METODE PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA
oleh
Mey Afiddatul Asmara Arini Nabela
Pendidikan Bahasa Arab (PBA)/ FTIK
e-mail: meynabila29@yahoo.com
Bahasa
Arab adalah bahasa yang penting bagi
umat Islam karena bahasa Arab merupakan
bahasa ibu ajaran Islam (al-lughah al-ummi). Seperti yang kita
ketahui bahwa salah satu sumber hukum umat Islam adalah al-Quran yang
diturunkan oleh Allah dengan menggunakan bahasa Arab. Oleh karena itu, sebagai
umat Islam, kita harus belajar bahasa Arab dalam memahami al-Quran. . Meskipun
mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Islam, minat untuk mempelajari bahasa
Arab masih kurang.Banyakyang mengeluhkan mempelajari bahasa Arab sangatlah
rumit, membingungkan dan tidak menarik. Dalam rangka menarik minat siswa
terhadap pembelajaran bahasa Arab diperlukan metode pembelajaran yang efektif, salah
satunya dengan menggunakan media pembelajaran bahasa. Banyak ahli yang mengakui
bahwa media pengajaran bahasa memberikan efek yang positif terhadap
pembelajaran bahasa Arab. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan metode
pembelajaran bahasa Arab yang efektif dengan menggunakan media pembelajaran.
Kata kunci: metode pembelajaran
bahasa Arab, efektif, media
Pendahuluan
Bahasa Arab selain bahasa alat komunikasi dan pergaulan
internasional, memiliki kedudukan istimewa di antara bahasa-bahasa lain di
dunia karena ia berfungsi sebagai bahasa al-Quran, al-Hadits serta kitab-kitab
lainnya[1].
Itulah sebabnya Abdul Alim Ibrahim berkata bahwa bahasa Arab merupakan bahasa
orang Arab dan sekaligus juga merupakan bahasa agama Islam. Berdasarkan itulah
orang yang hendak memahami hukum-hukum (ajaran) agama Islam dengan baik
haruslah berusaha mempelajari bahasa Arab.Bahasa-bahasa lain, termasuk bahasa
Indonesia, tidak dapat diandalkan untuk memberikan kepastian arti yang tersurat
dan tersirat dari makna yang terkandung dalam al-Quran. Al-Quran diturunkan
dalam bahasa Arab yang mubin, maka kaedah-kaedah yang diperlukan dalam memahami
al-Quran bersendi atas kaedah-kaedah bahasa Arab, memahami asas-asasnya,
merasakan uslub-uslubnya, dan mengetahui rahasia-rahasianya.
Meskipun mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Islam, minat
untuk mempelajari bahasa Arab masih kurang. Banyak yang mengeluhkan mempelajari
bahasa Arab sangatlah rumit, membingungkan dan membosankan tak ubah layaknya
setan yang mengerikan bagi yang berminat ingin mendekatinya. Dalam rangka
menghilangkan asumsi-asumsi masayarakat yang telah mengakar dalam
pemikiran-pemikiran masyarakat Indonesia khususnya pelajar, diperlukan sebuah
metode pembelajaran yang efektif untuk menarik minat siswa dalam belajar bahasa
Arab. Dalam artikel ini menawarkan sebuah metode pembelajaran efektif berbahasa
Arab dengan menggunakan media pembelajaran bahasa.
Pentingnya Penanaman Metode Pembelajaran
Kegiatan belajar-mengajar bahasa Arab melibatkan beberapa komponen
, yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, isi pelajaran,
metode pembelajaran, media dan evaluasi. Tujuan pembelajaran bahasa secara umum
agar peserta didik mampu menguasai empat keterampilan (skills) bahasa,
yaitu keterampilan menyimak, membaca, berbicara dan menulis. Dalam memperoleh
keempat keterampilan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah
satunya adalah metode pembelajaran[2].
Metode pembelajaran (thariqah
al-tadris/teaching method) adalah tingkat perencanaan program yang bersifat
menyeluruh yang berhubungan erat dengan langkah-langkah penyampaian materi
pelajaran secara prosedural, tidak saling bertentangan, dan tidak bertentangan
dengan pendekatan. Dengan kata lain, metode adalah langkah-langkah umum tentang
penerapan teori-teori yang ada pada pendekatan tertentu. Dalam tingkatan ini
diadakan pilihan-pilihan tentang keterampilan-keterampilan khusus mana yang
harus diajarkan, materi-materi apa yang harus disampaikan, dan bagaimana
urutannya[3].
Penanaman metode
mempunyai peranan penting agar kita mempunyai sesuatu yang dicanteli
untuk menggantungkan gagasan-gagasan kita dalam pengajaran bahasa. Selain itu,
metode pengajaran juga memberikan rasa stabil (stability), kepecayaan
dan keyakinan (confidence), dan rasa aman (security) kepada murid
dan guru[4].
Keberhasilan pembelajaran bahasa Arab sangat tergantung pendidik (guru) memilih
metode yang tepat dalam pembelajarannya. Pendidik mungkin perlu melakukan
perubahan atau pergantian metode dalam proses belajar-mengajar sejalan
perubahan sikap dan minat siswa terhadap materi yang disampaikan. Keberhasilan
penggunaan suatu metode merupakan keberhasilan proses belajar-mengajar yang
pada akhirnya berfungsi sebagai determinasi kualitas pendidikan.
Efektfitas Pembelajaran
Pembelajaran (al-ta’lim/at-tadris), yaitu proses yang identik dengan dengan
kegiatan mengajar yang dilakukan guru sebagai arsitek kegiatan belajar, agar
terjadi kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran tampaknya lebih dari sekedar
mengajar tetapi juga upaya membangkitkan minat, motivasi, dan pemolesan
aktivitas pelajar agar kegiatan mereka menjadi dinamis. Jadi pembelajaran
substansinya adalah kegiatan mengajar yang dilakukan scara maksimal oleh
seorang guru agar anak didik yang ia ajari materi tertentu melakukan kegiatan
belajar dngan baik. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab adalah kegiatan
mengajar yang dilakukan secara maksimal oleh seorang guru agar anak didik yang
ia ajari bahasa Arab melakukan kegiatan belajar dengan baik sehingga kondusif
untuk mencapai tujuan belajar bahasa Arab[5].
Setiap guru tentunya
mengarapkan agar proses belajar-mengajar yang dilakukannya bermanfaat dan
efektif. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang hanya dengan
menggunakan bebrapa langkah, sedikit mengeluarkan energi, dan dalam waktu yan
sangat terbatas dapat mewujudkan hasil yang maksimal[6].
Dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif tersebut perlu dipenuhi beberapa
syarat. Pertama, seorang guru hendaklah mengetahui bagaimana cara mengajar
yang baik. Kedua, seorang guru hendaklah menjaga penampilannya dengan
baik. Ketiga, seorang guru hendaklah membuat persiapan mengajar sebelum
dia memasuki kelas. Keempat, seorang guru hendaklah memperhatikan
keragaman kepribadian para pembelajar. Kelima, seorang guru hendaklah
memperlakukan anak didiknya dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut. Keenam,
seorang guru hendaklah memberikan kesempatan yang memadai kepada peserta didik
untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar-mengajar.
Pembelajaran yang
efektif sangat penting diusahakan karena akan melahirkan belajar yang efektif
bagi peserta didik. Pembelajaran yang efektif juga dapat menghemat energi,
waktu dan langkah-langkah guru dan peserta didik. Pembelajaran yang efektif
tidak saja akan melahirkan belajar yang sempurna, akan tetapi juga melahirkan
belajar yang menyenangkan [7].
Media Pembelajaran Bahasa
Proses belajar-mengajar pada hakekatnya adalah proses komunikasi.
Agar proses komunikasi berjalan dengan lancar atau berlangsung secara efektif
diperlukan alat bantu yang disebut dengan media pembelajaran[8].
Gagne dan Briggs mengemukakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang
secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang di
antaranya terdiri atas buku, tape recorder, kaset, video camera, film, slide,
foto, gambar, grafik, televisi dan komputer. Dengan kata lain, media adalah
komponen sumber belajar atau peralatan fisik yang mengandung materi
pembelajaran di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar[9].
Tujuan utama penggunaan
media pembelajaran adalah agar pesan atau informasi yang dikomunikasikan
tersebut dapat diserap semaksimal mungkin oleh para siswa sebagai penerima
informasi. Terkait dengan proses pembelajaran bahasa Arab (bahasa apapun), di
mana pelajar akan dibekali aau belajar keterampilan berbahasa dengan berlatih
secara terus-menerus unuk memperoleh keterampilan tersebut. Padahal berlatih
secara berkesinambungan adalah hal yang membosankan, sehingga kehadiran media
dalam proses belajar bahasa sangat membantu untuk tetap menjaga gairah belajar
siswa[10].
Media memiliki fungsi
yang jelas yaitu memperjelas, memudahkan, dan membuat menarik pesan kurikulum
yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi
belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. Dengan demikian kegunaan media
pembelajaran dalam dalam belajar mengajar sangat penting sekali untuk
menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan,
utamanya belajar bahasa.
Selain memiliki fungsi
dan kegunaan yang penting, media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar
juga memiliki peran dalam berbagai pola kegiatan tersebut. Pertama, guru
sebagai sumber belajar sekaligus media. Kedua, guru dan media sebagai
sumber belajar.Ketiga, guru menyerahkan sebagian tanggung jawabnya
kepada media. Keempat, media sebagai satu-satunya sumber belajar[11].
Dalam kajian linguistik
dengan menggunakan pendekatan struktural, bahasa dipandang sebagai sesuatu yang
terdiri dari komponen-komponen atau unsur-unsur yang dapat dipisahkan dan
dibedakan satu komponen dari komponen yang lain. Adapun pembelajaran komponen
bahasa dapat diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran bahasa. Pertama,
media pembelajaran aswat (bunyi). Tujuan pembelajaran bunyi bahasa
secara umum meliputi; penguasaan seluruh sitem bunyi, baik dalam bentuk
mengenal dan memahami buyi bahasa secara reseptif, maupun dalam bentuk
melafalkan dan menggunakan bunyi bahasa secara aktif-produktif. Media
pembelajaran yang bisa digunakan mengajarkan bunyi di antaranya adalah: Laukhah
an-Nutqi (bagan artikulasi ucap) yang terdiri dari beberapa alat ucap baik
yang bergerak atau yang tetap. Media lain yang bisa digunakan untuk mengajarkan
bunyi adalah dalam bentuk kartu bergambar. Bentuk lain dari media bunyi yang
digunakan adalah rekaman bunyi-bunyi hijaiyah padakaset atau CD, atau rekaman
bacaan al-Quran untuk mengajarkan intonasi, tekanan, dan waqf, atau dalam
bentuk percakapan dua orang atau lebih.
Kedua, media
pembelajaran mufradat (kosakata). Pembelajaran kosa kata berkaitan
dengan penguasaan makna kata-kata, di samping kemampuan menggunakannya pada
konteks yang tepat dan tempat yang tepat pula. Adapun media yang bisa digunakan
dalam media ini adalah miniatur benda asli dan foto atau gambar.
Ketiga, media
pembelajaran qawaid (tatabahasa). Tujuan pembelajaran tatabahasa secara
garis besar meliputi pemahaman dan penggunaan pembetukan kata, frasa dan
kalimat. Dalam pembelajaran bahasa Arab sekarang ini, komponen ini diajarkan
secara wadifi, yaitu tata bahasa fungsional dalam sebuah kalimat yang terintegrasikan
dalam empat maharah yang diajarkan, sehingga secara otomatis siswa akan
dapat menggunakan dari pola-pola yang telah dicontohkan, baik dalam istima’,
kalam, qiraah, dan kitabah. Adapun media yang dapat digunakan adalah kotak
tatabahasa, papan saku, dan papan tali.
Media Pembelajaran dan Keberhasilan Belajar
Media Pembelajaran berperan penting dalam pembelajaran bahasa asing
termasuk untuk pembelajaran bahasa Arab. Telah banyak penelitian yang
membuktikan keefektifan penggunaan media dalam pembelajaran bahasa asing
(Arab), sayangnya tidak banyak yang menggunakan media pembelajaran sebagai
salah satu unsur penunjang proses pembelajaran di kelas. Padahal apabila
seorang guru kreatif,banyak hal yang bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran
bahasa tanpa harus mengeluarkan biaya dan menyita banyak waktu. Guru yang
kreatif akan bisa memanfaatkan lingkungan di mana siswa belajar akan dijadikan
sebagai objek media pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran akan menjadi hal
yang sangat mudah dan menyenangkan.
Dalam ranah proses
belajar mengajar media pembelajaran memiliki tiga peran penting. Pertama, peran sebagai penarik
perhatian (attentional role), dalam peranannya sebagai penarik perhatian
siswa, media bersifat mengundang perhatian peserta didik, meningkatkan rasa
keingintahuan siswa, serta menyampaikan informasi. Kedua, peran
komunikasi (communication role), dalam peranannya sebagai pelancar
komunikasi, media berperan dalam mendorong dan
membantu siswa untuk memahami pesan tetentu yang ingin disampaikan oleh
guru. Ketiga, peran retensi (retention role), dalam peran
retensi, media membantu peserta didik untuk mengingat konsep-konsep penting
yang diperoleh selama pelajaran[12].
Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan
belajar-mengajar melibatkan beberapa komponen yang harus diperhatikan, salah
satu di antaranya adalah metode pembelajaran. Penanaman metode pembelajaran
mempunyai peranan penting agar kita mempunyai sesuatu yang dicanteli
untuk menggantungkan gagasan-gagasan kita dalam pembelajaran bahasa termasuk
dalam pembelajaran bahasa Arab. Dalam memilih metode pembelajaran, kita harus
memilih metode pembelajaran yang efektif. Pembelajaran yang efektif sangat
penting diusahakan karena akan melahirkan belajar yang efektif bagi peserta
didik. Pembelajaran yang efektif tidak saja akan melahirkan belajar yang
sempurna, akan tetapi juga melahirkan belajar yang menyenangkan.
Proses belajar-mengajar
pada hakekatnya adalah proses komunikasi. Agar proses komunikasi berjalan
dengan lancar atau berlangsung secara efektif diperlukan alat bantu yang
disebut dengan media pembelajaran. Tujuan utama penggunaan media pembelajaran
adalah agar pesan atau informasi yang dikomunikasikan tersebut dapat diserap
semaksimal mungkin oleh para siswa sebagai penerima informasi. Adapun
pembelajaran komponen bahasa dapat diajarkan dengan menggunakan media
pembelajaran bahasa. Pertama, media pembelajaran aswat (bunyi). Kedua,
media pembelajaran mufradat (kosakata). Ketiga, media pembelajaran
qawaid (tatabahasa).
Telah banyak penelitian
yang membuktikan keefektifan penggunaan media dalam pembelajaran bahasa asing
(Arab), sayangnya tidak banyak yang menggunakan media pembelajaran sebagai
salah satu unsur penunjang proses pembelajaran di kelas. Padahal apabila
seorang guru kreatif, banyak hal yang bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran
bahasa tanpa harus mengeluarkan biaya dan menyita banyak waktu. Guru yang
kreatif akan bisa memanfaatkan lingkungan, di mana siswa belajar akan dijadikan
sebagai objek media pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran akan menjadi hal
yang sangat mudah dan menyenangkan.
Daftar Rujukan
Arsyad, Azhar. 2010. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. Yogyakarta:
Pustaka Belajar.
Alwasih, Chaidar. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa
Arab. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Offset.
Nurbayan,
Yayan. 2008. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: Zein Al-Bayan.
Rosyidi,
Abdul Wahab. 2009. Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: UIN-Malang
Press.
http://rickyemilee.blogspot.com/2012/04/implementasi-pembelajaran-bahasa-arab.html
[1]Azhar
Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Yogyakarta: Pustaka
Belajar, 2010, hlm. 7.
[2]http://rickyemilee.blogspt.com/2012/04/implementasi-pembelajaran-bahasa-arab.html.
[3]Chaidar
Alwasilah, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Bandung:PT Remaja
Rosdakarya Offset, 2011, hlm. 168.
[4] Azhar
Arsyad, op. cit., hlm. 20.
[5] Chaidar
Alwasih, op. cit., hlm. 32.
[6]Yayan
Nurbayan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Bandung: Zein Al-Bayan, 2008,
hlm. 13.
[7]Ibid.,
hlm. 13-16.
[8] Abdul
Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: UIN-Malang Press,
2009, hlm. 25.
[9]Ibid.,
hlm. 26.
[10]Ibid.,
hlm. 28.
[11]Ibid.,
hlm. 32-36.
[12]Ibid.,
hlm. 20-21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar