PENGARUH PSIKOLOGI BELAJAR BAHASA ARAB
PADA PENGEMBANGAN BAHASA
Ayu Utaminingsih
IAIN Tulungagung
1722143017
ABSTRAK
Makna
dan pengertian psikologi memang telah banyak dibahas dalam berbagai referensi.
Meskipun demikian, dalam kesempatan ini dipandang perlu review pemahaman
dan makna psikologi tersebut dalam rangka untuk memudahkan pemahaman terhadap
psikologi itu sendiri secara spesifik berkaitan dengan proses belajar bahasa,
khususnya belajar bahasa Arab. Dengan mempelajari psikologi berarti dapat diketahui
makna, macam-macam, dan karakteristik aktifitas manusia dalam hubungannya
dengan lingkungannya. Dengan batasan makna serta pengertian psikologi tersebut
dapat disimpulkan bahwa yang dipelajari dalam psikologi adalah tingkah laku
manusia. Tingkah laku manusia yang dipelajari dalam psikologi adalah segala
kegiatan, perbuatan, dan tindakan manusia yang kelihatan dan yang tidak
kelihatan, yang disadari dan yang tidak disadari. Yaitu cara manusia dalam
bicara, berjalan, berfikir, mengambil keputusan, dan beberapa cara manusia
berbuat dan bertingkah laku.
Kata kunci: eksistensi bahasa Arab,
psikologi belajar bahasa Arab.
PENDAHULUAN
Secara historis,
bahasa Arab sudah ada lama sebelum datangnya Islam. Setelah Islam datang
eksistensi bahasa Arab semakin berada dalam posisi yang sangat penting. Hal ini
disebabkan oleh karena al-Qur’an diwahyukan dalam bahasa Arab kepada nabi
Muhammad SAW. pada abad ke tujuh masehi. Dengan demikian, sebagai umat Muhammad
alangkah lebih baiknya apabila kita mempelajari bahasa Arab demi kelancaran dan
kualitas pelaksanaan ibadah. Bagi umat Islam khususnya, bahasa Arab memiliki
keistimewaan dibanding dengan bahasa-bahasa lainnya. Bukan saja bahasa Arab
yang memiliki nilai sastra bermutu tinggi bagi mereka yang mengetahui dan mendalami,
akan tetapi bahasa Arab ditakdirkan sebagai al-Qur’an. Dalam hal ini bahasa
Arab digunakan untuk mengkomunikasikan kalam Allah. Untuk mempelajari bahasa
Arab diperlukan pemahaman secara teoritis hirarkhis terhadap empat kemampuan
berbahasa. Dalam berbahasa Arab empat kemampuan berbahasa tersebut adalah istima’
(mendengar), kalam (berbicara), qira’ah (membaca), dan kitabah
(menulis). Keempat pilar kemampuan berbahasa tersebut merupakan dasar yang
penting untuk dapat memahami dan mempraktikkan bahasa Arab.
Bahasa Arab tidak
berasal dari kategori yang sama dengan bahasa-bahasa lain dalam struktur semantiknya. Hal ini
disebabkan oleh fakta bahwa (1) struktur linguistiknya dibangun di atas sistem
akar kata yang kuat, (2) struktur emantiknya diatur oleh suatu sistem bidang
semantik yang jelas, yang berpengaruh besar bagi struktur konseptual yang
melekat pada kosa kata, dan ini diatur secara permanen oleh kata, makna, tata
bahasa, dan ilmu persajakkannya tercatat secara ilmiah dan mapan sehingga dapat
menjaga keabadian semantiknya.
Untuk dapat
mencapai pemahaman dalam berbahasa Arab diperlukan kerja keras, terutama dari
guru dan juga dari anak didik. Oleh karena itu, sangat diperlukan bahwa adanya
konsep-konsep di dalam pembelajaran agar aktifitas belajar dapat berlangsung
efektif dan efisien bila subyek telah memiliki kesiapan belajar.
Namun, beberapa
bangsa seperti Turki, Malaysia, dan Indonesia telah mengubah tulisan Arab pada
tulisan latin. Hal ini menunjukkan bahwa para peminpin politik dan budaya itu
tidak sadar akan pengaruh dan akibatnya. Sebaliknya, jika benar-benar mengerti
kemungkinan-kemungkinan yang berbahaya dan merusak agama dan kebudayaan, mereka
pasti akan merasa bersalah karena melakukan kriminalitas yang serius terhadap
integritas keagamaan, keaslian intelektual, dan identitas kultural mereka
sendiri sebagai orang Islam.
Berdasarkan uraian
di atas, adapun pentingnya para pendidik mendalami psikologi belajar bahasa
Arab untuk kepentingan suksesnya pendidikan terhadap anak didiknya. Karena
mendidik dan mengajar yang berhasil di antaranya harus menyesuaikan diri dengan
jiwa anak, baik mengenai bakatnya, kapasitas intelektualnya, minatnya,
wataknya, konflik batinnya, dan sebagainya yang semuanya itu memerlukan
psikologi sebagai dasar dibarengi dengan pengetahuan teknik, teori dan praktek
evaluasi. Psikologi belajar bahasa Arab tidak sebatas membahas perbedaan
individual itu saja, akan tetapi sampai menemukan asal-usulnya. Perbedaan
individual tersebut ada yang disebabkan oleh faktor keturunan, sebagaimana
seseorang mewarisi kecerdasan, watak dan tabiat. Sebagaimana dari perbedaan itu
terjadi karena perbedaan jenis kelamin, di mana sifat mental anak perempuan
berbeda dengan anak laki-laki. Tanpa
memahami kondisi psikologis anak didik, maka tidak mungkin proses belajar
mengajar bahasa Arab akan memperoleh hasil maksimal, meskipun materi sudah
dikuasai sepenuhnya oleh guru bahasa Arab tersebut. Di antara manfaat penting
yang diperoleh guru dari psikologi adalah mengetahui perbedaan individual
antara anak yang satu dengan yang lainnya dalam kelas, di sekolah, dan dalam
lingkungan belajarnya. Di samping itu perlu juga diperhatikan dalam kaitannya
dengan pentingnya psikologi belajar secara umum bagi guru dan lembaga
pendidikan bahwa pendidikan adalah bantuan yang diberikan oleh orang dewasa
kepada orang yang belum dewasa agar dia mencapai kedewasaan.
METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB
Metode adalah suatu prosedur untuk mencapai suatu tujuan yang telah
ditetapkan. Di dalam pengajaran bahasa, ia digunakan untuk menyatakan kerangka
yang menyeluruh tentang proses belajar mengajar. Semua proses itu tersusun
dalam rangkaian yang sistematis yang semuanya tumbuh dari pendekatan yang
digunakan sebagai landasan pijak. Metode bersifat prosedural.
Teknik adalah cara khas yang operasional yang digunakan atau yang
dilalui dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan berpegang pada proses
sistematis yang terdapat dalam metode. Oleh sebab itu, teknik lebih bersifat
tindakan nyata berupa usaha atau upaya yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Kemampuan belajar seseorang itu diperoleh dan dapat berkembang
melalui proses belajar atau melalui intensitas komunikasinya dengan lingkungan
sekitar. Oleh karena itu, dapat digunakan dengan pendekatan language
improvement untuk mengembangkan potensi dasar berbahasa seseorang dalam
proses pengajaran ayau dalam proses belajar.
SIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan sebagaimana di
bawah ini bahwa bahasa Arab mempunyai eksistensi yang sangat penting setelah
datangnya Islam. Hal tersebut di karenakan bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an.
Oleh karena itu, setiap umat muslim di dunia mempelajari bahasa Arab demi
kelancaran dan kualitas pelaksanaan ibadahnya. Selain itu, para pendidik juga
harus memahami psikologi belajar bahasa Arab untuk kepentingan suksesnya
pendidikan terhadap anak didiknya. Psikologi belajar bahasa Arab tidak sebatas
membahas perbedaan individual itu saja, akan tetapi sampai menemukan
asal-usulnya. Perbedaan individual tersebut ada yang disebabkan oleh faktor
keturunan, sebagaimana seseorang mewarisi kecerdasan, watak dan tabiat. Perbedaan
itu terjadi karena perbedaan jenis kelamin, di mana sifat mental anak perempuan
berbeda dengan anak laki-laki. Ada pula perbedaan yang terjadi karena perbedaan
umur dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Muhajir,
As’aril, Psikologi Belajar Bahasa Arab.Jakarta:Pt. Bina Ilmu,2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar