PENTINGNYA BELAJAR BAHASA ARAB
Mohammad Rifqi Fauzi
ABSTRAK
Bahasa
Arab adalah bahasa paling mulia dan tertua yang masih digunakan sampai saat
ini. Bahasa yang digunakan oleh para Nabi dan kelak akan digunakan oleh
penghuni Surga. Belajar bahasa arab sangatlah penting, terutama bagi seorang
muslim karena Kitab Suci Al Qur'an dan Hadist Nabi yang menjadi rujukan bagi
setiap muslim dalam menjalankan ibadah -bahkan kehidupan sehari-hari-
menggunakan bahasa arab. Inilah alasan utama untuk pertanyaan Mengapa bahasa
ini tetap hidup lebih dari ratusan tahun sementara bahasa yang lain tidak?
adalah bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur'an, inilah yang menjaga bahasa Arab
menjadi bahasa utama hingga lebih dari 1400 tahun peradaban Islam. Bahkan ada
ulama yang mewajibkan belajar bahasa arab bagi seorang muslim. Bagaimana kita
bisa memahami kitab inti dari agama ini jika tidak mengerti bahasa arab sama
sekali?
Kata
kunci :
Pendahuluan
Sebagai bahasa al-Qur’an, bahasa
Arab menjadi bahasa yang sangat penting di dunia ini.Dari pemaparan tentang
keutamaan al-Qur’an di atas, sudah sepantasnya kita sebagai kaum muslimin
mempelajari bahasa Arab. Dengan mempelajari bahasa Arab diharapkan seorang
muslim dapat memahami kandungan kitab sucinya dan lebih mencintainya. Lebih
dari itu, diharapkan seorang muslim mendapatkan istiqamah dan teguh di atas
agamanya. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin tmenyebutkan bahwa bahasa
Arab, terkhusus ilmu nahwu (salah satu cabang ilmu bahasa Arab), akan
mengantarkan seseorang kepada dua hal:
1. Memahami
al-Qur’an dan sunnah Rasulullah n dengan benar.
2. Meluruskan
lisan dalam berbahasa Arab.
bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar
dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang
membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga
membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah.Sehingga hal ini
bisa memperbagus akhlak dan agamanya.Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa
Inggris (namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung
senang membaca buku berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya
orang kafir. Sehingga mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit
demi sedikit. Mau tidak mau iapun harus mempelajari cara pengucapan dan
percakapan yang benar melalui mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa
Inggrisnya. Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal
lagu-lagu berbahasa Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa
sadar diapun mengidolakan artis atau tokoh barat serta senang mengikuti
gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir),
dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka. Akhirnya,
diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir, menganggap
kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia lalai dari mempelajari
Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah
Nabi kita, Muhammad yang
merupakan rasul yang terakhir tidak ada nabi setelahnya adalah seorang dari
bangsa Arab.Beliau menyebarkan agama Islam ini dengan lisan beliau, yaitu
lisan (perkataan) Arab. Jadi, bukan hanya al-Qur’an (perkataan Allah) yang
menggunakan bahasa Arab, melainkan sunnah Rasulullah pun demikian.Keduanya
adalah sumber rujukan ilmiah bagi umat Islam dalam agama ini. Kaum muslimin
wajib berpegang teguh pada keduanya dalam kehidupan agar tidak
tersesat.Ternyata, keduanya juga menggunakan bahasa Arab.Jadi, tidak diragukan
lagi bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang sangat penting untuk dipelajari oleh
kaum muslimin yang menginginkan keselamatan di dunia dan akhirat. Seorang
muslim akan menjadi jelas identitasnya, bangga dengan agamanya, cinta dengan
kitab suci dan rasulnya, sehingga akan terbedakan dengan orang-orang yang kafir
kepada Allah. Agama, adat istiadat, akhlak, perilaku, dan bahasanya berbeda
dengan orang-orang kafir.
Musuh-musuh Islam dari kalangan
orang-orang kafir, atheis, dan komunis, berusaha keras memalingkan dan
menjauhkan kaum muslimin, terkhusus generasi mudanya, dari syiar-syiar agama
Islam.Mereka membuat opini bahwa bahasa Arab dan syiar-syiar agama Islam
lainnya adalah kehinaan, kerendahan, sebab kemunduran, dan sebagainya.
Tujuannya, agar kaum muslimin malu untuk menampakkan identitasnya sebagai muslim
atau muslimah. Na’udzu billahi min dzalik! Sebaliknya, mereka sangat
bangga ketika menampakkan syiar-syiar dan adat kebiasaan orang-orang kafir,
baik berupa tingkah laku maupun bahasa mereka.Mereka pun terkena jerat
orang-orang kafir dengan beranggapan bahwa semua hal itu adalah kemajuan,
kemodernan, dan pantas dibanggakan.
Ini adalah musibah besar bagi
seorang muslim. Lebih menyedihkan lagi, musibah besar ini terjadi pada
agamanya.Kita berlindung kepada Allah l dari musibah yang menimpa
agama kita.
Di antara alasan pentingnya kita
mempelajari bahasa Arab adalah kita tidak mudah ditipu oleh musuh-musuh
Islam.Di samping itu, kita bisa membantah kerancuan yang dibuat oleh
orang-orang munafik yang ingin menghancurkan dan merusak Islam dari
dalam.Mereka membuat keraguan pada agama Islam ini dengan memutarbalikkan ayat
al-Qur’an atau mengubahnya. Mereka juga melakukannya pada sunnah
Rasulullah n. Intinya, dengan memanipulasi kaidah-kaidah bahasa Arab,
mereka berusaha membuat keraguan dengan mencari hal-hal yang mereka anggap
sebagai “titik lemah” dalam agama ini, karena al-Qur’an dan sunnah
Rasulullah n menggunakan bahasa Arab. Jadi, dengan mengerti bahasa
Arab, seorang muslim akan kokoh di atas agamanya, tidak mudah dibelokkan,
bahkan dia bisa menjelma menjadi pejuang yang mempertahankan kemurnian agamanya
Kiat Sukses Belajar Bahasa Arab
Berikut ini sebagian kiat yang bisa
dilakukan untuk mempercepat penguasaan kaidah bahasa Arab.
1.
Hendaknya
kita mengikhlaskan niat dalam belajar untuk menunaikan kewajiban kita kepada
Allah dan membekali diri dengan ilmu agar bisa beramal saleh. Karena amal tidak
akan diterima tanpa niat dan cara yang benar. Sementara niat dan cara yang
benar tidak akan diperoleh kecuali dengan ilmu. Selain itu hendaknya kita
berdoa kepada Allah untuk diberikan ilmu yang bermanfaat.
2.
Sebelum lebih jauh mempelajari kaidah bahasa
Arab maka sudah semestinya kita mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar
sesuai dengan hukum-hukum tajwid agar tidak salah dalam membaca atau
mengucapkan. Padahal, salah baca atau salah ucap akan menimbulkan perbedaan
makna bahkan memutarbalikkan fakta. Suatu kata yang seharusnya berkedudukan
sebagai pelaku berubah menjadi objek dan seterusnya. Tentu saja hal ini
-membaca dengan benar serta mengikuti kaidah- tidak bisa disepelekan.
3.
Menambah kosakata merupakan salah satu sebab
utama untuk melancarkan proses belajar kaidah dan membaca kitab. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara membeli Kamus Bahasa Arab-Indonesia seperti Al-Munawwir, atau dengan membeli kamus kecil Al-Mufradat yang berisi
kosakata yang sering digunakan dalam kitab-kitab para ulama. Selain itu bisa
juga dengan membeli satu jenis buku dengan 2 versi; asli bahasa Arab dan
terjemahan. Dengan memiliki kitab berbahasa Arab akan memacu pemiliknya untuk
bisa membacanya. Sedangkan dengan terjemahannya akan membantu dalam proses
belajar membaca kitab ketika menemukan kata-kata atau ungkapan yang susah
dimengerti.
4.
Hendaknya
mencari guru yang benar-benar memahami materi kaidah bahasa Arab dan bisa
mengajarkannya. Untuk poin ini mungkin sangat bervariasi -tidak bisa diberi
batasan yang kaku-, karena tingkat pemahaman orang terhadap kaidah bahasa arab
juga bertingkat-tingkat. Hanya saja yang dimaksud di sini adalah perlunya
memilih guru yang mengajarkan materi dengan dasar ilmu bukan dengan kebodohan.
5.
Dibutuhkan
kesabaran untuk terus mengikuti pelajaran dan mengulang-ulang pelajaran (muraja’ah)
agar pemahaman yang dimiliki semakin kuat tertanam. Apabila menemukan
hal-halyang belum dipahami hendaknya segera menanyakan kepada pengajar atau
orang yang lebih tahu dalam hal itu.
6.
Untuk
bisa mendukung pembelajaran bahasa Arab bagi pemula maka mengikuti
kajian-kajian kitab berbahasa Arab merupakan salah satu sarana yang paling
efektif untuk membiasakan diri dengan kata atau istilah bahasa Arab yang
termaktub di kitab-kitab para ulama. Kitab-kitab yang sudah semestinya dikaji
oleh pemula adalah kitab-kitab yang membahas perkara-perkara agama yang harus
dipahaminya seperti kitab yang membahas ilmu-ilmu alquran dan tafsir semacam Tafsir Taisir Karimurrahman, tafsir AlMaraghi, dan Ulumul Quran. Apabila tidak bisa
mengikuti secara langsung maka bisa diupayakan dengan mendengarkan CD kajiannya
atau bahkan kalau ada yang berupa format VCD.
7.
Membaca
buku pelajaran kaidah bahasa Arab. Buku-buku pelajaran kaidah bahasa Arab
dengan pengantar bahasa Indonesia yang bisa didapatkan misalnya; Ilmu Nahwu
Praktis sistem belajar 40 jam karya A. Zakaria (untuk pemula) dan Ringkasan
Kaidah-Kaidah Bahasa Arab karya Ustadz Aunur rafiq Ghufron, Lc. (untuk
menengah).
8.
Hafalkan
pelajaran yang sudah didapatkan, kalau bisa mengulang tingkatan belajar
sebagaimana ana belajar kelas pemula nahwu sebanyak 3x, dua di antaranya ana
belajar kitab muyassar. Ana juga mengikuti kelas lanjutan 2x mempelajari kitab
mulakhos. Alhamdulillah bermanfaat.
9.
Jika
sudah selesai tingkat pemula nahwu, cobalah membeli kitab ringkas yang
berharokat semisal Al Mu’taqadu Ash Shahih karya Syaikh Dr. Abdussalam bin
Barjas cetakan Maktabah Al Furqan. Analisislah kedudukan tiap-tiap kata pada
buku tersebut. Jika kesulitan, tanyalah sama guru antum.
10.
Apabila
ada kosakata yang terlupa padahal kita pernah tahu, maka sebaiknya jangan
membalik lembaran-lembaran kitab ke belakang lagi untuk mencari arti kata yang
dimaksud, tapi kembalilah merujuk ke kamus untuk memperkuat hafalan
11.
Bacakanlah
kitab pada seseorang dan mintalah ia mengoreksi bacaan kita yang salah sehingga
kita akan terbiasa membaca kitab.
12.
Ajarkanlah
apa yang sudah antum dapatkan berupa ilmu bahasa arab kepada orang lain
sehingga akan semakin menguatkan hafalan antum (faedah dari Ustadzuna Didik Suyadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar