METODOLOGI
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Muh. Dawud Yusuf
(1722143064)
Tarbiyah,
Pendidikan Bahasa Arab
IAIN
Tulungagung
ABSTRACT
Bahasa Arab merupakan bahasa yang telah masuk ke dunia
pendidikan Indonesia, namun ada beberapa
faktor yang mengakibatkan Pembelajaran bahasa Arab dilingkungan kurang efektif,
diantaranya guru yang kurang mampu menyampaikan materi dengan baik, sehingga
Pembelajaran bahasa Arab belum sesuai dengan tuntutan kurikulum dan siswa
kurang aktif mengikuti pelajaran yang disampaikan. Ada
dua macam bahasa Arab yakni Arab fushha (bahasa resmi untuk orang Timur
Tengah)dan Arab
’âmmyah
(bahasa
yang sehari hari-hari digunakan). Sedangakan di Indonesia hanya
mempelajari bahasa fushha karena bahasa tersebut adalah bahasa yang digunakan
dalam Al-Quran dan As-Sunnah.Sebuah doktrin bahwa bahasa Arab itu sulit
dipelajari juga telah membawa mental pelajar ke keterpurukan. Oleh karena itu
para pakar pendidikan mencetuskan metode-metode pembelajaran baru untuk menarik
minat peserta didik belajar bahasa Arab dengan baik dan berusaha menyamakan kurikulum
dengan bahasa Arab di Timur Tengah. Maka dari itu ada beberapa
metode-metode yang harus dikuasai oleh Guru agar mampu menyampaikan materi
bahasa Arab dengan baik.
Kata Kunci:Metodologi Pembelajaran bahasa Arab dilingkungan
pendidikan, Pembelajaran bahasa Arab, bahasa arab dilingkungan pendidikan
PENDAHULUAN
Bahasa
Arab adalah bahasa yang identik dengan dunia islam dan negara arab. Namun,
dengan berkembangnya zaman Bahasa Arab bukan hanya menjadi sebuah bahan
pembelajaran di negaranya, bahasa arab telah menjelajah ke pendidikan dunia. Salah satunya Indonesia, dimulai sejak masuknya
Islam ke tanah air. Bahasa arab mulai berkembang berawal dari
do`a- do`a, pengkajian Al-Qur`an dan kitab islam yang mengunakan bahasa Arab,
lalu ada metode untuk mempelajari tata bahasa arab dengan baik dan benar, dari
situlah awal mula Bahasa Arab dijadikan disiplin ilmu di dunia pendidikan, yang
kita ketahui Nahwu dan Sharaf adalah kunci dari bahasa Arab. Oleh karena itu
bahasa Arab dijadikan mata pelajaran di lingkungan madrasah baik Ibtidaiyah,
Tsanawiyah, Aliyah, perguruan tinggi maupun Pondok pesantren, namun ada
perbedaan pengajaran antara pondok pesantren dengan madrasah non pesantren,
kalau di pondok dikaji untuk memahami kitab kuning maupun kitab lainnya,
sedangkan di lingkungan non pesantren bahasa Arab dijadikan mata pelajaran yang
kita kenal dengan sebutan “ Pelajaran Bahasa Arab”. Dalam pengajarannya
sosok guru berpengaruh besar terhadap materi yang disampaikan, karena sebagai
jembatan antara ilmu dengan peserta didik. Maka dari itu sosok guru harus mampu
menyampaikan materi dengan baik agar siswa mampu memahami materi dengan baik
dan benar serta aktif mengikuti materi yang disampaikan.
Banyak asumsi bahwa bahasa Arab sulit
dipahami dan dipelajari sehingga banyak guru yang tidak berminat untuk
menyampaikan pelajaran bahasa Arab karena minim pengetahuan tentang bahasa
arab, beberapa kendala yang menyebabkan pelajaran bahasa Arab kurang efektif
didunia pendidikan ialah guru yang kurang mampu menyampaikan materi misal, ada
guru yang mahir berbahasa arab tetapi dia tidak mampu menyampaikan materi
dengan baik dan benar sehingga peserta didik pasif mengikuti pelajaran bahasa
arab, begitu juga sebaliknya ada guru yang mampu menyampaikan materi dengan
baik tetapi guru tersebut kurang menguasai tata cara bahasa Arab dengan benar.
Maka dari itu seorang guru harus mampu memiliki metode mengajar dengan baik,
agar peserta didik aktif mengikuti materi yang disampaikan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi
pengajaran di dunia Pendidikan
Faktor internal:
- Guru yang mampu menyampaikan materi dengan baik dan benar
- Kurangya metode yang dimiliki guru ketika menyampaikan materi
- Siswa pasif terhadap materi yang disampaikan
- Minimnya minat guru untuk mempelajari bahasa Arab
- Siswa yang kurang percaya diri mempraktekkan bahasa Arab
Faktor Eksternal:
1. Minimnya
buku tentang bahasa Arab
2. Minimya
guru ahli di bidang bahasa Arab
3. Pembendaharaan
kata bahasa arab yang minim
4. Sarana
prasana yang terbatas untuk pembelajaran bahasa Arab di lingkungan madrasah
5. Kurikulum
sering berubah akibatnya guru bingung ketika ingin mengawali materi,
Metode Pembelajaran Bahasa Arab
Dengan
prespeksi yang ada maka sudah bisa disimpulkan bahwa bahasa Arab di Indonesia
belum mencapai target. Apalagi adanya sebuah doktrin bahwa
belajar bahasa arab itu sulit dan
anggapan bahwa bahasa Arab hanya merupakan bagian dari pendidikan agama
dan bukan bagian dari alat komunikasi. Jadi,
tak diherankan jika hasil pembelajaran bahasa Arab di Indonesia masih jauh dari
apa yang diharapkan. Bahkan mereka yang mempelajari bahasa Arab
kadang tidak mengerti apa tujuan pembelajaran itu sendiri. Maka dari itu kali ini
para pakar pendidikan mulai mengubah model pembelajaran di Indonesia menyerupai
model pembelajaran bahasa Arab di negaranya. Adapun model atau metode
pembejaran bahasa Arab menurut pengamatan yang ada:
1. Metode langsung (direct Method)
Adalah suatu cara menyajikan materi
pelajaran Bahasa Asing sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa
anak didik sedikitpun dalam mengajar. Jika ada suatu kata-kata yang sulit
dimngerti oleh anak didik, maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga dan mendemonstrasikannya sehingga
anak didik mampu memahami bahasa yang disampaikannyya.
2. Metode muthala’ah (membaca)
Cara menyajikan pelajaran dengan cara membaca baik membaca dengan bersuara maupun dalam
hati.
3. Metode Imla` (metode Dikte)
Adalah suatu
metodedimana guru menyampaikan membacakan materi lalu siswa mendengar dan
menulis di buku tulis, dan imla` berlakudengan cara guru menulis dipapan tulis
kemudian guru menghapus dan siswa disuruh menulis kembali dibuku tulisnya.
Kesimpulan
Tantangan internal maupun eksternal
pendidikan bahasa Arab harus kita jadikan sebagai pelecut semangat untuk
mempelajarinya. Maka dari itu sebagai seorang guru harus mampu menyampaikan
materi bahasa Arab dengan baik agar peserta didik aktif dan mampu menerapkan
ilmu yang disampaikan, dan juga percaya diri dalam berdialog dengan bahasa
Arab. Sebagai guru yang berkwalitas sosok guru harus memiliki metode atau cara
untuk menyampaikan materinya agar peserta didik tidak pasif, bukan hanya guru
bahasa Arab saja tetapi untuk guru mata pelajaran lain supaya guru tersebut
benar-benar berkwalitas. Karena guru adalah jembatan ilmu bagi orang lain.
Daftar Pustaka :
Anwar,syaiful. 1997.Metodologi Pengajaran Agama Dan
Bahasa Arab (cetakan kedua).Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
http://www.masuk-islam.com/download-buku-shorof-tashrif-pdf-kitab-al-amtsilatu-at-tashrifiyyah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar