PEMBAHASAN MASALAH
PENGAMALAN BAHASA ARAB DALAM PANDANGAN ABSTRAK
Imam Nurhadi
IAIN Tulungagung
ABSTRAK
Dalam Perguruan Tinggi Islam
tentunya sangatlah mengenal apa yang di namakan bahasa arab, bahkan dari pokok
pembahasan tersebut muncullah sebuah prodi yang wajib ada dalam setiap
Perguruan Tinggi Islam, yaitu Bahasa Arab. Dalam pengkajiannya dalam kehidupan
mahasiswa sehari-hari sangatlah minim dan kurang. Hal ini di pengaruhi oleh
beberapa faktor, yakni internal dan eksternal. Hal-hal yang abstrk pun dapat mempengaruhi
dalam pembahasan cabang ilmu yang satu ini, Hal yang kadang kala tidak berwujud
adanya, menjadi sebuah hal yang sangat berpengaruh. Apakah kajian bahasa arab
akan tarus begini dalam tradisi mahasiswa islam?. Sungguh ironis, kita sebagai salah
satu bagian utama dari cabang ilmu itu sendiri, jika kita masih tenggelam pada
sesuatu yang abstrak, yang tidak berwujud dan tidak jelas apa yang kita hadapi.
Keywords : faktor
abstrak, kreatif, gila.
PENDAHULUAN
Bahasa arab yang telah mendarah daging
dalam kehidupan mahasiswa perguruan tinggi islam, mulai terkikis karena adanya
beberapa faktor ang mempengaruhi, baik dari dalam maupun dari luar, adapula
faktor-faktor abstrak yang tidak di ketahui asal muasalnya. Dari semangat
mahasiswa yang kemauannya mulai berkurang, sifat malas yang timbul karena masuk
golongan yang salah, dalam pergaulan di dalam kampus maupun di luar kampus,
juga di pengaruhi oleh kalangan atas sendiri, dari lingkungan kelas saja
misalnya,dari pengurus kelas yang tanggung jawabnya kurang dalam pengadaan
bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari, tenaga pengajar yang hanya bertujuan
untuk mencari pengganjal perut saja (meski tidak semua), yang akhirnya
menciptakan hasil yang kurang memuaskan, karena mereka hany akan menggugurkan
kewajibannya sebagai pengajar, bukan sebagai pembimbing yang setia dalam
mendampingi mahasiswa sendiri. Tidak berorientasi pada hasil, yang di utamakan
hanyalah pengamalan teori yang telah di pelajari,sehinnga akan sangat berimbas
pada hasil yang kurang maksimal sangatlah disayangkan jika kita yang di kenal
sebagai manusia berpendidikan kelas atas, tak mampu mengakhiri permainan yang
telah kita ciptakan sendiri. Sudah selayaknya kita sebagai manusia yang telah
menempuh berbagai jenjang kehidupan memulai untuk berpikir kreatif, bukan hanya
sebagai penyandang nama orang-orang cerdas tapi “bloon”, tapi manusia cerdas
yang selalu menciptakan ide-ide segar sesuai dengan tuntutan perkembangan
zaman.
Memang
meski dalam praktek kita akan menemui berbagai macam rintangan yang akan sangat
berpeluang besar untuk menemui kegagalan, maka di sinilah kita akan memulai ide
kreatif kita dalam memecahkan suatu masalah.
METODE PENELITIAN
Penelitian
inbi bersifat langsung yang menjadikan
kelas PBA I A sebagai objek penelitian, dalam pembahasan bahasa arab dan
pengamalannya dalam kelas tersebut. Pengamalan bahasa arab dan hal-hal kreatif
yang seharusnya bisa membuat kita
berpikir jernih, malahan mebuat kita jauh dari kenyataan yang ada.
Membawa kita ke alam fiksi yang kita ciptakan sendiri.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Masalah-masalah yang timbul pada pengamalan
bahasa arab dan pemecahannya
Faktor internal:
- Kemauan mahasiswa yang kurang dalam pengamalan bahasa arab, minimal dalam kelas.
- Kurangnya kesadaran untuk belajar mendalami bahasa arab.
- Kurangnya buku-buku penunjang dalam mempelajari bahasa arab pada masing-masing mahasiswa.
- Belum pernah mengenyam pelajaran bahas arab pada jenjang pendidikan sebelumnya.
- Tiada pembimbing yang memadai saat mahasiswa berada di luar kampus dalam mempelajari bahasa arab.
Faktor eksternal:
- Pengaruh dari jurusan lain yang tidak mengamalkan ilmu yang mereka kaji dalam kehidupan sehari-hari.
- Masalah dengan kelurga, teman, sahabat dan lain-lain yan akan berdampak dalam kehidupan mahasiswa di kampus.
- Pengaruh-pengaruh negatif dari luar kampus, media massa, dan orang yang dekat dengan masing-masing mahasiswa di luar kampus.
- Kurangnya fasilitas pendukung yang memungkinkan mahasiswa bisa belajar bahasa arab setiap saat.
- Mereka adalah remaja, yang akan selalu terombang-ambing oleh kr=etidak pastian pemikiran.
Dalam masalah-masalalah
tersebut penyelesaiannya akan kembali pada masing-masing mahasiswa sendiri,
apakah mereka akan mengubah diri dengan menjadi manusia yang kaya akan ide,
ataukah manusia yang konstan, tidak bergerak dari tempatnya berpijak. Dan
sebagai penulis pembahasan mengenai masalah yang berwujud tersebut tidaklah
disinggung, karena saya yakin setiap masalah tersebut akan dipecahkan dengan
kebalikan masalah itu sendiri, yang tidak akan terlalu rumit untuk dijalankan
tergantung dari kemampuan mahasiswa itu sendiri.
Fator abstrak:
Dalam
hal ini masih nanyak hal-hal yang tidak diketahui dan masih menjadi misteri,
karena kebanyakan dari mahasiswa sendiri masih belum mengetahui hal-hal yang
belum mereka ketahui. Hal inilah yang akan sangat sulit di pecahkan, karena
seseorang yang cerdas pun akan mengatakan “aku adalah seseorang yang tidak
tahu, dan akupun tidak tahu apa yang tidak aku ketahui”. Hal ini akan
menjadi lebih sulit jika mahasiswa bersikap masa bodoh dengan masalah yang
tidak di ketahui tersebut. Oleh sebab
itu sebagai mahasiswa yang harus kreatif dalam segala hal, kita harus segera
memecahkan masalah tersebut agar tidak menimbulkan masalah
yang lebih besar di kemudian hari. Memang tak seharusnya berpikir
berlebihan mengenai hal-hal yang abstrak, tapi jika kita terlalu membiarkannya
maka juga akan menjadi kesalahan bagi kita, yang pada akhirnya akan berimbas
pada diri kita sendiri.
Koreksi pemecahan masalah dalam kajian
bahasa arab dalam lingkup mahasiswa IAIN Tulungagung jurusan bahasa arab
Terkadang
kita mengaggap sesutu yang wajar menjadi sesuatu yang benar-benar “gila” dalam
kehidupan kita. Padahal jika kita koreksi lagi padangan yang telah kita
utarakan tersebut maka akan muncul anggapan lain bahwa kita berada pada posisi
yang yang kurang tepat dalam menanggapi masalah tersebut.
Begitu
juga dalam masalah yang kita hadapi di sini, akan ,menimbulkan makna ambigu
yang mengakibatkat berbagai macam pemecahan yang kita anggap tepat. Tetapi
hendaklah kita berhati-hati dalam memilih suatu jalan penyelesaian, karena apa
? , dalam masalah kita pasti akan punya alternatif dalam penyelesaian,di
sinilah kita sebagai makhluk yang di tuntut untuk selalu kreatif akan di paksa
untuk memilih. Hasil dari pilihan kita akan berorientasi pada hasil, dalam
setiap alternatif yang kita pilih, kita akan mendapat imbas atau dampak yang
akan menimbulkan masalah baru. Maka dari itu sewajarnya kita pilih pemecahan
yang sangat kecil resiko yang ditimbulkannya, tetapi memiliki manfaat yang
besar dan akan sangat berguna dalam jangka panjang, tanpa harus menyusahkan
kita lagi dengan adanya problematika baru.
Kreatif menjadi kunci utama, karena
kecerdasan berpikir saja tidak akan mencukupi dalam menyelasaikan masalah baik
internal, eksternal maupun yang bersifat abstrak. Setidaknya kita harus selalu
punya ide-ide menarik yang akan selalu memotivasi diri dalam pemecahan masalah.
Bukannya mengesampingkan pemikiran cerdas, tetapi untuk melengkapi ketimpangan yang mungkin akan terjadi jika hanya
menggunakan akal cerdas semata. Sudah banyak kita tahu para filusuf yang di
anggap gila ketika mengemukakan pendapatnya untuk yang pertama kali, tetapi
mereka bukanlah gila, mereka hanya mengemukakan ide kreatif mereka sendiri,
yang sangat berbeda. Hal tersebut terjadi karena manyarakat di zamannya terlalu
mempercayai apa yang telah mereka yakini
tanpa sedikitpun rasa ragu untuk mengganti dengan sesuatu yang baru, yang muncul
dari ide kreatif yang dibungkus dengan kecerdasan.
Hal
yang abstrak akan menjadi sangat abtrak jika kita mendefinisikannya sebagai
sesuatu yang sulit di pecahkan dan tidak di ketahui dan bahkan tanpa kita
sadari kita akan masuk alam pikiran yang telah kita ciptakan, yang terkadang
kita akan dibuat kebingungan karena pikiran itu sendiri. Jadi dalam pemecahan
masalah ini kita harus sangatlah hati-hati, karena jika kita telah memasuki
pikiran yang kita buat (padahal sebenarnya bukanlah begitu), akan menimbulkan
reaksi yang berlebihan dari masing-masing individu. Bukan terjadi hal yang baik
melainkan akan menjadi hal yang menjadi penghambat saat kita mencoba melangkah
ke depan
Pengaruh
sesuatu yang abstrak bukan menjadi sesuatu yang abstrak lagi, melainkan menjadi
sesuatu yang benar-benar telah memasuki kehidupan kita. Terkadang dan kemungkinan
besar akan menghambat laju pikiran kita di dunia nyata dan hal inilah masalah
serius yang sebenananya kita hadapi. Bukannya bertarung dengan hal nyata,
tetapi menghadapi sesuatu yang kitapun tidak seberapa besar mengetahinya. Maka
dari itu kita harus terus mengasah kemampuan berpikir cerdas dan kreatif kita
agar kita tidak terjebak dalam pemikiran abstrak.
Anggapan
yang berlebihan mengenai hal ini akan membuat kita dianggap “gila”, dengan
demikian sebagai penerus generasi masa depan bangsa kita sebisa munkin
menghindari masalah-masalah dan pemikiran-pemikiran yang abstrak. Hal ini dapat
di lakukan jika kita selalu berpikir positif dalam segala hal, bertindak
positif dalam menanggapi sesuatu yang bermasalah dan anggaplah masalah yang
kita hadapi dalam problema pembelajaran dan pengamalan bahasa arab adalah
sebuah hiburan yang sangat menarik, sehingga kita akan segera menemukan
pemecahan dengan ide-ide kreatif yang tercipta, baik secara sengaja maupun
tidak ide kreatif akan menjadi batu loncatan kita dalam menghapi hal-hal yang
ebih berat dan lebih sulit dari saat ini.
Demikian
pula mengenai gagasan baru yang dianggap gila, belm tentu sepenuhnya benar.
Dalam hal ini kita bmemang harus benar-benar meneliti, sehingga kita tidak akan
memanipulasi sesuatu yang baik menjadi sesutu yang tidak berguna bahkan
dianggap mengganggu. Seyogyanya menjadi manusia kreatif tidaklah sulit, semua
bisa berjalan dengan lancar jika kita mampu mengikuti perkembangan zaman yang
akan memacu kita terus berinvasi menuju yang ebih baik. Bahkan jika ada hal
yang lebih baik dari kreatif maka kita harus mencarinya.
Sebuah
gagasan baru mengenai pengamalan sesuatu yang memang wajib bagi kita adalah
mudah, hanya saja kita belum terbiasa. Pepatah jawa mengatakan “iso jalaran songko kulino”
yang kurang lebih artinya sebagai berikut :”bisa sebabnya adalah kebiasaan (hal
yang di kerjakan secara kontinyu). Maka dari itu dari saat ini marilah kita
biasakan mengamalkan bahasa arab dan juga menumbuhkan pemikiran kreatif
mahasiswa untuk menemukan jati diri sendiri.
Daftar rujukan
Penelitian langsung yang menggunakan objek yang di
teliti secara langsung pula, dengan hasil berupa fakta, opini serta hal-hal
yang berkaitan denga keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar