Senin, 29 Desember 2014

artikel : Imam Nurhadi



PEMBAHASAN MASALAH PENGAMALAN BAHASA ARAB DALAM PANDANGAN ABSTRAK
Imam Nurhadi
IAIN Tulungagung


ABSTRAK
            Dalam Perguruan Tinggi Islam tentunya sangatlah mengenal apa yang di namakan bahasa arab, bahkan dari pokok pembahasan tersebut muncullah sebuah prodi yang wajib ada dalam setiap Perguruan Tinggi Islam, yaitu Bahasa Arab. Dalam pengkajiannya dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari sangatlah minim dan kurang. Hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor, yakni internal dan eksternal.  Hal-hal yang abstrk pun dapat mempengaruhi dalam pembahasan cabang ilmu yang satu ini, Hal yang kadang kala tidak berwujud adanya, menjadi sebuah hal yang sangat berpengaruh. Apakah kajian bahasa arab akan tarus begini dalam tradisi mahasiswa islam?. Sungguh ironis, kita sebagai salah satu bagian utama dari cabang ilmu itu sendiri, jika kita masih tenggelam pada sesuatu yang abstrak, yang tidak berwujud dan tidak jelas apa yang kita hadapi.
Keywords : faktor abstrak, kreatif, gila.
PENDAHULUAN
            Bahasa arab yang telah mendarah daging dalam kehidupan mahasiswa perguruan tinggi islam, mulai terkikis karena adanya beberapa faktor ang mempengaruhi, baik dari dalam maupun dari luar, adapula faktor-faktor abstrak yang tidak di ketahui asal muasalnya. Dari semangat mahasiswa yang kemauannya mulai berkurang, sifat malas yang timbul karena masuk golongan yang salah, dalam pergaulan di dalam kampus maupun di luar kampus, juga di pengaruhi oleh kalangan atas sendiri, dari lingkungan kelas saja misalnya,dari pengurus kelas yang tanggung jawabnya kurang dalam pengadaan bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari, tenaga pengajar yang hanya bertujuan untuk mencari pengganjal perut saja (meski tidak semua), yang akhirnya menciptakan hasil yang kurang memuaskan, karena mereka hany akan menggugurkan kewajibannya sebagai pengajar, bukan sebagai pembimbing yang setia dalam mendampingi mahasiswa sendiri. Tidak berorientasi pada hasil, yang di utamakan hanyalah pengamalan teori yang telah di pelajari,sehinnga akan sangat berimbas pada hasil yang kurang maksimal sangatlah disayangkan jika kita yang di kenal sebagai manusia berpendidikan kelas atas, tak mampu mengakhiri permainan yang telah kita ciptakan sendiri. Sudah selayaknya kita sebagai manusia yang telah menempuh berbagai jenjang kehidupan memulai untuk berpikir kreatif, bukan hanya sebagai penyandang nama orang-orang cerdas tapi “bloon”, tapi manusia cerdas yang selalu menciptakan ide-ide segar sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
            Memang meski dalam praktek kita akan menemui berbagai macam rintangan yang akan sangat berpeluang besar untuk menemui kegagalan, maka di sinilah kita akan memulai ide kreatif kita dalam memecahkan suatu masalah.
METODE PENELITIAN
            Penelitian inbi bersifat langsung  yang menjadikan kelas PBA I A sebagai objek penelitian, dalam pembahasan bahasa arab dan pengamalannya dalam kelas tersebut. Pengamalan bahasa arab dan hal-hal kreatif yang seharusnya bisa membuat kita  berpikir jernih, malahan mebuat kita jauh dari kenyataan yang ada. Membawa kita ke alam fiksi yang kita ciptakan sendiri.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Masalah-masalah yang timbul pada pengamalan bahasa arab dan pemecahannya
Faktor internal:
  1. Kemauan mahasiswa yang kurang dalam pengamalan bahasa arab, minimal dalam kelas.
  2. Kurangnya kesadaran untuk belajar mendalami bahasa arab.
  3. Kurangnya buku-buku penunjang dalam mempelajari bahasa arab pada masing-masing mahasiswa.
  4. Belum pernah mengenyam pelajaran bahas arab pada jenjang pendidikan sebelumnya.
  5. Tiada pembimbing yang memadai saat mahasiswa berada di luar kampus dalam mempelajari bahasa arab.
Faktor eksternal:
  1. Pengaruh dari jurusan lain yang tidak mengamalkan ilmu yang mereka kaji dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Masalah dengan kelurga, teman, sahabat dan lain-lain yan akan berdampak dalam kehidupan mahasiswa di kampus.
  3.  Pengaruh-pengaruh negatif dari luar kampus, media massa, dan orang yang dekat dengan masing-masing  mahasiswa di luar kampus.
  4. Kurangnya fasilitas pendukung yang memungkinkan mahasiswa bisa belajar bahasa arab setiap saat.
  5. Mereka adalah remaja, yang akan selalu terombang-ambing oleh kr=etidak pastian pemikiran.
Dalam masalah-masalalah tersebut penyelesaiannya akan kembali pada masing-masing mahasiswa sendiri, apakah mereka akan mengubah diri dengan menjadi manusia yang kaya akan ide, ataukah manusia yang konstan, tidak bergerak dari tempatnya berpijak. Dan sebagai penulis pembahasan mengenai masalah yang berwujud tersebut tidaklah disinggung, karena saya yakin setiap masalah tersebut akan dipecahkan dengan kebalikan masalah itu sendiri, yang tidak akan terlalu rumit untuk dijalankan tergantung dari kemampuan mahasiswa itu sendiri.

Fator abstrak:
            Dalam hal ini masih nanyak hal-hal yang tidak diketahui dan masih menjadi misteri, karena kebanyakan dari mahasiswa sendiri masih belum mengetahui hal-hal yang belum mereka ketahui. Hal inilah yang akan sangat sulit di pecahkan, karena seseorang yang cerdas pun akan mengatakan “aku adalah seseorang yang tidak tahu, dan akupun tidak tahu apa yang tidak aku ketahui”. Hal ini akan menjadi lebih sulit jika mahasiswa bersikap masa bodoh dengan masalah yang tidak di ketahui tersebut.  Oleh sebab itu sebagai mahasiswa yang harus kreatif dalam segala hal, kita harus segera memecahkan masalah tersebut agar tidak menimbulkan masalah     yang lebih besar di kemudian hari. Memang tak seharusnya berpikir berlebihan mengenai hal-hal yang abstrak, tapi jika kita terlalu membiarkannya maka juga akan menjadi kesalahan bagi kita, yang pada akhirnya akan berimbas pada diri kita sendiri.

Koreksi pemecahan masalah dalam kajian bahasa arab dalam lingkup mahasiswa IAIN Tulungagung jurusan bahasa arab
            Terkadang kita mengaggap sesutu yang wajar menjadi sesuatu yang benar-benar “gila” dalam kehidupan kita. Padahal jika kita koreksi lagi padangan yang telah kita utarakan tersebut maka akan muncul anggapan lain bahwa kita berada pada posisi yang yang kurang tepat dalam menanggapi masalah tersebut.
            Begitu juga dalam masalah yang kita hadapi di sini, akan ,menimbulkan makna ambigu yang mengakibatkat berbagai macam pemecahan yang kita anggap tepat. Tetapi hendaklah kita berhati-hati dalam memilih suatu jalan penyelesaian, karena apa ? , dalam masalah kita pasti akan punya alternatif dalam penyelesaian,di sinilah kita sebagai makhluk yang di tuntut untuk selalu kreatif akan di paksa untuk memilih. Hasil dari pilihan kita akan berorientasi pada hasil, dalam setiap alternatif yang kita pilih, kita akan mendapat imbas atau dampak yang akan menimbulkan masalah baru. Maka dari itu sewajarnya kita pilih pemecahan yang sangat kecil resiko yang ditimbulkannya, tetapi memiliki manfaat yang besar dan akan sangat berguna dalam jangka panjang, tanpa harus menyusahkan kita lagi dengan adanya problematika baru.
            Kreatif menjadi kunci utama, karena kecerdasan berpikir saja tidak akan mencukupi dalam menyelasaikan masalah baik internal, eksternal maupun yang bersifat abstrak. Setidaknya kita harus selalu punya ide-ide menarik yang akan selalu memotivasi diri dalam pemecahan masalah. Bukannya mengesampingkan pemikiran cerdas, tetapi untuk melengkapi ketimpangan  yang mungkin akan terjadi jika hanya menggunakan akal cerdas semata. Sudah banyak kita tahu para filusuf yang di anggap gila ketika mengemukakan pendapatnya untuk yang pertama kali, tetapi mereka bukanlah gila, mereka hanya mengemukakan ide kreatif mereka sendiri, yang sangat berbeda. Hal tersebut terjadi karena manyarakat di zamannya terlalu mempercayai  apa yang telah mereka yakini tanpa sedikitpun rasa ragu untuk mengganti dengan sesuatu yang baru, yang muncul dari ide kreatif yang dibungkus dengan kecerdasan.
            Hal yang abstrak akan menjadi sangat abtrak jika kita mendefinisikannya sebagai sesuatu yang sulit di pecahkan dan tidak di ketahui dan bahkan tanpa kita sadari kita akan masuk alam pikiran yang telah kita ciptakan, yang terkadang kita akan dibuat kebingungan karena pikiran itu sendiri. Jadi dalam pemecahan masalah ini kita harus sangatlah hati-hati, karena jika kita telah memasuki pikiran yang kita buat (padahal sebenarnya bukanlah begitu), akan menimbulkan reaksi yang berlebihan dari masing-masing individu. Bukan terjadi hal yang baik melainkan akan menjadi hal yang menjadi penghambat saat kita mencoba melangkah ke depan
            Pengaruh sesuatu yang abstrak bukan menjadi sesuatu yang abstrak lagi, melainkan menjadi sesuatu yang benar-benar telah memasuki kehidupan kita. Terkadang dan kemungkinan besar akan menghambat laju pikiran kita di dunia nyata dan hal inilah masalah serius yang sebenananya kita hadapi. Bukannya bertarung dengan hal nyata, tetapi menghadapi sesuatu yang kitapun tidak seberapa besar mengetahinya. Maka dari itu kita harus terus mengasah kemampuan berpikir cerdas dan kreatif kita agar kita tidak terjebak dalam pemikiran abstrak.
            Anggapan yang berlebihan mengenai hal ini akan membuat kita dianggap “gila”, dengan demikian sebagai penerus generasi masa depan bangsa kita sebisa munkin menghindari masalah-masalah dan pemikiran-pemikiran yang abstrak. Hal ini dapat di lakukan jika kita selalu berpikir positif dalam segala hal, bertindak positif dalam menanggapi sesuatu yang bermasalah dan anggaplah masalah yang kita hadapi dalam problema pembelajaran dan pengamalan bahasa arab adalah sebuah hiburan yang sangat menarik, sehingga kita akan segera menemukan pemecahan dengan ide-ide kreatif yang tercipta, baik secara sengaja maupun tidak ide kreatif akan menjadi batu loncatan kita dalam menghapi hal-hal yang ebih berat dan lebih sulit dari saat ini.
            Demikian pula mengenai gagasan baru yang dianggap gila, belm tentu sepenuhnya benar. Dalam hal ini kita bmemang harus benar-benar meneliti, sehingga kita tidak akan memanipulasi sesuatu yang baik menjadi sesutu yang tidak berguna bahkan dianggap mengganggu. Seyogyanya menjadi manusia kreatif tidaklah sulit, semua bisa berjalan dengan lancar jika kita mampu mengikuti perkembangan zaman yang akan memacu kita terus berinvasi menuju yang ebih baik. Bahkan jika ada hal yang lebih baik dari kreatif maka kita harus mencarinya.
            Sebuah gagasan baru mengenai pengamalan sesuatu yang memang wajib bagi kita adalah mudah, hanya saja kita belum terbiasa. Pepatah jawa  mengatakan “iso jalaran songko kulino” yang kurang lebih artinya sebagai berikut :”bisa sebabnya adalah kebiasaan (hal yang di kerjakan secara kontinyu). Maka dari itu dari saat ini marilah kita biasakan mengamalkan bahasa arab dan juga menumbuhkan pemikiran kreatif mahasiswa untuk menemukan jati diri sendiri.

Daftar rujukan
Penelitian langsung yang menggunakan objek yang di teliti secara langsung pula, dengan hasil berupa fakta, opini serta hal-hal yang berkaitan denga keduanya.

Tidak ada komentar: