DALAM PEMAHAMAN
BAHASA AL-QUR’AN
Miftahatus
Sa’diyah
IAIN
Tulungagung
e-mail:
miftahatus_sa’diyah@yahoo.com
Abstrak
Dalam
menghadapi semua bentuk teori dan pandangan serta pengetahuan yang berkembang,
diperlukan adanya kewaspadaan dan kejelian terhadap segala pandangan yang
melunturkan makna nilai-nilai Islam yang ada..Bagi umat Islam khususnya, bahasa
Arab memiliki keistimewaan dibanding dengan bahasa-bahasa lainnya. Bukan saja
bahasa Arab yang memiliki nilai sastra yang bermutu tinggibagi mereka yang
mengetahui dan mendalami, akan tetapi bahasa Arab ditakdirkan sebagai bahasa
Al-Qur’an. Dalam hal ini bahasa Arab digunakan untuk mengkomunikasikan kalam
Allah. Mempelajari bahasa Arab adalah syarat wajib untuk memahami dan menguasai
Al-Qur’an. Dengan demikian, peranan bahasa Arab disamping sebagai alat
komunikasi antar umat manusia, juga sebagai komunikasi orang yang beriman
kepada Allah.Orientasi studi Islam pada IAIN mungkin sudah perlu dikembangkan,
sehingga mencakup bukan hanya pngetetahuan yang selama ini dikenal.
Selanjutnya, seyogyanyalah umat Islam sudi dan senantiasa siap sedia merubah (change)
perilaku dan pola pikir yang tidak konstruktif, efektif, dan efisien serta
tidak kondusif terhadap kemodernan yang merupakan misi Islam dalam rangka
mengaktualkan nilai-nilai Islam itu.Landasan filosofis ilmu pengetahuan yang
ada selama ini mungkin sudah waktunya diarahkan dan diluruskan sedemikian rupa,
sehingga memungkinkan timbulnya penyenyewaan antara pengetahuan umum dan
nilai-nilai keislaman. Dengan kata lain, sudah perlu diwujudkan islamisasi
pengetahuan pada sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi umum.
Kata kunci : bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an, nilai keislaman, urgensi
bahasa Arab
PENDAHULUAN
Secara historis, bahasa Arab masuk ke nusantara jauh sebelum
datangnya Islam. Setelah Islam datang, eksistensi bahasa Arab semakin berada
pada posisi yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena Al-Qur’an diwahyukan
dalam bentuk bahasa Arab kepada Nabi Muhammad SAW pada abad ketujuh Masehi
(John L. Esposito, 2001:146). Berbicara tentang bahasa Arab, bahasa Arab di
Indonesia mempunyai posisi yang strategis. Indonesia mayoritas penduduknya adalah
beragama Islam, maka disadari atau tidak, masyarakat Indonesia haruslah dapat
berbahasa Arab. Karena bahasa Arabsebagai bahasa Al-Qur’an yang merupakan kitab
sucinya orang muslim. Bahasa Arab sebagai bahasa perhubungan antar umat Islam
diakui sebagai bahasa agama yang diperlukan untuk berhubungan dengan
bangsa-bangsa lain di dunia Islam. Juga, untuk mengambil manfaat yang
sebesar-besarnya dari perkembangan ilmu pengetahuan agama untuk kepentingan
pembangunan nusa dan bangsa.
Bahasa Arab secara riil digunakan manusia dalam kegiatan
peribadatan. Demikian juga dalam ekonomi, perdagangan, pekerjaan, dan politik.
Bahasa Arab menempati tempat yang sangat signifikan bagi kehidupan
bermasyarakat. Disadari atau tidak, masyarakat Indonesia pada dasarnya sangat
memerlukan bahasa Arab. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa pelayanan
terhadap bahasa Arab di Indonesia masih menjadi “bahasa kelas dua”, artinyakehadiran
bahasa-bahasa asing lainnya menjadikan bahasa Arab tergeser dari posisinya,
misalkan hadirnya bahasa Inggris. Kedua bahasa ini memang diakui sebagai bahasa
Internasional, akan tetapi jelas sekali perbedaan pada fungsi utamanya. Seiring
dengan berkembangnya zaman modernisasi dan pengaruh globalisasi yang semakin
meluas, menjadikan bahasa Arab di Indonesia terus mengalami desentralisasi bahasa.
Situasi kebahasaan di Indonesia menunjukkan bahwa disamping bahasa
nasional dan bahasa-bahasa daerah terdapat juga pemakaian bahasa-bahasa asing
tertentu.Terutama bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Jerman, dan bahasa
Perancis. Bahasa Arab diakui sebagai bahasa agama, diajarkan mulai dari kelas
satu Ibtidaiyah sampai dengan tingkat tertentu di tingkat lembaga-lembaga
pendidikan tinggi agama Islam, dan secara kurikuler bahasa Arab menduduki
posisi sebagai mata pelajaran wajib.
Dalam diktat “Mu fi Tarikhi Tadrisi al-Lughati al-‘Arabiyyati li
Ghairi al-A’rab” yang ditulis oleh Prof. Abdul Aziz bin Nashir Shalih,
dinyatakan bahwa bahasa Arab memiliki keistimewaan dibanding bahasa-bahasa
lainnya. Bahasa Arab, selain menjadi bahasa Al-Qur’an juga sebagai bahasa agama
Islam, bahasa sumber ajaran Islam, bahasa kitab suci agama Islam. Dengan
demikian, bahasa Arab sangat erat kaitannya dengan kaum muslimin.
Bahasa Arab dan Islam
Sejak bahasa Arab yang tertuang di dalam Al-Qur’an didengungkan
hingga kini, semua pengamat baik Barat maupun orang muslim Arab menganggapnya
sebagai bahasa yang memiliki standar ketinggian dan keelokkan linguistic yang
tertinggiyang tertinggi, yang tiada taranya. Hal ini tentu saja berdampak pada
munculnya superioritas satra dan filsafat bahkan pada sains seperti ilmu
matematika, kedokteran, ilmu bumi, dan tata bahasa Arab sendiri pada masa-masa
kejayaan Islam setelahnya.
Ali al-Najjar (1980:35) dalam Syahin (1980) mengungkapkan bahwa
bahasa Arab merupakan bahasa yang terluas dan terkaya kandungannya,. Sementara
Abdul Hamid bin Yahya dalam al-Hasyimiy (1354 H:4) berkata: Aku mendengar
Syu’bah berkata: “Pelajarilah bahasa Arab karena bahasa Arab itu akan menambah
(ketajaman) daya nalar”. Kedudukan istimewa yang dimiliki oleh bahasa Arab di
antara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungsi sebagai bahasa Al-Qur’an
dan Hadits serta kitab-kitab lainnya. Selanjutnya, Akkawi (1987:2)menulis bahwa
Amir al-Mu’minin Umar bin Khattab r.a berkata: “Hendaklah kamu sekalian tamak
(kerajinan) mempelajari bahasa Arab karena bahasa Arab itu merupakan bagian
dari agamamu”(Azhar Arsyad. 2004:6).
Berdasarkan itulah maka orang yang hendak memahami hukum-hukum
(ajaran) agama Islam dengan baik haruslah berusaha mempelajari bahasa Arab. Bahasa-bahasa
lain termasuk bahasa Indonesia, tidak dapat diandalkan untuk memberikan
kepastian arti yang tersurat dan tersirat dari makna yang terkandung dalam
Al-Qur’an (Ash Shiddiqi, 1975:207). Karena Al-Qur’an diturunkan menggunakan
bahasa Arab yang mubin, maka kaidah-kaidah yang diperlukan dalam
memahami Al-Qur’an bersendi atas kaidah-kaidah bahasa Arab, memahami
asas-asasnya, merasakan uslub-uslubnya dan mengeahui rahasianya. Keunggulan
bahasa Arab adalah kekayaannya, pengertian-pengertian niskala (abstrak) serta
ketepatan makna dan kemungkinan pembentukan kata turunan.
Fungsi dan Peranan Bahasa Arab
Bahasa Arab memiliki fungsi yang istimewa dibanding bahasa-bahasa
lainnya. Bahasa Arab bukan hanya sebagai alat komunikasi bangsa Arab dan
bernilai sastra tinggi akan tetapi bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa
Al-Qur’an. Bahasa Arab dalam konteks Al-Qur’an ini digunakan untuk
mengkomunikasikan kalam Allah. Oleh karena itu bahasa Arab memiliki nilai
sastra yang sangat tinggi dan mengagumkan bagi manusia dan manusia tidak akan
mampu menandinginya. Ini merupakan ketetapan yang tidak dapat dibantah.
اناانزلناه قراناعربيالعلكمتعقلون
“Sesungguhnya Kami menurunkannya
berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. (QS. Yusuf,2)
Bahasa Arab dan Al-Qur’an bagaikan dua sisi mata uang yang tidak
dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Untuk menguasai bahasa Arab
harus belajar bahasa Arab dengan baik.Dengan demikian, peranan bahasa Arab
disamping sebagai alat komunikasi sesame manusia juga sebagai alat komunikasi
antara manusia dengan Allah SWT.Misalnya pada saat kita beribadah, yakni sholat
lima waktu.
Kenyataan lain, bahwa bahasa Arab dalam fase perkembangannya telah
dijadikan bahasa resmi dunia internasional dan ini sangat menggembirakan bagi
kita semua. Maka tidak berlebihan jika pengajaran bahasa Arab perlu mendapatkan
penekanan dan perhatian seksama, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai pada
Lembaga Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta, umum maupun agama.
Bagi umat Islam khususnya, bahasa Arab memiliki keistimewaan dibanding
dengan bahasa-bahasa lainnya. Bukan saja bahasa Arab yang memiliki nilai sastra
yang bermutu tinggibagi mereka yang mengetahui dan mendalami, akan tetapi
bahasa Arab ditakdirkan sebagai bahasa Al-Qur’an. Dalam hal ini bahasa Arab
digunakan untuk mengkomunikasikan kalam Allah.Mempelajari bahasa Arab adalah
syarat wajib untuk memahami dan menguasai Al-Qur’an.Dengan demikian, peranan
bahasa Arab disamping sebagai alat komunikasi antar umat manusia, juga sebagai
komunikasi orang yang beriman kepada Allah (Drs. As’aril Muhajir, 2004:97).
Nilai Bahasa Arab yang Terkandung dalam Al-Qur’an.Bahasa Arab
memiliki karakteristik yang sangat menonjol. Apakah itu ?bahasa Arab,
derajatnya sangat tinggi, jauh diatas dialek-dialek percakapan biasa yang
berlaku sehari-hari. Memang oleh masyarakat awam, bahasa Arab standar ini dapat
dipahami, bahkan juga menarik serta sangat dikagumi.Namun demikian tidaklah
mudah menguasai dan mempergunakannya kecuali orang-orang tertentu yang berbakat
dan berhasil dalam belajar serta melatih diri.Sebab itu seseorang yang mampu
menguasai dan mempergunakan bahasa Arab standar diakui dan dinilai sebagi orang
yang berkedudukan tinggi dan terkemuka diantara keluarga dan kaumnya. Selain
itu, kita dapat memahami makna dari apa yang setiap hari kita ucapkan ketika
mendirikan sholat lim waktu (Azhar Arsyad. 2004:116).
Tujuan Mempelajari Bahasa Arab
Secara garis besar tujuan pengajaran bahasa Arab itu adalah agar
seseorang dapat memahami Al-Qur’an dan Al- Hadits sebagai sumber hokum ajaran
Islam, memahami buku-buku agam dan kebudayaan Islam yang ditulis dengan bahasa
Arab.
Agar pendidikan bahasa Arab tidak dipandang sulit, sukar, maka
setidaknya dibiasakan untuk bercakap-cakap menggunakan bahasa Arab, walaupun
hanya sederhana.Disamping itu, kiata juga harus mengimbanginya dengan beajar
nahwu sharaf agar kita mudah memahaminya.
Problematika umum kita sebagai Negara Islamterbesar di dunia salah
satunya adalah kualitas out put bahasa Arab walau di dalamnya terdapat ribuan
pesantren, madrasah diniyah, juga madrasah formal bak yang negeri maupun
swasta, dan tidak sedikit perguruan tinggi Islam. Kwantitas muslim negeri ini
yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan Al-Hadits masih cukup signifikan
terlebih lagi yang mampu memahami keduanya dengan bahasa aslinya masih sangat
jauh dari target dan harapan. Bahasa Arab masih belum membumi pada prioritas
muslim kita, masih berhenti pada tataran membaca teks sehingga belum bisa
memahami pesan-pesan yang terkandung didalamnya. Apalagi mengimplementasikan ke
dalam kehidupan sehari-hari secara nyata.
Artikel ini ditulis sebagai sebuah sindiran untuk orang-orang
muslim Indonesia. Mengapa demikian ?sudah sepatutnya masyarakat Indonesia
kembali lagi memasuki dunia berbahasa Arab, agar kita tidak tersesat atau
terjerumus ke dalam jurang yang kita buat sendiri. Sudah saatnya kita
mengoptimalkan dan memantapkan pada hati kita masing-masing tentang pentingnya
mempelajari bahasa Arab demi kemaslahatan ummat di masa sekarang dan yang akan
mendatang
SIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kedudukan
istimewa yang dimiliki oleh bahasa Arab di antara bahasa-bahasa lain di dunia
karena ia berfungsi sebagai bahasa Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab
lainnya.Bahasa Arab memiliki fungsi yang istimewa dibanding bahasa-bahasa
lainnya. Bahasa Arab bukan hanya sebagai alat komunikasi bangsa Arab dan
bernilai sastra tinggi akan tetapi bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa
Al-Qur’an. Bahasa Arab dalam konteks Al-Qur’an ini digunakan untuk
mengkomunikasikan kalam Allah. Oleh karena itu bahasa Arab memiliki nilai
sastra yang sangat tinggi dan mengagumkan bagi manusia dan manusia tidak akan
mampu menandinginya. Ini merupakan ketetapan yang tidak dapat dibantah.
. Kwantitas muslim negeri ini yang belum mampu membaca Al-Qur’an
dan Al-Hadits masih cukup signifikan terlebih lagi yang mampu memahami keduanya
dengan bahasa aslinya masih sangat jauh dari target dan harapan. Bahasa Arab
masih belum membumi pada prioritas muslim kita, masih berhenti pada tataran
membaca teks sehingga belum bisa memahami pesan-pesan yang terkandung
didalamnya. Apalagi mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari secara
nyata.
Daftar Rujukan
Arsyad, Azhar. 2004. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Yogyakarta.
Pustaka Pelajar
Muhajir, As’aril. 2004. Psikologi Belajar Bahasa Arab, Jakarta.
PT Bina Ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar