TIDAK
SELARASANYA PERANAN DENGAN REALITA
BAHASA ARAB DI INDONESIA
Ni’matur
Rohmah
IAIN Tulungagung
e-mail:rohmah.nimatur@yahoo.com
Abstrak
Dalam menghadapi tantangan zaman dan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan
di era globalisasi , artikel ini dimaksudkan untuk mengukuhkan dan mempertahankan bahasa Arab agar tidak tergeser
dari munculnya pengetahuan-pengetahuan baru sehingga dapat mencegah lunturnya
nilai-nilai Islam, Mengapa hilangnya bahasa Arab dapat melunturkan nilai-nilai
islam?Bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an, yang mana al-Qur’an merupakan
pedoman bagi setiap muslim, sehingga dimana ada kaum muslimin di situ
dipelajari bahasa Arab, namun di negara kita tercinta ini yang mayoritas
berpenduduk islam minat akan mempelajari bahasa Arab sangatlah minim, selain
itu dari golongan mahasiswa Indonesia pendidikan bahasa Arab memiliki peminat
yang sangat sedikit padahal dari golongan mahasiswalah yang nantinya akan
memiliki peranan yang sangat besar bagi pembentukan akhlak bangsa. Dan dari peran pentingnya bahasa Arab tersebut
tidak ada keseimbangan dengan realita bahasa Arab di masyarakat Indonesia.
Kata Kunci :
Bahasa Arab, peranan bahasa Arab,realitabahasa Arab.
PENDAHULUAN
Indonesia adalah negara yangmayoritas penduduknya
beragama Islam, maka disadari atau
tidak, masyarakat Indonesia haruslah dapat berbahasa Arab. Karena bahasa Arab
sebagai bahasa Al-Qur’an yang merupakan kitab sucinya orang muslim. Bahasa Arab
sebagai bahasa perhubungan antar umat Islam diakui sebagai bahasa agama yang
diperlukan untuk berhubungan dengan bangsa-bangsa lain di dunia Islam.
Mengingat
begitu pentingnya bahasa Arab bagi orang islam di indonesia, dan begitu
banyaknya peranan bahasa Arab terhadap orang-orang muslim. Namun, pada
realitanya minim sekali yang ingin mempelajari atau yangmemperdalam bahasa
Arab.Tidak adanya keseimbangan antara pentingnya bahasa Arab dengan keadaan
yang terjadi di masyarakat indonesia saat ini.
Realita
saat ini bahasa Arab terhitung sangat sedikit peminatnya bahkan sudah mulai
tergeserdari posisinya, misalkan hadirnya bahasa Inggris. Kedua bahasa ini
memang diakui sebagai bahasa Internasional, akan tetapi jelas sekali perbedaan
pada fungsi utamanya. Seiring dengan berkembangnya zaman modernisasi dan
pengaruh globalisasi yang semakin meluas, menjadikan bahasa Arab di Indonesia
terus mengalami desentralisasi bahasa.
Peran
Bahasa Arab
Bahasa arab
adalah sarana yang paling efektif untuk mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah
yang merupakan pedoman bagi setiap muslim . Karena mempelajari Al Qur’an dan As
Sunnah hukumnya wajib maka mempelajari bahasa arab pun menjadi wajib. Dengan
demikian, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak belajar bahasa arab
sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jika dalam diri kita terdapat tekad
untuk belajar bahasa arab, maka ketahuilah itu tanda kebaikan. Segera iringi
tekad itu dengan usaha-usaha untuk mempelajari bahasa arab, selain itu bahasa
Arab tidak hanya dalam al-Qur’an dan hadits saja tetapi bahasa Arab juga
terdapat dalam bacaan ibadah-ibadah seperti sholat, dzikir, ibadah haji dan
ibadah-ibadah lainnya.
Ali al-Najjar( 1980:35) dalam syahin( 1980)
mengungkapkan bahwa bahasa arab merupakan bahasa yang terluas dan terkaya
kandungannya, deskripsi dan pemaparannya sangat mendetail dan dalam, Sementara
Abdul Hamid bin yahya dalam al-Hasyimiy (1354 H.:4) berkata : Aku mendengar
Syu’bah berkata: “Pelajarilah bahasa Arab karena bahasa Arab itu akan menambah (ketajaman)
daya nalar”,Kedudukan istimewa yang dimiliki oleh bahasa Arab di antara
bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungsi sebagai bahasa Al-Qur’an dan
hadits serta kitab-kitab lainnya.Itulah sebabnya, maka di dalam kitab faid
al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Sagir susunan Al-Manawiy (1976:178) disebutkan bahwa
dari Ibnu Abbas dengan riwayat Muslim, Rasullulah bersabda:
أحبوا
العرب لثلاث : لاْنى عربى والقرآن عربى وكلام اهل الجنة عربى
Selanjutnya,
Akkwi (1987:2) menulis bahwa Amir al-Mu’minin Umar bin al-kattab r.a. berkata:”
Hendahlah kamu sekalian tamak mempelajari bahasa Arab karena bahasa bahasa Arab
itu merupakan bagian dari agamamu”. Itulah sebabnya Abdul Alim Ibrahim
(1978:48) berkata bahwa bahasa Arab merupakan bahasa orang Arab dan sekaligus
juga merupakanbahasa agama islam, sehingga orang yang hendak memahami
hukum-hukum (ajaran) agama islam dengan baik haruslah berusaha mempelajari
bahasa Arab.
Bahasa-bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia, tidak
dapat diandalkan untuk memberikan kepastian arti yang tersurat dan tersirat
dari makna yang terkandung dalam al-Qur’an (Ash Shiddiqi, 1975:207) karena al-Qur’an
diturunkan dalam bahasa Arab yang mubin, maka kaedah-kaedah yang diperlukan
dalam memahami al-Qur’an bersendi atas kaedah-kaedah bahasa Arab, memahami
asas-asasnya, merasakan uslub-uslubnya dan mengetahui rahasia-rahasianya(Ash
Shiddiqi, 1972:284).
Bahasa Arab
memiliki fungsi dan peranan sangat istimewa di bandingkan dengan bahasa-bahasa
lainnya, bahasa Arab bukan hanya sebagai alat komunikasi bangsa Arab dan
bernilai sastra tinggi akan tetapi bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa
Al-Qur’an. Bahasa Arab dalam konteks Al-Qur’an ini digunakan untuk mengkomunikasikan
kalam Allah. Oleh karena itu bahasa Arab memiliki nilai sastra yang sangat
tinggi dan mengagumkan bagi manusia dan manusia tidak akan mampu menandinginya.
Ini merupakan ketetapan yang tidak dapat dibantah. Firman Allah swt:
إنا
أنزلناه قراناعربنالعكم تعقلون
“Sesungguhnya kami turunkan
al-Qur’an yang berbahasa Arab itu kepadanya ( Muhammad ) agar kamu semua
berfikir”.
Bahasa Arab dan Al-Qu’an
bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan
yang lainnya. Untuk dapat menguasai bahasa Arab harus dapat menguasai bahasa
Arab dengan baik. Dengan demikian, peranan bahasa Arab disamping sebagai alat
komunikasi sesama manusia juga sebagaialat komunikasi antara manusia dengan
Allah SWT.(Drs.
As’aril Muhajir, 2004:97).
Realita bahasa Arab di Indonesia
Peran pentingnya bahasa Arab bagi umat Islam demi kelancaran dan kualitas
pelaksanaan ibadahnya sangat berpengaruh, namun pada realitanya, minat belajar pendidikan bahasa
arabbagi umat islam di Indonesia sangatlah minim, sehingga tidak ada
keseimbangan antara banyaknya manfaatdengan minat bahasa Arab di masa sekarang,
mereka hanya puas dengan pengetahuan yang ala kadarnya tanpa memperdalam,
banyak dari mereka yang enggan untuk mempelajari bahasa Arab, mereka
beranggapan bahwa bahasa Arab adalah bahasa statis yang tidak dapat sejalan dan
seiring dengan perkembangan zaman dan kemodernan,disamping itu minat untuk
belajar bahasa asing lain sangatlah kuat seperti perkembangan bahasa inggris sejak memasuki era globalisasi ini, keadaannya semakin
mengkhawatirkan. Bahasa Arab perlahan tapi pasti posisinya mulai tergusur, dan
bahasa Inggris menahbiskan diri sebagai bahasa nomor satu dunia. Banyak
sekolah-sekolah di Indonesia mengharuskan mata pelajaran bahasa inggris sebagai
bahasa internasional dan yang tidak
mampu berbahasa inggris dianggap ketinggalan zaman.
Majunya perkembangan zaman tidak membuat bertambahnya kualitas beragama,
melainkan kualitas beragama semakin rendah bahkan mereka tidak peduli mampu
memahami al-Qur’an ataupun tidak.Diantara poin
penting dalam upaya memahami Al-Qur’an adalah bahasa Arab, yang sayang sekali
tidak banyak dikenal oleh para remaja. Kebanyakanremaja Indonesia yang inginmempelajari
bahasa-bahasa asing, namun mereka betul-betul berbalik sikap dalam kaitannya
dengan bahasa Arab. kita lihat misalnya, mereka begitu bangga dengan
mengatakan, “Saya telah menguasai bahasa Inggris!” Namun bahasa Arab
seolah-olah tidak memiliki nilai bagi mereka.
Selain itu kita lihat pula di
berbagai Perguruan tinggi Agama Islam peminat akan
jurusan pendidikanbahasa Arab sangat rendah dibandingkan dengan pendidikan lain
atau bahasa-bahasa asing lainnya.Hal itu disebabkan karena anggapan mereka
tentang bahasa Arab itu sulit dan rumit. Padahal bahasa Arab
adalah bahasa al-Qur’an dan bahasa Internasional. Sebagai produk budaya, bahasa
bisa dipelajari. Sulit atau mudahnya belajar bahasa sebenarnya tergantung dari
orang yang menyikapinya.Danapabila dengan sungguh sungguh mempelajarinya
bahasa Arab tidak jauh berbeda dengan bahasa-bahasa lain karena di setiap
bahasa memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Kalau kita mampu mempelajari bahasa
asing lain dengan mudah mengapa tidak dengan bahasa Arab? Tentu saja mudah kan?Untuk
mengatasi kesulitan tersebut tidak sedikit
para ulama yang dahulu maupun yang sekarang telah mengarang sebuah kitab yang
didalamnya berisi kaidah-kaidah untuk memahami bentuk kata atau kalimat dan kitab
yang terkenal, yang banyak dipelajari di pondok pesantren yaitu seperti
Ajurumiyah, Amrithy dan Al fiyyah ibnu Malik.
Penyebab tidak
selarasnya peranan dengan realita bahasa Arab
Penyebab tidak selarasnya peranan bahasa Arab dengan realita saat iniadalah
rendahnya minat belajar bahasa Arab dan kurang ketertarikan dengan bahasa Arab,
banyaknya orang yang beranggapan bahwa bahasa arab itu sulit,serta kurangnya
kepedulian tentang kualitasberagama, Selain itu, dari kalangan pelajar belum
terbiasanya menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari, munculnya
kesulitan dalam proses pembelajaran bahasa Arab.Kurangnya fasilitas
danbuku-buku yang berkaitan dengan bahasa Arab, tidak adanya tempat yang
khususuntuk mendukung kegiatan belajar berbahasa Arab. Berbeda dengan bahasa inggris
banyak tempat-tempat yang digunakan sebagai sarana untuk menunjang kegiatan
belajar bahasa inggris selain di sekolah seperti tempat les. Sehingga
minat bahasa Inggris lebih banyak dari
pada pendidikan bahasa Arab.
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian di atas, penulis menarik beberapa simpulan sebagai berikut :
Pertama,
bahasa Arabmemilikiperanan istimewa yaitu peranan bahasa Arab disamping sebagai
alat komunikasi sesama manusia juga sebagai alat komunikasi antara manusia
dengan Allah SWT. Bahasa Arab merupakan bahasa al-Qur’an dan hadits yang
digunakan sebagai pedoman bagi setiap muslim.
Kedua,realita bahasa Arab. Bahasa arab memiliki nilai
kegunaan dan peranan yang sangat penting.
namun, minat belajar bahasa arab sangat rendah, banyak yang beranggapan bahwa
bahasa arab itu rumit dan sulit sehingga minat belajarnyapun sangatlah minim.
Ketiga,Penyebab tidak selarasnya peranan
bahasa Arab dengan realitasaat ini adalah banyaknya orang yang beranggapan
bahwa bahasa arab itu sulit, kurangnya kepedulian tentang kualitas agama.
Selain itu, dari kalangan pelajar belum terbiasanya menggunakan bahasa Arab
dalam kehidupan sehari-hari, munculnya kesulitan dalam proses pembelajaran
bahasa Arab. selanjutnyaKurangnya fasilitas dan buku-buku yang berkaitan dengan
bahasa Arab , tidak adanya tempat yang khusus untuk mendukung kegiatan belajar
berbahasa Arab.
Setelah
membaca Artikel ini diharapkan pembaca dapat mengetahui betapa pentingnya
bahasa Arab bagi masyarakat Indonesia. Pentingnya bahasa Arab dalam kelancaran dan kualitas beragama.
Daftar rujukan
http://sarahmutiara96.blogspot.com/2014/08/bahasa-arab-peminat-tak-banyak-prospek.html
Arsyad, Azhar. 2004. Bahasa Arab dan Metode
Pengajarannya, Yogyakarta. Pustaka Pelajar
Muhajir, As’aril. 2004. Psikologi Belajar Bahasa
Arab, Jakarta. PT Bina Ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar