Senin, 29 Desember 2014

artikel : Faridatuz Zakiyah

KARAKTERISTIK DAN TATA BAHASADALAM BAHASA ARAB
Faridatuz Zakiyah
IAIN Tulungagung

ABSTRACT
Bahasa mempunyai ciri-ciri khusus yang tidak terdapat pada bahasa-bahasa lainnya. Kemudian dari kekhususannya ini menjadikan bahasa Arab sebuah bahasa yang fleksibel, mempunyai elastisitas yang tinggi. Pemakaian bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi yang berperan penting sebagai salah satu alat komunikasi, sarana dalam penyampaian tujuan agama, pencatatan berbagai ilmu pengetahuan, telah mampu disampaikan dengan mudah dan benar.
Kata kunci: karakteristik bahasa Arab, tata bahasa dalam bahasa Arab, teknik pengajaran bahasa Arab
PENDAHULUAN
Secara etimologi, karakteristik berasal dari akar kata bahasa Inggris yaitu character yang berarti watak, sifat, cirri Kata characteristic berarti sifat yang khas atau ciri khas sesuatu. Achmad Maulana mengartikan karakteristik dengan ciri khas, bentuk-bentuk watak dan tabiat individu, corak tingkah laku atau tanda khusus. Dalam istilah bahasa Arab, kata karakteristik dikenal dengan خصائص sebagai bentuk jamak dari خصوصيـة yang diartikan dengan kekhususan atau keistimewaan. Maka dapat dikatakan bahwa karakteristik bahasa Arab adalah bentuk watak dan ciri khas atau tanda-tanda khusus yang dimiliki bahasa Arab.
Pengetahuan tentang karakteristik bahasa Arab merupakan tuntutan yang harus dipahami oleh para pengajar bahasa Arab, karena pemahaman akan diskursus ini akan memudahkan mereka yang berkecimpung pada bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Arab dalam melaksanakan kegiatan proses pembelajaran. Tetapi perlu diperhatikan bahwa karakteristik bahasa Arab tidaklah identik dengan kesulitannya, karena dengan memiliki pengetahuan serta pemahaman tentang karakteristiknya, setidaknya akan tersingkap kelebihan-kelebihan yang ada pada tubuh bahasa Arab, dan menjadi aspek kemudahan yang menjadi pintu untuk membuka jalan bagi mereka yang ingin mempelajari dan mendalaminya.

KARAKTERISTIK BAHASA ARAB
Bahasa Arab memiliki karakteristik yang unik dan universal. Dikatakan unik karena bahasa Arab memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bahasa lainnya, sedangkan universal berarti adanya kesamaan nilai antara bahasa Arab dengan bahasa lainnya.
Karakteristik universalitas bahasa Arab antara lain dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Bahasa Arab memiliki gaya bahasa yang beragam, yang meliputi :
a)      Ragam sosialyaitu ragam bahasa yang menunjukkan stratifikasi sosial ekonomi penuturnya
b)      Ragam geografis yaitu ragam bahasa yang menunjukkan letak geografis penuturnya antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga melahirkan dialek yang beragam.
c)      Ragam ideolek yaitu ragam bahasa yang menunjukkan integritas kepribadian setiap individu masyarakat.
2.      Bahasa Arab dapat diekspresikan secara lisan maupun tulisan. Bahasa lisan sebagai sistem verbal lebih banyak dipakai oleh manusia dalam komunikasi antara satu dengan lainnya antar anggota masyarakat di lingkungannya. Hal ini dimaksudkan agar penyampaian pesan lebih cepat dipahami maknanya oleh  masyarakat sasaran.
3.      Bahasa Arab memiliki sistem,aturan dan perangkat yang khas. Antara lain bahasa Arab itu :
·         Sistemik, bahasa yang memiliki system standard yang terdiri dari sejumlah sub-sub system (sub system tata bunyi, tata kata, kalimat, syntax, gramatikal, wacana dll.).
·         Sistematis, artinya bahasa Arab juga memiliki aturan-aturan khusus, dimana masing-masing komponen sub system bahasa bekerja secara sinergis dan sesuai dengan fungsinya.
·         Komplit, maksudnya bahasa itu memiliki semua perangkat yang dibutuhkan oleh masyarakat pemakai bahasa itu ketika digunakan untuk sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi dan bersosialisasi antar mereka.
4.      Bahasa Arab memiliki sifat yang arbitrar dan simbolis. Arbitrar berarti mana suka, artinya tidak adanya hubungan rasional antara lambang verbal dengan acuanya. Dengan sifat simbolis yang dimiliki bahasa, manusia dapat mengabstraksikan berbagai pengalaman dan buah pikirannya tentang berbagai hal, termasuk hal-hal yang kelak dialaminya.
5.      Bahasa Arab berpotensi untuk berkembang, produktif dan kreatif. Hal ini terjadi karena perkembangan bahasa selalau mengikuti perkembanagan peradaban manusia, sehingga muncul kata dan istilah bahasa baru yang digunakan untuk mengkomunikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.
6.      Bahasa Arab merupakan fenomena individu dan fenomena sosial. Sebagai fenomena individu, bahasa merupakan ciri khas kemanusiaan, ia bersifat insani karena hanya manusia yang mempunyai kemampuan berbahasa verbal. Adapun sebagai fenomena sosial, bahasa merupakan konvensi suatu masyarakat pemilik atau pemakai bahasa itu.

KARAKTERISTIK UNIK BAHASA ARAB
Adapun beberapa ciri-ciri khusus bahasa Arab yang dianggap unik dan tidak memiliki bahasa-bahasa lain di dunia, terutama bahasa indonesia, adalah sebbagai berikut :
1.      ASPEK BUNYI
Bahasa pada hakekatnya adanya bunyi, yaitu berupa gelombang udara yang keluar dari paru-paru melalui pipa suara dan melintas organ-organ speech atau alat bunyi. Bahasa Arab, memiliki ciri-ciri khusus dalam aspek bunyi yang tidak dimiliki bahasa lain, terutama bila dibandingkan dengan bahasa indonesia dan bahasa daerah yang banyak digunakan diseluruh pelosok tanah air indonesia.
Ciri-ciri khusus itu adalah :
a.     Vokal panjang dianggap sebagai fonem  (أُو ، ِي ، أَ )
b.    Bunyi tenggorokan (أصوات الحلق), yaitu ح dan ع
c.     Bunyi tebal ( أصوات مطبقة), yaitu ض , ص , ط dan ظ .
d.    Tekanan bunyi dalam kata atau stress (النبر )
e.     Bunyi bilabial dental (شفوى أسنـانى ), yaitu ف
2.      ASPEK KOSAKATA
Bahasa Arab memiliki pola pembentukan kata yang fleksibel, baik melalui derivasi maupun dengan cara infleksi.dengan melalui dua cara pembentukan kata ini, bahasa Arab menjadi sangat kaya sekali dengan kosakata. Misalnya :
·       يَعلَم  dan seterusnya (تصريف اصطلاحى ) = 10 kata
·       يعلِّم – عَلّم  dan seterusnya = 10 kata
·       أعلم – يعلم  dan seterusnya = 10 kata
·       تعلم  –  يتعلم dan seterusnya = 10 kata
·       تعالم  – يتعالم  dan seterusnya = 10 kata
·       يستعلم– استعلم  dan seterusnya = 10 kata
Dengan masing-masing kata ini dapat dikembangkan lagi dengan cara tasrif dan i’rab sehingga akan lebih memperkaya bahasa Arab.
3.      ASPEK KALIMAT
a.       I’rab adalah perubahan bunyi akhir kata, baik berupa harakat ataupun berupa huruf sesuai dengan jabatan atau kedudukan kata dalam suatu kalimat. Bahasa Arab adalah bahasa yang mempunyai sistem i’rab terlengkap yang mungkin tidak dimiliki oleh bahasa lain. I’rab berfungsi untuk membedakan antara jabatan suatau kata dengan kata yang lain yang sekaligus dapat merubah pengertian kalimat tersebut.
Contoh :
·   ما أحسنَ خالداً  artinya alangkah baiknya si Khalid
·   ما أحسنُ خالدٍ  artinya apa yang baik pada si Khalid ?
·   ما أحسنَ خالدٌ  artinya apa yang diperbuat baik oleh si Khalid ?
b.      Jumlah fi’liyyah dan jumlah ismiyyah
Komponen kalimat dalam bahasa apapun pada dasarnya sama, yaitu subyek, predikat dan obyek. Namun yang membedakan antara satu bahasa dengan bahasa lainnya adalah struktur atau susunan kalimat itu. Pola kalimat sederhana dalam bahasa Arab adalah :
· اسم + اسم
· فعل + اسم
Sementara dalam bahasa Indonesia pola kalimatnya adalah :
· KB + KB
· KB + KK

c.       Muthabaqah (kesesuaian)
Ciri yang sangat menonjol dalam susunan kalimat dalam bahasa Arab adalah diharuskannya muthabaqah atau persesuaian antara beberapa bentuk kalimat. Misal harus ada muthabaqah antara mubtada’ dan khabar dalam hal ‘adad ( mufrad, mutsanna dan jama’) dan dalam jenis (mudzakkar dan muannasts), harus ada muthabaqah antara maushuf dan shifat dalam jenis ‘adad
( rofa’, nashb dan jar ) dan nakhirah serta ma’rifahnya.
d.      Aspek huruf
ciri yang nampak dominan pada huruf-huruf bahasa Arab adalah :
1.                   Bahasa Arab memiliki ragam huruf dalam penempatan susunan kata,                                   yaitu ada huruf yang terpisah, ada bentuk huruf di awal kata, di tengah                  dan di akhir kata.
2.                   Setiap satu huruf hanya melambangkan satu bunyi.
3.                   Cara penulisan berbeda dengan penulisan huruf Latin, yakni dari arah                     kanan ke kiri.
Disamping itu, ada beberapa huruf yang tidak dibunyikan seperti pada kata-kata : أولئك – الزكوة – أنا – لا، أنا طالب  dan sebaliknya, ada beberapa bunyi yang tidak dilambangkan dalam bentuk huruf seperti هذا – ذلك – أنتَ ؟ .

.      PROSEDUR DAN TEKNIK PENGAJARAN TATA BAHASA
Tata bahasa merupakan seperangkat aturan yang digunakan oleh manusia dalam berbicara atau menulis dan bahasa merupakan suatu deskripsi tertulis dari aturan-aturan suatu bahasa. Tata bahasa adalah suatu system aturan yang mempengaruhi susunan dan hubungan konvensional kata-kata dalam suatu kalimat.
Dari pengertian tata bahasa tersebut dapat disimpulkan bahwa tata bahasa terdiri dari dua bagian:
1.     Kata-kata, dan ilmu yang mengatur tata kata disebut dengan istilah ilmu sharf (morphology) [ilmu yang membahas dasar-dasar pembentukan kata, termasuk di dalamnya imbuhan].
2.     Tata kalimat (ilmu nahwu)  yaitu ilmu yang membahas tentang keadaan kata dalam pembentukannya menjadi kalimat dan kedudukannya dalam kalimat seperti fa’il, ma’ul, mubtada, dan seterusnya.

Dalam pengajaran tata bahasa, ada tiga kecendrungan umum yang sering digunakan oleh pengajar. Kecenderungan pertama adalah mengajarkan tata bahasa dengan cara memberikan penjelasan tentang aturan tata bahasa tanpa mengikut sertakan metode komunikatif. Kecenderungan kedua adalah mengajarkan tata bahasa dengan cara memberikan kesempatan ada siswa untuk mempraktikkan pola-pola bahasa sasaran, sehingga siswa hanya memahami aturan kebahasaan melalui proses analogi bukan berdasarkan penjelasan. Kecenderungan ketiga adalah mengajarkan tata bahasa dengan memberi kesempatan pada siswa untuk menggunakan bahasa yang dia pelajari dengan berbagai situasi. Dan pengajaran yang baik adalah pengajaran yang memilah dan mempertimbangkan tiga kecenderungan tersebut.

.     TEKNIK PENGAJARAN TATA BAHASA
Ada tiga kegiatan pokok dalam pengajaran tata bahasa yaitu :
1.        Penyajian atau penyimpulan kaidah bahasa { kaidah shorfiyah dan                        nahwiyah }
2.         Pemberian contoh-contoh yang mengandung kaidah bahasa yang diajarkan
3.          Penginternalisasian kaidah dalam diri siswa melalui pemberian serangkaian latihan,     dan latihan seperti latihan  / drill mekanis, latihan bermakna  dan latihan komunikatif.

KESIMPULAN
Pengetahuan karakteristik suatu bahasa merupakan salah satu cara memasuki pintu gerbang pemahaman bahasa tersebut. Begitu juga halnya dengan bahasa Arab yang memiliki ciri dan kekhususan yang berbeda dan mungkin juga tidak dimiliki oleh bahasa lain di dunia. Hal ini sangat perlu diketahui oleh para pengajar bahasa Arab dari segala tingkatan dan jenjang pendidikan. Namun faktor penting yang tidak bisa dinafikan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran bahasa Arab adanya sense of belonging yang harus ada pada diri setiap umat Islam pada bahasa Arab. Selain itu, tata bahasa atau aturan dalam berbahasa juga harus diperhatikan. Karena dalam mempelajari ilmu bahasa Arab ada kaidah-kaidah tertentu yang harus dianut. jadi karakteristik dan tata bahasa adalah satu kesatuan yang harus diperhatikan dalam berbahasa Arab.

DAFTAR PUSTAKA
  • Amin Muhammad, al-Lughat al-’Arabiyyah Ma’nâhâ wa Mabnâhâ, Mesir: Dâr el-Fikr, 1980
  • Ahmad Fuad Effendi, Metodologi Pengakaran Bahasa Arab (Malang: Misykat, 2004),
  • http://marihanafiah.wordpress.com/2008/06/27/karakteristik-bahasa-arab/
  • Ahmad Izzan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, cet. III., Humaniora: Bandung. 2009. 
  • http://kuliahpemikiran.wordpress.com/2012/01/24/karakteristik-bahasa-arab/
  • http://nanoazza.wordpress.com/2008/07/03/karakteristik-bahasa-arab-dan-penerapannya/
  • Moh. Matsna, Karakteristik dan Problematika Bahasa Arab, dalam Jurnal Arabia Vol. I Nomor 1/April-September 1998. (Depok: Prodi Arab Fakultas Sastra UI, 1998). 

Tidak ada komentar: