KETRAMPILAN
DAN SRATEGI BERBAHASA ARAB
Moh. Agus hadi Prabowo
ABSTRAK
Keterampilan berbicara (Muhadasah) adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat, keinginan, atau perasaan kepada mitra
bicara.Dalam makna
yang lebih luas,
berbicara merupakan suatu system tanda-tanda yang dapat didengar dan dilihat yang memanfaatkan sejumlah otot dan
jaringan otot tubuh manusia untuk
menyampaikan pikiran dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Secara umum keterampilan berbicara bertujuan agar para pelajar
mampu berkomunikasi lisan secara baik
dan
wajar dengan bahasa yang mereka pelajari.Secara baik
dan wajar mengandung arti menyampaikan pesan kepada orang lain dalam cara yang secara sosial dapat
diterima. Maka dari pada itu diperlukan suatu strategi dalam belajar.
Karena dengan strategi yang tepat dan matang akan memberikan bantuan dalam
mensukseskan belajar.
Kata kunci
Pendahuluan
Metode
muhadasah yaitu cara menyajikan bahasa pelajaran bahasa Arab melalui percakapan,
dalam percakapan itu dapat terjadi antara guru dan murid dan antara murid dengan
murid sambil menambah dan terus memperkaya pembendaharaan kata-kata yang
semakin banyak.
Pengajaran
muhadasah memiliki beberapa tujuan yang pertama untuk melatih lidah anak didik
agar terbiasa dan fasih bercakap-cakap dalam bahasa Arab, kedua menjadikan perserta
didik mudah dalam menamabah jumplah mufrodat (kosa kata), ketiga mampu menerjemahkan
percakapan orang lain lewat telepon, radio, tv, tape recorder dan lain-lain,
keempat menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa Arab dan Al Quran sehingga
timbul kemauan untuk belajar dan mendalaminya.
Untuk
meningkatkan pembelajaran bahasa Arab maka di butuhkan sebuah motivasi.Yang
mana motivasi merupakan kekuatan dahsyat yang dapat menuntun siswa menggapai sukses
orang yang tidak memiliki motivasi belajar dalam dirinya maka hadirnya guru professional
sangatdiperlukan.
Dari
definisi motivasi itu sendiri, motivasi adalah kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan
individu untuk melakukan suatu kegiatan mencapai tujuan.Misalnya kebutuhan seseorang
akan makanan menuntut seseorang terdorong untuk bekerja. Kebutuhan akan pengakuan social mendorong seseorang
untuk melakukan berbagai upaya kegiatan sosial. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga
yang bersumber dari dalam dan dari luar individu. Terhadap tenaga-tenaga tersebut
para ahli memberikan istilah yang berbeda, seperti desakan atau drive, motif
atau motive, kebutuhan dan keinginan
Desakan
atau drive diartikan sebagai dorongan yang diarahkan kepada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan
jasmani. Motif adalah dorongan yang terarah kepada pemenuhan kebutuhan psikis atau
rohaniah. Kebutuhan adalah merupakan suatu keadaan dimana individu merasakan adanya
kekurangan atau ketiadaan sesuatu yang diperlukannya. Sedangkan harapan untuk mendapatkan
atau memiliki sesuatu yang dibutuhkan. Kondisi-kondisi yang mendorong individu untuk
melakukan suatu kegiatan disebut motivasi.
Perilaku
individu tidak berdiri sendiri, selalu ada hal yang mendorongnya dan tertuju pada
suatu tujuan yang ingin dicapainya. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang
bersumber dari dalam dan dari luar individu. Motivasi yang terbentuk dari luar lebih
bersifat pada perkembangan kebutuhan psikis atau rohaniah.
Motivasi
ada duayaitu:
1.
Motivasi intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam individu sendiri tanpa
ada paksaan, dorongan orang lain. Motivasi ini sering di sebut motivasi murni.
2.
Motivasi ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar
individu, karena ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain.
Fungsi
motivasi:
Secara
garis besar Oemar Hamalik (1992) menjelaskan ada tiga fungsi motivasi yaitu:
- Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.
- Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
- Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Strategi
menumbuhkan motivasi belajar yang dapat dikembangkan dalam upaya untuk menumbuhkan
dan membangkitkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran yaitu:
- Menjelaskan tujuan belajar kesiswa dengan menjelaskan apa yang akan dicapai atau di inginkan dalam mempelajari suatu pelajaaran tertentu misalnya, PelajaranBasa Arab. Kita dapat menjelaskan tujuan-tujuan mempelajari Bahasa Arab yaitu:
a. Agar memahami tentang bahasa Arab itu
sendiri.
b. Agar memahami Hadist dan kitab-kitab.
c. Agar dapat memahami isi Al-Qur’an.
- Hadiah
Kita dapat memberikan iming-iming kepada perserta didik yang
memiliki prestasi.
- Saingan atau kompetisi
para guru atau orang
tua diharapkan bisa memberikan dorangan atau keyakinan kepada perserta didik
supaya sering belajar dan memberikan masukan supaya tidak kalah dengan
teman-teman lainya..
- Pujian
kita dapat memberikan
pujian kepada perserta didik karena dengan memberikan pujian akan menumbuhkan
rasa percaya diri terhadap perserta didik itu sendiri.
- Hukuman
dengan memberikan hukuman
kepada perserta didik akan merasa takut akan hukuman tersebut sehingga perserta
didik akan berusaha agar tidak mendapatkan hukuman.
- Membangkitkan dorongan siwa untu belajar
Hal ini penting karena tanpa adanya dorongan perserta didik akan
malas dan bosan.
- Membentuk kebiasan belajar yang baik
Dalam hal ini lebih ditekankan kepada para orang tua agar
memberikan waktu luangnya (waktu kusus) kepada anaknya daalam hal belajar seperti
menyuruh dia belajar setelah sholat magrib secara rutin.
- Membantu kesulitan belajar siswa secara individual maupun kelompok. Misalnya dengan menyediakan sesuatu yang dibutuhkan.
- Menggunakan metode yang bervariasi
Hal ini dibutuhkan karena dengan menggunakan metode yang
bervariasi tidak akan memberikan kejenuhan dalam belajar.
- Menggunakan media yang baik serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Srategi ini biasa digunakan di
semua kalangan pelajar dari pendidikan tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Dikatakan
begini karena sudah banyak pelajar yang mengakui bahwa dengan menggunakan beberapa
srategi tersebut perserta didik dapat menikmati belajar dengan nyaman,
mengasikan dan tentunya memudahkan pelajar dalam mencapai tujuan belajar.dengan
demikian para pendidik dan perserta didik di harapkan mempunyai srategi dalam
hal belajar supaya belajarnya sukses karena dengan menggunakan strategi belajar
yang benar akan memudahkan perserta didik dalam mencapai tujuannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar