segi kualitas keberhasilan pengajaran bahasa
arab di lembaga pendidikan ,pelajaran bahasa arab masih tertinggal jauh jika
dibandingkan dengan pelajaran lain.Bagi kebanyakan pelajar bahasa arab
beranggapan bahwa pelajaran Bahasa arab itu adalah momok, menakutkan, sulit dan membingungkan untuk di
pelajari. Doktrin inilah yang menjadikan pelajaran bahasa arab tidak disukai
dan tidak diminati oleh sebagian besar pelajar. Jika dengan pelajarannya saja
tidak suka , bagaimana dia akan mempunyai keinginan untuk mempelajarinya dan
jika ia tidak ada kemauan untuk mempelajarinya , bagaimana ia dapat menguasai
pelajaran tersebut.
D.
Arabic days sebagai metode yang terpilih
Melihat realitas yang terjadi diatas Salah satu jalan keluar (problem
solving) dari masalah yang sudah akut ini adalah adanya pembenahan pelajaran
bahasa arab ditiap jenjang pendidikan. Kurikulum bahasa arab yang diberikan
pemerintah (dalam hal ini kementrian Agama RI ) terhadap tiap tingkat satuan
pendidikan jangan lagi hanya sekedar memberikan "kulit" dari esensi
bahasa arab itu sendiri. Pelajaran bahasa arab yang diberikan guru harus
aplikatif terhadap kehidupan siswanya, sehingga siswa mampu menggunakan bahasa
tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu,guru, kepala sekolah dan staf
lainnya harus membuat suatu program yang dapat mendukung proses belajar bahasa
arab siswa di luar jam pelajaran. Sebagai contoh sekolah bisa saja membuat
program hari bahasa arab (arabic days). Hal ini sesuai denganPendapat Ibnu
Jinny yang mengatakan bahwa "bahasa adalah adat dan diucapkan secara
berulang-ulang". Karena antara bahasa dan adat suatu bangsa tidak dapat
dipisahkan. Dan jika bahasa itu merupakan suatu adat maka bahasa tersebut
sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan seseorang di mana ia berinteraksi
dengan lingkungannya.program ini dapat diterapkan dengan membuat ketetapan
bahwa Tiga hari atau berapa hari dalam satu minggu siswa diwajibkan
berkomunikasi dengan menggunakan bahasa arab agar mereka terbiasa mengucapkan
dan mendengar kata kata bahasa arab.hal ini tentu akan sangat membantu dalam
meningkatkan kemampuan siswa dalam
berbahasa arab. Jika saja dalam penerapan program ini ada pelajar atau
siswa yang melanggar (tidak menggunakan bahasa arab)di hari yang telah di
tetapkan ,maka pihak sekolah dapat memberikan hukuman atau sanksi yang bersifat
mendidik. Misalnya dengan menyuruhnya menghafal mufrodat(kosa kata bahasa
arab). Di samping itu untuk sarana pendukung program tersebut sekolah harus
membuat tulisan-tulisan bahasa arab yang ditempel pada benda-benda disekitar
yang tujuannya sebagai pemandu bagi siswa dalam berkomunikasi
Jika program hari bahasa ini berjalan maka setahap demi setahap akan timbul kebiasaan (adat), meskipun pada tahap awal struktur bahasa arab yang dipakai oleh siswa/i akan bercampur baur dengan bahasa ibu (lughotul Umm)dan terdapat banyak kesalahan dalam hal strukturnya,namun itu merupakan awal yang baik, Pada tahap ini, seorang guru jangan terlebih dahulu memberikan teguran atau sanksi atau secara langsung mengkoreksi kesalahan siswa tersebut. Biarkan siswa mengekspresikan bahasa arab sesuai dengan kehendaknya. Baru pada Tahap kedua, guru memberikan stimulus kepada siswa, dengan berbentuk lagu-lagu bahasa arab atau syair-syair arab. Namun jangan terlebih dahulu memberikan terjemahannya secara gamblang, berikan intinya saja. Hal ini perlu dilakukan agar siswa tidak merasa jenuh dan secara psikologis mampu membangkitkan semangat siswa untuk mempelajari bahasa arab. Tahap ketiga, guru mulai memperhatikan grammer tata bahasa yang diucapkan dalam komunikasi siswa, dan dapat secara langsung mengkoreksi bahasa tersebut.
Secara berkala, tahap demi tahap guru harus memberikan ungkapan baru untuk siswa, dan ungkapan tersebut harus sesuai dengan kebudayaan arab, bukan ungkapan yang dipaksakan melalui tejemahan dari bahasa indonesia ke bahasa arab.jika penerapan program arabic days ini dapat berlangsung denganbaik ,maka secara tidak sadar para siswa yang dulu menganggap bahasa arab sebagai bahasa yang sulit,menyeramkan dan membingungkan akan berubah fikiran. Dengan setiap hari berbicara dengan bahasa arab ia akan terbiasa dan akhirnya akan mencintai bahasa arab sehingga ia akan lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa Arab.
Jika program hari bahasa ini berjalan maka setahap demi setahap akan timbul kebiasaan (adat), meskipun pada tahap awal struktur bahasa arab yang dipakai oleh siswa/i akan bercampur baur dengan bahasa ibu (lughotul Umm)dan terdapat banyak kesalahan dalam hal strukturnya,namun itu merupakan awal yang baik, Pada tahap ini, seorang guru jangan terlebih dahulu memberikan teguran atau sanksi atau secara langsung mengkoreksi kesalahan siswa tersebut. Biarkan siswa mengekspresikan bahasa arab sesuai dengan kehendaknya. Baru pada Tahap kedua, guru memberikan stimulus kepada siswa, dengan berbentuk lagu-lagu bahasa arab atau syair-syair arab. Namun jangan terlebih dahulu memberikan terjemahannya secara gamblang, berikan intinya saja. Hal ini perlu dilakukan agar siswa tidak merasa jenuh dan secara psikologis mampu membangkitkan semangat siswa untuk mempelajari bahasa arab. Tahap ketiga, guru mulai memperhatikan grammer tata bahasa yang diucapkan dalam komunikasi siswa, dan dapat secara langsung mengkoreksi bahasa tersebut.
Secara berkala, tahap demi tahap guru harus memberikan ungkapan baru untuk siswa, dan ungkapan tersebut harus sesuai dengan kebudayaan arab, bukan ungkapan yang dipaksakan melalui tejemahan dari bahasa indonesia ke bahasa arab.jika penerapan program arabic days ini dapat berlangsung denganbaik ,maka secara tidak sadar para siswa yang dulu menganggap bahasa arab sebagai bahasa yang sulit,menyeramkan dan membingungkan akan berubah fikiran. Dengan setiap hari berbicara dengan bahasa arab ia akan terbiasa dan akhirnya akan mencintai bahasa arab sehingga ia akan lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa Arab.
SIMPULAN
Bahasa
Arab adalah tutur kata yang digunakan oleh bangsa di jazirah arab dan timur
tengah yang sangat penting bagi kehidupan seorang muslim dimanapun. Hal itu dapat dibuktikan
dengan menunjukan pemakaian bahasa dalam segi sehari-hari, lebih-lebih bahasa
arab yang selalu kita pakai dalam melaksanankan ibadah, seperti halnya sholat
jika kita mengetaui arti dari apa yang kita ucapkan juga akan menambah kekhusukan dalam sholat, haji jika kita paham dengan bahasa
arab kita juga akan mudah berkomunikasi dengan orang arab ketika melaksanakan ibadah haji.tetapi yangterjadidi indonesia adalah bahasa
arabdi jadikan momok dan menjadi pelajaran yang di benci oleh para siswa.untuk
itu haruslah di temkan metode yang bisa menghilangkan persepsi tersebut.Program arabic days adalah suatu yang sangat harus dilakukan oleh guru
dalam meningkatan kualitas pembelajaran bahasa arab. Hal ini dilakukan untuk
mengakomodasi kekurangan jam pelajaran bahasa arab di sekolah. Adapun
langkah-langkah yang perlu diperhatikan guru sebelum memulai program ini adalah
sbb:
1. Kepalasekolah, guru si dan monitoring
setiap bulannya, serta membuat grafik kemajuan siswa dalam berbahasa arab.
2. Para siswa harus berusaha untuk menerapkan program Arabic daysdenganbaik.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar