Senin, 29 Desember 2014

artikel : Miftahatus Sa’diyah



URGENSI BAHASA ARAB
DALAM PEMAHAMAN BAHASA AL-QUR’AN
Miftahatus Sa’diyah
IAIN Tulungagung
e-mail: miftahatus_sa’diyah@yahoo.com


Abstrak

Dalam menghadapi semua bentuk teori dan pandangan serta pengetahuan yang berkembang, diperlukan adanya kewaspadaan dan kejelian terhadap segala pandangan yang melunturkan makna nilai-nilai Islam yang ada..Bagi umat Islam khususnya, bahasa Arab memiliki keistimewaan dibanding dengan bahasa-bahasa lainnya. Bukan saja bahasa Arab yang memiliki nilai sastra yang bermutu tinggibagi mereka yang mengetahui dan mendalami, akan tetapi bahasa Arab ditakdirkan sebagai bahasa Al-Qur’an. Dalam hal ini bahasa Arab digunakan untuk mengkomunikasikan kalam Allah. Mempelajari bahasa Arab adalah syarat wajib untuk memahami dan menguasai Al-Qur’an. Dengan demikian, peranan bahasa Arab disamping sebagai alat komunikasi antar umat manusia, juga sebagai komunikasi orang yang beriman kepada Allah.Orientasi studi Islam pada IAIN mungkin sudah perlu dikembangkan, sehingga mencakup bukan hanya pngetetahuan yang selama ini dikenal. Selanjutnya, seyogyanyalah umat Islam sudi dan senantiasa siap sedia merubah (change) perilaku dan pola pikir yang tidak konstruktif, efektif, dan efisien serta tidak kondusif terhadap kemodernan yang merupakan misi Islam dalam rangka mengaktualkan nilai-nilai Islam itu.Landasan filosofis ilmu pengetahuan yang ada selama ini mungkin sudah waktunya diarahkan dan diluruskan sedemikian rupa, sehingga memungkinkan timbulnya penyenyewaan antara pengetahuan umum dan nilai-nilai keislaman. Dengan kata lain, sudah perlu diwujudkan islamisasi pengetahuan pada sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi umum.
Kata kunci : bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an, nilai keislaman, urgensi bahasa Arab

PENDAHULUAN
Secara historis, bahasa Arab masuk ke nusantara jauh sebelum datangnya Islam. Setelah Islam datang, eksistensi bahasa Arab semakin berada pada posisi yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena Al-Qur’an diwahyukan dalam bentuk bahasa Arab kepada Nabi Muhammad SAW pada abad ketujuh Masehi (John L. Esposito, 2001:146). Berbicara tentang bahasa Arab, bahasa Arab di Indonesia mempunyai posisi yang strategis. Indonesia mayoritas penduduknya adalah beragama Islam, maka disadari atau tidak, masyarakat Indonesia haruslah dapat berbahasa Arab. Karena bahasa Arabsebagai bahasa Al-Qur’an yang merupakan kitab sucinya orang muslim. Bahasa Arab sebagai bahasa perhubungan antar umat Islam diakui sebagai bahasa agama yang diperlukan untuk berhubungan dengan bangsa-bangsa lain di dunia Islam. Juga, untuk mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari perkembangan ilmu pengetahuan agama untuk kepentingan pembangunan nusa dan bangsa.
Bahasa Arab secara riil digunakan manusia dalam kegiatan peribadatan. Demikian juga dalam ekonomi, perdagangan, pekerjaan, dan politik. Bahasa Arab menempati tempat yang sangat signifikan bagi kehidupan bermasyarakat. Disadari atau tidak, masyarakat Indonesia pada dasarnya sangat memerlukan bahasa Arab. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa pelayanan terhadap bahasa Arab di Indonesia masih menjadi “bahasa kelas dua”, artinyakehadiran bahasa-bahasa asing lainnya menjadikan bahasa Arab tergeser dari posisinya, misalkan hadirnya bahasa Inggris. Kedua bahasa ini memang diakui sebagai bahasa Internasional, akan tetapi jelas sekali perbedaan pada fungsi utamanya. Seiring dengan berkembangnya zaman modernisasi dan pengaruh globalisasi yang semakin meluas, menjadikan bahasa Arab di Indonesia terus mengalami desentralisasi bahasa.
Situasi kebahasaan di Indonesia menunjukkan bahwa disamping bahasa nasional dan bahasa-bahasa daerah terdapat juga pemakaian bahasa-bahasa asing tertentu.Terutama bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Jerman, dan bahasa Perancis. Bahasa Arab diakui sebagai bahasa agama, diajarkan mulai dari kelas satu Ibtidaiyah sampai dengan tingkat tertentu di tingkat lembaga-lembaga pendidikan tinggi agama Islam, dan secara kurikuler bahasa Arab menduduki posisi sebagai mata pelajaran wajib.
Dalam diktat “Mu fi Tarikhi Tadrisi al-Lughati al-‘Arabiyyati li Ghairi al-A’rab” yang ditulis oleh Prof. Abdul Aziz bin Nashir Shalih, dinyatakan bahwa bahasa Arab memiliki keistimewaan dibanding bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Arab, selain menjadi bahasa Al-Qur’an juga sebagai bahasa agama Islam, bahasa sumber ajaran Islam, bahasa kitab suci agama Islam. Dengan demikian, bahasa Arab sangat erat kaitannya dengan kaum muslimin.
Bahasa Arab dan Islam
Sejak bahasa Arab yang tertuang di dalam Al-Qur’an didengungkan hingga kini, semua pengamat baik Barat maupun orang muslim Arab menganggapnya sebagai bahasa yang memiliki standar ketinggian dan keelokkan linguistic yang tertinggiyang tertinggi, yang tiada taranya. Hal ini tentu saja berdampak pada munculnya superioritas satra dan filsafat bahkan pada sains seperti ilmu matematika, kedokteran, ilmu bumi, dan tata bahasa Arab sendiri pada masa-masa kejayaan Islam setelahnya.
Ali al-Najjar (1980:35) dalam Syahin (1980) mengungkapkan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang terluas dan terkaya kandungannya,. Sementara Abdul Hamid bin Yahya dalam al-Hasyimiy (1354 H:4) berkata: Aku mendengar Syu’bah berkata: “Pelajarilah bahasa Arab karena bahasa Arab itu akan menambah (ketajaman) daya nalar”. Kedudukan istimewa yang dimiliki oleh bahasa Arab di antara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungsi sebagai bahasa Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab lainnya. Selanjutnya, Akkawi (1987:2)menulis bahwa Amir al-Mu’minin Umar bin Khattab r.a berkata: “Hendaklah kamu sekalian tamak (kerajinan) mempelajari bahasa Arab karena bahasa Arab itu merupakan bagian dari agamamu”(Azhar Arsyad. 2004:6).
Berdasarkan itulah maka orang yang hendak memahami hukum-hukum (ajaran) agama Islam dengan baik haruslah berusaha mempelajari bahasa Arab. Bahasa-bahasa lain termasuk bahasa Indonesia, tidak dapat diandalkan untuk memberikan kepastian arti yang tersurat dan tersirat dari makna yang terkandung dalam Al-Qur’an (Ash Shiddiqi, 1975:207). Karena Al-Qur’an diturunkan menggunakan bahasa Arab yang mubin, maka kaidah-kaidah yang diperlukan dalam memahami Al-Qur’an bersendi atas kaidah-kaidah bahasa Arab, memahami asas-asasnya, merasakan uslub-uslubnya dan mengeahui rahasianya. Keunggulan bahasa Arab adalah kekayaannya, pengertian-pengertian niskala (abstrak) serta ketepatan makna dan kemungkinan pembentukan kata turunan.
Fungsi dan Peranan Bahasa Arab
Bahasa Arab memiliki fungsi yang istimewa dibanding bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Arab bukan hanya sebagai alat komunikasi bangsa Arab dan bernilai sastra tinggi akan tetapi bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa Al-Qur’an. Bahasa Arab dalam konteks Al-Qur’an ini digunakan untuk mengkomunikasikan kalam Allah. Oleh karena itu bahasa Arab memiliki nilai sastra yang sangat tinggi dan mengagumkan bagi manusia dan manusia tidak akan mampu menandinginya. Ini merupakan ketetapan yang tidak dapat dibantah.
اناانزلناه قراناعربيالعلكمتعقلون
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. (QS. Yusuf,2)
Bahasa Arab dan Al-Qur’an bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Untuk menguasai bahasa Arab harus belajar bahasa Arab dengan baik.Dengan demikian, peranan bahasa Arab disamping sebagai alat komunikasi sesame manusia juga sebagai alat komunikasi antara manusia dengan Allah SWT.Misalnya pada saat kita beribadah, yakni sholat lima waktu.
Kenyataan lain, bahwa bahasa Arab dalam fase perkembangannya telah dijadikan bahasa resmi dunia internasional dan ini sangat menggembirakan bagi kita semua. Maka tidak berlebihan jika pengajaran bahasa Arab perlu mendapatkan penekanan dan perhatian seksama, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai pada Lembaga Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta, umum maupun agama.
Bagi umat Islam khususnya, bahasa Arab memiliki keistimewaan dibanding dengan bahasa-bahasa lainnya. Bukan saja bahasa Arab yang memiliki nilai sastra yang bermutu tinggibagi mereka yang mengetahui dan mendalami, akan tetapi bahasa Arab ditakdirkan sebagai bahasa Al-Qur’an. Dalam hal ini bahasa Arab digunakan untuk mengkomunikasikan kalam Allah.Mempelajari bahasa Arab adalah syarat wajib untuk memahami dan menguasai Al-Qur’an.Dengan demikian, peranan bahasa Arab disamping sebagai alat komunikasi antar umat manusia, juga sebagai komunikasi orang yang beriman kepada Allah (Drs. As’aril Muhajir, 2004:97).
Nilai Bahasa Arab yang Terkandung dalam Al-Qur’an.Bahasa Arab memiliki karakteristik yang sangat menonjol. Apakah itu ?bahasa Arab, derajatnya sangat tinggi, jauh diatas dialek-dialek percakapan biasa yang berlaku sehari-hari. Memang oleh masyarakat awam, bahasa Arab standar ini dapat dipahami, bahkan juga menarik serta sangat dikagumi.Namun demikian tidaklah mudah menguasai dan mempergunakannya kecuali orang-orang tertentu yang berbakat dan berhasil dalam belajar serta melatih diri.Sebab itu seseorang yang mampu menguasai dan mempergunakan bahasa Arab standar diakui dan dinilai sebagi orang yang berkedudukan tinggi dan terkemuka diantara keluarga dan kaumnya. Selain itu, kita dapat memahami makna dari apa yang setiap hari kita ucapkan ketika mendirikan sholat lim waktu (Azhar Arsyad. 2004:116).
Tujuan Mempelajari Bahasa Arab
Secara garis besar tujuan pengajaran bahasa Arab itu adalah agar seseorang dapat memahami Al-Qur’an dan Al- Hadits sebagai sumber hokum ajaran Islam, memahami buku-buku agam dan kebudayaan Islam yang ditulis dengan bahasa Arab.
Agar pendidikan bahasa Arab tidak dipandang sulit, sukar, maka setidaknya dibiasakan untuk bercakap-cakap menggunakan bahasa Arab, walaupun hanya sederhana.Disamping itu, kiata juga harus mengimbanginya dengan beajar nahwu sharaf agar kita mudah memahaminya.
Problematika umum kita sebagai Negara Islamterbesar di dunia salah satunya adalah kualitas out put bahasa Arab walau di dalamnya terdapat ribuan pesantren, madrasah diniyah, juga madrasah formal bak yang negeri maupun swasta, dan tidak sedikit perguruan tinggi Islam. Kwantitas muslim negeri ini yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan Al-Hadits masih cukup signifikan terlebih lagi yang mampu memahami keduanya dengan bahasa aslinya masih sangat jauh dari target dan harapan. Bahasa Arab masih belum membumi pada prioritas muslim kita, masih berhenti pada tataran membaca teks sehingga belum bisa memahami pesan-pesan yang terkandung didalamnya. Apalagi mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari secara nyata.
Artikel ini ditulis sebagai sebuah sindiran untuk orang-orang muslim Indonesia. Mengapa demikian ?sudah sepatutnya masyarakat Indonesia kembali lagi memasuki dunia berbahasa Arab, agar kita tidak tersesat atau terjerumus ke dalam jurang yang kita buat sendiri. Sudah saatnya kita mengoptimalkan dan memantapkan pada hati kita masing-masing tentang pentingnya mempelajari bahasa Arab demi kemaslahatan ummat di masa sekarang dan yang akan mendatang
SIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kedudukan istimewa yang dimiliki oleh bahasa Arab di antara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungsi sebagai bahasa Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab lainnya.Bahasa Arab memiliki fungsi yang istimewa dibanding bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Arab bukan hanya sebagai alat komunikasi bangsa Arab dan bernilai sastra tinggi akan tetapi bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa Al-Qur’an. Bahasa Arab dalam konteks Al-Qur’an ini digunakan untuk mengkomunikasikan kalam Allah. Oleh karena itu bahasa Arab memiliki nilai sastra yang sangat tinggi dan mengagumkan bagi manusia dan manusia tidak akan mampu menandinginya. Ini merupakan ketetapan yang tidak dapat dibantah.
. Kwantitas muslim negeri ini yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan Al-Hadits masih cukup signifikan terlebih lagi yang mampu memahami keduanya dengan bahasa aslinya masih sangat jauh dari target dan harapan. Bahasa Arab masih belum membumi pada prioritas muslim kita, masih berhenti pada tataran membaca teks sehingga belum bisa memahami pesan-pesan yang terkandung didalamnya. Apalagi mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari secara nyata.


Daftar Rujukan
Arsyad, Azhar. 2004. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Yogyakarta. Pustaka Pelajar
Muhajir, As’aril. 2004. Psikologi Belajar Bahasa Arab, Jakarta. PT Bina Ilmu

Tidak ada komentar: