KARAKTERISTIK DAN TATA BAHASADALAM BAHASA ARAB
IAIN Tulungagung
e-mail: farida_zakia@yahoo.com
ABSTRACT
Bahasa mempunyai ciri-ciri khusus
yang tidak terdapat pada bahasa-bahasa lainnya. Kemudian dari kekhususannya ini
menjadikan bahasa Arab sebuah bahasa yang fleksibel, mempunyai elastisitas yang
tinggi. Pemakaian bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi yang berperan
penting sebagai salah satu alat komunikasi, sarana dalam penyampaian tujuan
agama, pencatatan berbagai ilmu pengetahuan, telah mampu disampaikan dengan
mudah dan benar.
Kata
kunci: karakteristik bahasa Arab, tata bahasa dalam bahasa Arab, teknik
pengajaran bahasa Arab
PENDAHULUAN
Secara etimologi,
karakteristik berasal dari akar kata bahasa Inggris yaitu character yang
berarti watak, sifat, cirri Kata characteristic berarti sifat yang khas atau
ciri khas sesuatu. Achmad Maulana mengartikan karakteristik dengan ciri khas,
bentuk-bentuk watak dan tabiat individu, corak tingkah laku atau tanda khusus.
Dalam istilah bahasa Arab, kata karakteristik dikenal dengan خصائص sebagai bentuk
jamak dari خصوصيـة yang diartikan dengan kekhususan atau keistimewaan. Maka dapat
dikatakan bahwa karakteristik bahasa Arab adalah bentuk watak dan ciri khas
atau tanda-tanda khusus yang dimiliki bahasa Arab.
Pengetahuan tentang
karakteristik bahasa Arab merupakan tuntutan yang harus dipahami oleh para
pengajar bahasa Arab, karena pemahaman akan diskursus ini akan memudahkan
mereka yang berkecimpung pada bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Arab
dalam melaksanakan kegiatan proses pembelajaran. Tetapi perlu diperhatikan
bahwa karakteristik bahasa Arab tidaklah identik dengan kesulitannya, karena
dengan memiliki pengetahuan serta pemahaman tentang karakteristiknya,
setidaknya akan tersingkap kelebihan-kelebihan yang ada pada tubuh bahasa Arab,
dan menjadi aspek kemudahan yang menjadi pintu untuk membuka jalan bagi mereka
yang ingin mempelajari dan mendalaminya.
KARAKTERISTIK BAHASA
ARAB
Bahasa Arab memiliki karakteristik yang unik dan universal. Dikatakan unik karena bahasa Arab memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bahasa lainnya, sedangkan universal berarti adanya kesamaan nilai antara bahasa Arab dengan bahasa lainnya.
Bahasa Arab memiliki karakteristik yang unik dan universal. Dikatakan unik karena bahasa Arab memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bahasa lainnya, sedangkan universal berarti adanya kesamaan nilai antara bahasa Arab dengan bahasa lainnya.
Karakteristik universalitas
bahasa Arab antara lain dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bahasa Arab memiliki gaya bahasa yang beragam, yang meliputi :
a) Ragam sosialyaitu ragam bahasa yang menunjukkan stratifikasi sosial ekonomi
penuturnya
b) Ragam geografis yaitu ragam bahasa yang menunjukkan letak geografis
penuturnya antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga melahirkan dialek
yang beragam.
c) Ragam ideolek yaitu ragam bahasa yang menunjukkan integritas kepribadian
setiap individu masyarakat.
2. Bahasa Arab dapat diekspresikan secara lisan maupun tulisan. Bahasa lisan
sebagai sistem verbal lebih banyak dipakai oleh manusia dalam komunikasi antara
satu dengan lainnya antar anggota masyarakat di lingkungannya. Hal ini
dimaksudkan agar penyampaian pesan lebih cepat dipahami maknanya oleh masyarakat sasaran.
3. Bahasa Arab memiliki sistem,aturan dan perangkat yang khas. Antara lain
bahasa Arab itu :
·
Sistemik, bahasa yang
memiliki system standard yang terdiri dari sejumlah sub-sub system (sub system
tata bunyi, tata kata, kalimat, syntax, gramatikal, wacana dll.).
·
Sistematis, artinya
bahasa Arab juga memiliki aturan-aturan khusus, dimana masing-masing komponen
sub system bahasa bekerja secara sinergis dan sesuai dengan fungsinya.
·
Komplit, maksudnya
bahasa itu memiliki semua perangkat yang dibutuhkan oleh masyarakat pemakai
bahasa itu ketika digunakan untuk sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi
dan bersosialisasi antar mereka.
4. Bahasa Arab memiliki sifat yang arbitrar dan simbolis. Arbitrar berarti
mana suka, artinya tidak adanya hubungan rasional antara lambang verbal dengan
acuanya. Dengan sifat simbolis yang dimiliki bahasa, manusia dapat
mengabstraksikan berbagai pengalaman dan buah pikirannya tentang berbagai hal,
termasuk hal-hal yang kelak dialaminya.
5. Bahasa Arab berpotensi untuk berkembang, produktif dan kreatif. Hal ini
terjadi karena perkembangan bahasa selalau mengikuti perkembanagan peradaban
manusia, sehingga muncul kata dan istilah bahasa baru yang digunakan untuk
mengkomunikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.
6. Bahasa Arab merupakan fenomena individu dan fenomena sosial. Sebagai
fenomena individu, bahasa merupakan ciri khas kemanusiaan, ia bersifat insani
karena hanya manusia yang mempunyai kemampuan berbahasa verbal. Adapun sebagai
fenomena sosial, bahasa merupakan konvensi suatu masyarakat pemilik atau
pemakai bahasa itu.
KARAKTERISTIK UNIK BAHASA ARAB
Adapun beberapa ciri-ciri khusus bahasa Arab yang dianggap unik dan tidak
memiliki bahasa-bahasa lain di dunia, terutama bahasa indonesia, adalah sebbagai
berikut :
1. ASPEK BUNYI
Bahasa pada hakekatnya
adanya bunyi, yaitu berupa gelombang udara yang keluar dari paru-paru melalui
pipa suara dan melintas organ-organ speech atau alat bunyi. Bahasa Arab,
memiliki ciri-ciri khusus dalam aspek bunyi yang tidak dimiliki bahasa lain,
terutama bila dibandingkan dengan bahasa indonesia dan bahasa daerah yang
banyak digunakan diseluruh pelosok tanah air indonesia.
Ciri-ciri khusus itu
adalah :
a. Vokal panjang dianggap sebagai fonem (أُو ،
ِي ، أَ )
b. Bunyi tenggorokan (أصوات الحلق), yaitu ح dan ع
c. Bunyi tebal ( أصوات مطبقة), yaitu ض , ص , ط dan ظ .
d. Tekanan bunyi dalam kata atau stress (النبر )
e. Bunyi bilabial dental (شفوى أسنـانى ), yaitu ف
2. ASPEK KOSAKATA
Bahasa Arab memiliki pola pembentukan kata yang fleksibel, baik melalui
derivasi maupun dengan cara infleksi.dengan melalui dua cara pembentukan kata
ini, bahasa Arab menjadi sangat kaya sekali dengan kosakata. Misalnya :
·
يَعلَم
dan seterusnya (تصريف اصطلاحى ) = 10 kata
·
يعلِّم – عَلّم
dan seterusnya = 10 kata
·
أعلم – يعلم
dan seterusnya = 10 kata
·
تعلم – يتعلم
dan seterusnya = 10 kata
·
تعالم – يتعالم
dan seterusnya = 10 kata
·
يستعلم– استعلم
dan seterusnya = 10 kata
Dengan masing-masing
kata ini dapat dikembangkan lagi dengan cara tasrif dan i’rab sehingga akan
lebih memperkaya bahasa Arab.
3. ASPEK KALIMAT
a. I’rab adalah perubahan bunyi akhir kata, baik berupa harakat ataupun berupa
huruf sesuai dengan jabatan atau kedudukan kata dalam suatu kalimat. Bahasa
Arab adalah bahasa yang mempunyai sistem i’rab terlengkap yang mungkin tidak
dimiliki oleh bahasa lain. I’rab berfungsi untuk membedakan antara jabatan
suatau kata dengan kata yang lain yang sekaligus dapat merubah pengertian
kalimat tersebut.
Contoh :
·
ما أحسنَ خالداً
artinya alangkah baiknya si Khalid
·
ما أحسنُ خالدٍ
artinya apa yang baik pada si Khalid ?
·
ما أحسنَ خالدٌ
artinya apa yang diperbuat baik oleh si Khalid ?
b. Jumlah fi’liyyah dan jumlah ismiyyah
Komponen kalimat dalam bahasa apapun pada dasarnya sama, yaitu subyek,
predikat dan obyek. Namun yang membedakan antara satu bahasa dengan bahasa
lainnya adalah struktur atau susunan kalimat itu. Pola kalimat sederhana dalam
bahasa Arab adalah :
· اسم + اسم
· فعل + اسم
Sementara dalam bahasa Indonesia pola kalimatnya
adalah :
· KB + KB
· KB + KK
c. Muthabaqah (kesesuaian)
Ciri yang sangat menonjol dalam susunan kalimat dalam bahasa Arab adalah
diharuskannya muthabaqah atau persesuaian antara beberapa bentuk kalimat. Misal
harus ada muthabaqah antara mubtada’ dan khabar dalam hal ‘adad ( mufrad,
mutsanna dan jama’) dan dalam jenis (mudzakkar dan muannasts), harus ada
muthabaqah antara maushuf dan shifat dalam jenis ‘adad
( rofa’, nashb dan jar ) dan nakhirah serta ma’rifahnya.
( rofa’, nashb dan jar ) dan nakhirah serta ma’rifahnya.
d. Aspek huruf
ciri yang nampak dominan pada huruf-huruf bahasa Arab adalah :
1.
Bahasa Arab memiliki
ragam huruf dalam penempatan susunan kata, yaitu ada huruf
yang terpisah, ada bentuk huruf di awal kata, di tengah dan di akhir kata.
2.
Setiap satu huruf hanya
melambangkan satu bunyi.
3.
Cara penulisan berbeda
dengan penulisan huruf Latin, yakni dari arah kanan
ke kiri.
Disamping itu, ada
beberapa huruf yang tidak dibunyikan seperti pada kata-kata : أولئك – الزكوة – أنا – لا، أنا طالب dan sebaliknya, ada beberapa bunyi yang tidak
dilambangkan dalam bentuk huruf seperti هذا – ذلك –
أنتَ ؟ .
. PROSEDUR DAN TEKNIK PENGAJARAN TATA
BAHASA
Tata bahasa merupakan
seperangkat aturan yang digunakan oleh manusia dalam berbicara atau menulis dan
bahasa merupakan suatu deskripsi tertulis dari aturan-aturan suatu
bahasa. Tata bahasa adalah suatu system aturan yang mempengaruhi susunan
dan hubungan konvensional kata-kata dalam suatu kalimat.
Dari pengertian tata
bahasa tersebut dapat disimpulkan bahwa tata bahasa terdiri dari dua bagian:
1. Kata-kata,
dan ilmu yang mengatur tata kata disebut dengan istilah ilmu sharf (morphology)
[ilmu yang membahas dasar-dasar pembentukan kata, termasuk di dalamnya
imbuhan].
2. Tata
kalimat (ilmu nahwu) yaitu ilmu yang membahas tentang keadaan kata dalam
pembentukannya menjadi kalimat dan kedudukannya dalam kalimat seperti fa’il,
ma’ul, mubtada, dan seterusnya.
Dalam pengajaran tata
bahasa, ada tiga kecendrungan umum yang sering digunakan oleh pengajar.
Kecenderungan pertama adalah mengajarkan tata bahasa dengan
cara memberikan penjelasan tentang aturan tata bahasa tanpa mengikut sertakan
metode komunikatif. Kecenderungan kedua adalah mengajarkan
tata bahasa dengan cara memberikan kesempatan ada siswa untuk mempraktikkan
pola-pola bahasa sasaran, sehingga siswa hanya memahami aturan kebahasaan
melalui proses analogi bukan berdasarkan penjelasan. Kecenderungan ketiga
adalah mengajarkan tata bahasa dengan memberi kesempatan pada siswa untuk
menggunakan bahasa yang dia pelajari dengan berbagai situasi. Dan pengajaran
yang baik adalah pengajaran yang memilah dan mempertimbangkan tiga
kecenderungan tersebut.
. TEKNIK
PENGAJARAN TATA BAHASA
Ada tiga kegiatan pokok
dalam pengajaran tata bahasa yaitu :
1. Penyajian atau penyimpulan
kaidah bahasa { kaidah shorfiyah dan nahwiyah
}
2. Pemberian contoh-contoh yang mengandung kaidah bahasa yang
diajarkan
3. Penginternalisasian kaidah dalam
diri siswa melalui pemberian serangkaian latihan, dan latihan seperti latihan /
drill mekanis, latihan bermakna dan latihan komunikatif.
KESIMPULAN
Pengetahuan
karakteristik suatu bahasa merupakan salah satu cara memasuki pintu gerbang
pemahaman bahasa tersebut. Begitu juga halnya dengan bahasa Arab yang memiliki
ciri dan kekhususan yang berbeda dan mungkin juga tidak dimiliki oleh bahasa
lain di dunia. Hal ini sangat perlu diketahui oleh para pengajar bahasa Arab dari
segala tingkatan dan jenjang pendidikan. Namun faktor penting yang tidak bisa
dinafikan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran bahasa Arab adanya sense
of belonging yang harus ada pada diri setiap umat Islam pada bahasa
Arab. Selain itu, tata bahasa atau aturan dalam berbahasa juga harus
diperhatikan. Karena dalam mempelajari ilmu bahasa Arab ada kaidah-kaidah
tertentu yang harus dianut. jadi karakteristik dan tata bahasa adalah satu
kesatuan yang harus diperhatikan dalam berbahasa Arab.
DAFTAR
PUSTAKA
- Amin Muhammad, al-Lughat al-’Arabiyyah Ma’nâhâ wa Mabnâhâ, Mesir: Dâr el-Fikr, 1980
- Ahmad Fuad Effendi, Metodologi Pengakaran Bahasa Arab (Malang: Misykat, 2004),
- http://marihanafiah.wordpress.com/2008/06/27/karakteristik-bahasa-arab/
- Ahmad Izzan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, cet. III., Humaniora: Bandung. 2009.
- http://kuliahpemikiran.wordpress.com/2012/01/24/karakteristik-bahasa-arab/
- http://nanoazza.wordpress.com/2008/07/03/karakteristik-bahasa-arab-dan-penerapannya/
- Moh. Matsna, Karakteristik dan Problematika Bahasa Arab, dalam Jurnal Arabia Vol. I Nomor 1/April-September 1998. (Depok: Prodi Arab Fakultas Sastra UI, 1998).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar