Senin, 29 Desember 2014

Artikel : Ayu Utaminingsih



PENGARUH PSIKOLOGI BELAJAR BAHASA ARAB
PADA PENGEMBANGAN BAHASA
Ayu Utaminingsih
IAIN Tulungagung
1722143017

ABSTRAK
Makna dan pengertian psikologi memang telah banyak dibahas dalam berbagai referensi. Meskipun demikian, dalam kesempatan ini dipandang perlu review pemahaman dan makna psikologi tersebut dalam rangka untuk memudahkan pemahaman terhadap psikologi itu sendiri secara spesifik berkaitan dengan proses belajar bahasa, khususnya belajar bahasa Arab. Dengan mempelajari psikologi berarti dapat diketahui makna, macam-macam, dan karakteristik aktifitas manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya. Dengan batasan makna serta pengertian psikologi tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dipelajari dalam psikologi adalah tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia yang dipelajari dalam psikologi adalah segala kegiatan, perbuatan, dan tindakan manusia yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, yang disadari dan yang tidak disadari. Yaitu cara manusia dalam bicara, berjalan, berfikir, mengambil keputusan, dan beberapa cara manusia berbuat dan bertingkah laku.


Kata kunci: eksistensi bahasa Arab, psikologi belajar bahasa Arab.

PENDAHULUAN
            Secara historis, bahasa Arab sudah ada lama sebelum datangnya Islam. Setelah Islam datang eksistensi bahasa Arab semakin berada dalam posisi yang sangat penting. Hal ini disebabkan oleh karena al-Qur’an diwahyukan dalam bahasa Arab kepada nabi Muhammad SAW. pada abad ke tujuh masehi. Dengan demikian, sebagai umat Muhammad alangkah lebih baiknya apabila kita mempelajari bahasa Arab demi kelancaran dan kualitas pelaksanaan ibadah. Bagi umat Islam khususnya, bahasa Arab memiliki keistimewaan dibanding dengan bahasa-bahasa lainnya. Bukan saja bahasa Arab yang memiliki nilai sastra bermutu tinggi bagi mereka yang mengetahui dan mendalami, akan tetapi bahasa Arab ditakdirkan sebagai al-Qur’an. Dalam hal ini bahasa Arab digunakan untuk mengkomunikasikan kalam Allah. Untuk mempelajari bahasa Arab diperlukan pemahaman secara teoritis hirarkhis terhadap empat kemampuan berbahasa. Dalam berbahasa Arab empat kemampuan berbahasa tersebut adalah istima’ (mendengar), kalam (berbicara), qira’ah (membaca), dan kitabah (menulis). Keempat pilar kemampuan berbahasa tersebut merupakan dasar yang penting untuk dapat memahami dan mempraktikkan bahasa Arab.
            Bahasa Arab tidak berasal dari kategori yang sama dengan bahasa-bahasa lain  dalam struktur semantiknya. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa (1) struktur linguistiknya dibangun di atas sistem akar kata yang kuat, (2) struktur emantiknya diatur oleh suatu sistem bidang semantik yang jelas, yang berpengaruh besar bagi struktur konseptual yang melekat pada kosa kata, dan ini diatur secara permanen oleh kata, makna, tata bahasa, dan ilmu persajakkannya tercatat secara ilmiah dan mapan sehingga dapat menjaga keabadian semantiknya.
            Untuk dapat mencapai pemahaman dalam berbahasa Arab diperlukan kerja keras, terutama dari guru dan juga dari anak didik. Oleh karena itu, sangat diperlukan bahwa adanya konsep-konsep di dalam pembelajaran agar aktifitas belajar dapat berlangsung efektif dan efisien bila subyek telah memiliki kesiapan belajar.
            Namun, beberapa bangsa seperti Turki, Malaysia, dan Indonesia telah mengubah tulisan Arab pada tulisan latin. Hal ini menunjukkan bahwa para peminpin politik dan budaya itu tidak sadar akan pengaruh dan akibatnya. Sebaliknya, jika benar-benar mengerti kemungkinan-kemungkinan yang berbahaya dan merusak agama dan kebudayaan, mereka pasti akan merasa bersalah karena melakukan kriminalitas yang serius terhadap integritas keagamaan, keaslian intelektual, dan identitas kultural mereka sendiri sebagai orang Islam.
            Berdasarkan uraian di atas, adapun pentingnya para pendidik mendalami psikologi belajar bahasa Arab untuk kepentingan suksesnya pendidikan terhadap anak didiknya. Karena mendidik dan mengajar yang berhasil di antaranya harus menyesuaikan diri dengan jiwa anak, baik mengenai bakatnya, kapasitas intelektualnya, minatnya, wataknya, konflik batinnya, dan sebagainya yang semuanya itu memerlukan psikologi sebagai dasar dibarengi dengan pengetahuan teknik, teori dan praktek evaluasi. Psikologi belajar bahasa Arab tidak sebatas membahas perbedaan individual itu saja, akan tetapi sampai menemukan asal-usulnya. Perbedaan individual tersebut ada yang disebabkan oleh faktor keturunan, sebagaimana seseorang mewarisi kecerdasan, watak dan tabiat. Sebagaimana dari perbedaan itu terjadi karena perbedaan jenis kelamin, di mana sifat mental anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki.  Tanpa memahami kondisi psikologis anak didik, maka tidak mungkin proses belajar mengajar bahasa Arab akan memperoleh hasil maksimal, meskipun materi sudah dikuasai sepenuhnya oleh guru bahasa Arab tersebut. Di antara manfaat penting yang diperoleh guru dari psikologi adalah mengetahui perbedaan individual antara anak yang satu dengan yang lainnya dalam kelas, di sekolah, dan dalam lingkungan belajarnya. Di samping itu perlu juga diperhatikan dalam kaitannya dengan pentingnya psikologi belajar secara umum bagi guru dan lembaga pendidikan bahwa pendidikan adalah bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa agar dia mencapai kedewasaan.
METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB
Metode adalah suatu prosedur untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam pengajaran bahasa, ia digunakan untuk menyatakan kerangka yang menyeluruh tentang proses belajar mengajar. Semua proses itu tersusun dalam rangkaian yang sistematis yang semuanya tumbuh dari pendekatan yang digunakan sebagai landasan pijak. Metode bersifat prosedural.
Teknik adalah cara khas yang operasional yang digunakan atau yang dilalui dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan berpegang pada proses sistematis yang terdapat dalam metode. Oleh sebab itu, teknik lebih bersifat tindakan nyata berupa usaha atau upaya yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Kemampuan belajar seseorang itu diperoleh dan dapat berkembang melalui proses belajar atau melalui intensitas komunikasinya dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dapat digunakan dengan pendekatan language improvement untuk mengembangkan potensi dasar berbahasa seseorang dalam proses pengajaran ayau dalam proses belajar.
SIMPULAN
            Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan sebagaimana di bawah ini bahwa bahasa Arab mempunyai eksistensi yang sangat penting setelah datangnya Islam. Hal tersebut di karenakan bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an. Oleh karena itu, setiap umat muslim di dunia mempelajari bahasa Arab demi kelancaran dan kualitas pelaksanaan ibadahnya. Selain itu, para pendidik juga harus memahami psikologi belajar bahasa Arab untuk kepentingan suksesnya pendidikan terhadap anak didiknya. Psikologi belajar bahasa Arab tidak sebatas membahas perbedaan individual itu saja, akan tetapi sampai menemukan asal-usulnya. Perbedaan individual tersebut ada yang disebabkan oleh faktor keturunan, sebagaimana seseorang mewarisi kecerdasan, watak dan tabiat. Perbedaan itu terjadi karena perbedaan jenis kelamin, di mana sifat mental anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki. Ada pula perbedaan yang terjadi karena perbedaan umur dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Muhajir, As’aril, Psikologi Belajar Bahasa Arab.Jakarta:Pt. Bina Ilmu,2004

Tidak ada komentar: