Senin, 29 Desember 2014

artikel : Himmatul ulya M.F.



PENERAPAN PROGRAM HARI BAHASA (ARABIC DAYS) DALAM BELAJAR BAHASA ARAB
Himmatul ulya M.F.
IAIN Tulungagung


ABSTRAK
Bahasa Arab adalah tutur kata yang digunakan oleh bangsa di jazirah arab dan timur tengah.Bahasa arab sangat penting bagi kehidupan seorang muslim dimanapun mereka berada. Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam, untuk itu pendidikan bahasa arab sangat dibutuhkan di negeri ini. Meskipun demikian, tetapi pendidikan bahasa arab di indonesia dalam lembaga pendidikan formal kurang mendapatkan porsi yang cukup. Di samping porsi jam pelajaran yang kurang, lingkungan tempat belajar (sekolah) kurang mendukung terciptanya suasana arab. Selain itu kompetensi guru, media belajar dan literatur yang terbatas juga menjadikan bahasa arab semakin terpuruk eksistensinya dimata siswa. Melihat realitas yang terjadi diatas Salah satu jalan keluar (problem solving) dari masalah yang sudah akut ini adalah adanya pembenahan pelajaran bahasa arab ditiap jenjang pendidikan. Kurikulum bahasa arab yang diberikan pemerintah (dalam hal ini kementrian Agama RI ) terhadap tiap tingkat satuan pendidikan jangan lagi hanya sekedar memberikan "kulit" dari esensi bahasa arab itu sendiri. Pelajaran bahasa arab yang diberikan guru harus aplikatif terhadap kehidupan siswanya, sehingga siswa mampu menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu,guru, kepala sekolah dan staf lainnya harus membuat suatu program yang dapat mendukung proses belajar bahasa arab siswa di luar jam pelajaran. Sebagai contoh sekolah bisa saja membuat program hari bahasa arab (arabic days).

Kata kunci :pengertian bahasa arab, pentingnya bahasa arab , Arabic days

PENDAHULUAN
Manusia sejak ia dilahirkan hingga berusia kurang lebih empat tahun belum dapat berbicara dengan baik. Informasi bahasa yang ia dapatkan baik itu di keluarga atau di lingkungan baru terekam dalam memori otak saja, belum sampai pada output yang sempurna, meskipun ia berkeinginan menyampaikannya secara lugas dan matang,tetapi ia belum mampu melakukannya. Inilah kenyataan hidup manusia. Ia baru mampu mengucapkan sesuatu yang ada dalam memori otaknya dengan baik jika telah berusia di atas lima tahun.
Namun tidak dapat dipungkiri,bahwa pada saat kita kecil informasi-informasi kebahasaan ( baca:kosa kata ) yang kita peroleh dari orang orang di sekitar kita seperti ayah ,ibu dan semua orang yang berhubungan dengan kita  dapat terekam dengan cepat dan menyeluruh dalam ingatan kita. Informasi inilah yang kemudian dapat menjadi karakter kebahasaan seseorang
Sebagai contoh seorang anak kecil yang berasal dari Indonesia , ketika ia tinggal dalam keluarga dan lingkungan yang disana menggunakan bahasa arab, maka bahasa yang ia kenal dan ia pakai disaat dewasa nanti adalah bahasa arab. Kenapa demikian?
Dan apakah kita yang berasal dari Indonesia dan berada dalam lingkungan tempat tinggal Indonesia dapat berbahasa arab dengan baik sebagaimana anak kecil tadi? Dan apakah ketika bahasa arab tersebut dipelajari dalam suatu lembaga pendidikan mampu membuat karakter peserta didiknya seperti anak kecil tadi?
Dan apakah ketika bahasa arab tersebut dipelajari dalam suatu lembaga pendidikan mampu membuat karakter peserta didiknya seperti anak kecil yang dapat berbicara bahasa arab dengan baik? Bagaimana lembaga pendidikan yang mengajarkan bahasa arab mampu membuat peserta didiknya  berada dalam didikan dan pengajaran langsung seperti nuansa arab?
Di sinilah letak pokok permasalahan yang akan kita bahas lebih mendalam. Karena selama ini bahasa arab bagi kebanyakan pelajar atau mahasiswa merupakan pelajaran yang menakutkan,sulit dan membingungkan untuk dipelajari. Jika image bahasa arab sedemikian "menyeramkan" bagaimana mungkin bahasa arab mampu menjadi bahasa yang dikuasai oleh mereka.



PEMBAHASAN

A.      Pengertian bahasa Arab
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri, percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun,
baik budinya, menunjukkan bangsa, budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan).
[Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1997, hlm:77]
Arab adalah nama bangsa di Jazirah Arab dan timur tengah. [Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1997, hlm:62]
Jadi dapat kami ambil kesimpulan bahwa Bahasa Arab adalah tutur kata yang digunakan oleh bangsa di jazirah arab dan timur tengah.

B.     Pentingnya Bahasa Arab
Bertapa pentingnya bahasa Arab bagi manusia kiranya tidak perlu diragukan lagi. Hal itu dapat dibuktikan dengan menunjukan pemakaian bahasa dalam segi sehari-hari, lebih-lebih bahasa arab yang selalu kita pakai dalam melaksanankan ibadah, seperti halnya sholat jika kita mengetaui arti dari apa yang kita ucapkan juga akan menambah kekhusukan dalam sholat, haji jika kita paham dengan bahasa arab kita juga akan mudah berkomunikasi dengan orang arab ketika melaksanakan ibadah haji.
Selain itu dalam bahasa arab memiliki tata bahasa yang sangat sulit sehingga banyak pakar ilmuan membahas tentang tata bahasa arab yang bertujuan tuntuk lebih memudahkan kita dalam mendalami pemahaman Alqur’an dan hadis yang kesemuanya memakai bahasa arab, Al-qur’an dan hadis merupakan sumber hukum yang paten sehingga kita dituntut untuk memami bahasa arab. Seperti sabda nabi :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :تركت فيكم شيئين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله و سنة رسوله
” Aku tinggalkan untukmu semua, dua perkara jika kalian semua berpegang teguh dengannya maka kamu semua tidak akan sesat yaitu Al-Qur’an dan Hadits”. [Rohman Jalaluddin Abdul, 2004, hlm:130]

C.      Realita saat ini
Dengan diketahuinya bahwa bahasa arab sangatlah penting dalam kehidupan seorang muslim, maka Pendidikan bahasa Arab sangat dibutuhkan di Indonesia. Di negeri yang mayoritas penduduknya muslim  ini masih sangat sedikit  lembaga pedidikan yang mengajarkan bahasa Arab dibandingkan dengan bahasa asing lainnya. Pendidikan bahasa arab di indonesia di lembaga pendidikan formal baik Madrasah Ibtidaiyyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs.) atau Madrasah Aliyah (MA) dan bahkan di perguruan tinggi kurang mendapatkan porsi yang cukup. Di samping porsi jam pelajaran yang kurang, lingkungan tempat belajar (sekolah) kurang mendukung terciptanya suasana arab.Selain itu kompetensi guru, media belajar dan literatur yang terbatas juga menjadikan bahasa arab semakin terpuruk eksistensinya dimata siswa.dari segi kualitas keberhasilan pengajaran bahasa arab di lembaga pendidikan ,pelajaran bahasa arab masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan pelajaran lain.Bagi kebanyakan pelajar bahasa arab beranggapan bahwa pelajaran Bahasa arab itu adalah momok,  menakutkan, sulit dan membingungkan untuk di pelajari. Doktrin inilah yang menjadikan pelajaran bahasa arab tidak disukai dan tidak diminati oleh sebagian besar pelajar. Jika dengan pelajarannya saja tidak suka , bagaimana dia akan mempunyai keinginan untuk mempelajarinya dan jika ia tidak ada kemauan untuk mempelajarinya , bagaimana ia dapat menguasai pelajaran tersebut.

D.      Arabic days sebagai metode yang terpilih
Melihat realitas yang terjadi diatas Salah satu jalan keluar (problem solving) dari masalah yang sudah akut ini adalah adanya pembenahan pelajaran bahasa arab ditiap jenjang pendidikan. Kurikulum bahasa arab yang diberikan pemerintah (dalam hal ini kementrian Agama RI ) terhadap tiap tingkat satuan pendidikan jangan lagi hanya sekedar memberikan "kulit" dari esensi bahasa arab itu sendiri. Pelajaran bahasa arab yang diberikan guru harus aplikatif terhadap kehidupan siswanya, sehingga siswa mampu menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu,guru, kepala sekolah dan staf lainnya harus membuat suatu program yang dapat mendukung proses belajar bahasa arab siswa di luar jam pelajaran. Sebagai contoh sekolah bisa saja membuat program hari bahasa arab (arabic days). Hal ini sesuai denganPendapat Ibnu Jinny yang mengatakan bahwa "bahasa adalah adat dan diucapkan secara berulang-ulang". Karena antara bahasa dan adat suatu bangsa tidak dapat dipisahkan. Dan jika bahasa itu merupakan suatu adat maka bahasa tersebut sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan seseorang di mana ia berinteraksi dengan lingkungannya.program ini dapat diterapkan dengan membuat ketetapan bahwa Tiga hari atau berapa hari dalam satu minggu siswa diwajibkan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa arab agar mereka terbiasa mengucapkan dan mendengar kata kata bahasa arab.hal ini tentu akan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam  berbahasa arab. Jika saja dalam penerapan program ini ada pelajar atau siswa yang melanggar (tidak menggunakan bahasa arab)di hari yang telah di tetapkan ,maka pihak sekolah dapat memberikan hukuman atau sanksi yang bersifat mendidik. Misalnya dengan menyuruhnya menghafal mufrodat(kosa kata bahasa arab). Di samping itu untuk sarana pendukung program tersebut sekolah harus membuat tulisan-tulisan bahasa arab yang ditempel pada benda-benda disekitar yang tujuannya sebagai pemandu bagi siswa dalam berkomunikasi
Jika program hari bahasa ini berjalan maka setahap demi setahap akan timbul kebiasaan (adat), meskipun pada tahap awal struktur bahasa arab yang dipakai oleh siswa/i akan bercampur baur dengan bahasa ibu (lughotul Umm)dan terdapat banyak kesalahan dalam hal strukturnya,namun itu merupakan awal yang baik, Pada tahap ini, seorang guru jangan terlebih dahulu memberikan teguran atau sanksi atau secara langsung mengkoreksi kesalahan siswa tersebut. Biarkan siswa mengekspresikan bahasa arab sesuai dengan kehendaknya. Baru pada Tahap kedua, guru memberikan stimulus kepada siswa, dengan berbentuk lagu-lagu bahasa arab atau syair-syair arab. Namun jangan terlebih dahulu memberikan terjemahannya secara gamblang, berikan intinya saja. Hal ini perlu dilakukan agar siswa tidak merasa jenuh dan secara psikologis mampu membangkitkan semangat siswa untuk mempelajari bahasa arab. Tahap ketiga, guru mulai memperhatikan grammer tata bahasa yang diucapkan dalam komunikasi siswa, dan dapat secara langsung mengkoreksi bahasa tersebut.
Secara berkala, tahap demi tahap guru harus memberikan ungkapan baru untuk siswa, dan ungkapan tersebut harus sesuai dengan kebudayaan arab, bukan ungkapan yang dipaksakan melalui tejemahan dari bahasa indonesia ke bahasa arab.jika penerapan program arabic days ini dapat berlangsung denganbaik ,maka secara tidak sadar para siswa yang dulu menganggap bahasa arab sebagai bahasa yang sulit,menyeramkan dan membingungkan akan berubah fikiran. Dengan setiap hari berbicara dengan bahasa arab ia akan terbiasa dan akhirnya akan mencintai bahasa arab sehingga ia akan lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa Arab.

SIMPULAN
Bahasa Arab adalah tutur kata yang digunakan oleh bangsa di jazirah arab dan timur tengah yang sangat penting bagi kehidupan seorang muslim dimanapun. Hal itu dapat dibuktikan dengan menunjukan pemakaian bahasa dalam segi sehari-hari, lebih-lebih bahasa arab yang selalu kita pakai dalam melaksanankan ibadah, seperti halnya sholat jika kita mengetaui arti dari apa yang kita ucapkan juga akan menambah kekhusukan dalam sholat, haji jika kita paham dengan bahasa arab kita juga akan mudah berkomunikasi dengan orang arab ketika melaksanakan ibadah haji.tetapi yangterjadidi indonesia adalah bahasa arabdi jadikan momok dan menjadi pelajaran yang di benci oleh para siswa.untuk itu haruslah di temkan metode yang bisa menghilangkan persepsi tersebut.Program arabic days adalah suatu yang sangat harus dilakukan oleh guru dalam meningkatan kualitas pembelajaran bahasa arab. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi kekurangan jam pelajaran bahasa arab di sekolah. Adapun langkah-langkah yang perlu diperhatikan guru sebelum memulai program ini adalah sbb:
1.      Kepalasekolah, guru si dan monitoring setiap bulannya, serta membuat grafik kemajuan siswa dalam berbahasa arab.
2.      Para siswa harus berusaha untuk menerapkan program Arabic daysdenganbaik.

DAFTAR PUSTAKA








Tidak ada komentar: