Senin, 29 Desember 2014

artikel : Moh. Agus hadi Prabowo



KETRAMPILAN DAN SRATEGI BERBAHASA ARAB
Moh. Agus hadi Prabowo


ABSTRAK
Keterampilan berbicara (Muhadasah) adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat, keinginan, atau perasaan kepada mitra bicara.Dalam makna yang lebih luas, berbicara merupakan suatu system tanda-tanda yang dapat didengar dan dilihat yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia untuk menyampaikan pikiran dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Secara umum keterampilan berbicara bertujuan agar para pelajar mampu berkomunikasi lisan secara baik dan  wajar dengan bahasa yang mereka pelajari.Secara baik dan wajar mengandung arti menyampaikan pesan kepada orang lain dalam cara yang secara sosial dapat diterima. Maka dari pada itu diperlukan suatu strategi dalam belajar. Karena dengan strategi yang tepat dan matang akan memberikan bantuan dalam mensukseskan belajar.

Kata kunci
Pendahuluan
Metode muhadasah yaitu cara menyajikan bahasa pelajaran bahasa Arab melalui percakapan, dalam percakapan itu dapat terjadi antara guru dan murid dan antara murid dengan murid sambil menambah dan terus memperkaya pembendaharaan kata-kata yang semakin banyak. 

Pengajaran muhadasah memiliki beberapa tujuan yang pertama untuk  melatih lidah anak didik agar terbiasa dan fasih bercakap-cakap dalam bahasa Arab, kedua menjadikan perserta didik mudah dalam menamabah jumplah mufrodat (kosa kata), ketiga mampu menerjemahkan percakapan orang lain lewat telepon, radio, tv, tape recorder dan lain-lain, keempat menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa Arab dan Al Quran sehingga timbul kemauan untuk belajar dan mendalaminya.

Untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Arab maka di butuhkan sebuah motivasi.Yang mana motivasi merupakan kekuatan dahsyat yang dapat menuntun siswa menggapai sukses orang yang tidak memiliki motivasi belajar dalam dirinya maka hadirnya guru professional sangatdiperlukan.

Dari definisi motivasi itu sendiri, motivasi adalah kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu untuk melakukan suatu kegiatan mencapai tujuan.Misalnya kebutuhan seseorang akan makanan menuntut seseorang terdorong untuk bekerja.  Kebutuhan akan pengakuan social mendorong seseorang untuk melakukan berbagai upaya kegiatan sosial. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam dan dari luar individu. Terhadap tenaga-tenaga tersebut para ahli memberikan istilah yang berbeda, seperti desakan atau drive, motif atau motive, kebutuhan dan keinginan 

Desakan atau drive diartikan sebagai dorongan yang diarahkan kepada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmani. Motif adalah dorongan yang terarah kepada pemenuhan kebutuhan psikis atau rohaniah. Kebutuhan adalah merupakan suatu keadaan dimana individu merasakan adanya kekurangan atau ketiadaan sesuatu yang diperlukannya. Sedangkan harapan untuk mendapatkan atau memiliki sesuatu yang dibutuhkan. Kondisi-kondisi yang mendorong individu untuk melakukan suatu kegiatan disebut motivasi. 

Perilaku individu tidak berdiri sendiri, selalu ada hal yang mendorongnya dan tertuju pada suatu tujuan yang ingin dicapainya. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam dan dari luar individu. Motivasi yang terbentuk dari luar lebih bersifat pada perkembangan kebutuhan psikis atau rohaniah. 

Motivasi ada duayaitu: 

1. Motivasi intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam individu sendiri tanpa ada paksaan, dorongan orang lain. Motivasi ini sering di sebut motivasi murni. 

2. Motivasi ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, karena ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain. 



Fungsi motivasi: 

Secara garis besar Oemar Hamalik (1992) menjelaskan ada tiga fungsi motivasi yaitu: 

  1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 
  2.  Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. 
  3. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. 

Strategi menumbuhkan motivasi belajar yang dapat dikembangkan dalam upaya untuk menumbuhkan dan membangkitkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran yaitu: 

  1. Menjelaskan tujuan belajar kesiswa dengan menjelaskan apa yang akan dicapai atau di inginkan dalam mempelajari suatu pelajaaran tertentu misalnya, PelajaranBasa Arab. Kita dapat menjelaskan tujuan-tujuan mempelajari Bahasa Arab yaitu:
a.       Agar memahami tentang bahasa Arab itu sendiri.
b.      Agar memahami Hadist dan kitab-kitab.
c.       Agar dapat memahami isi Al-Qur’an.
  1. Hadiah
Kita dapat memberikan iming-iming kepada perserta didik yang memiliki prestasi.
  1. Saingan atau kompetisi
 para guru atau orang tua diharapkan bisa memberikan dorangan atau keyakinan kepada perserta didik supaya sering belajar dan memberikan masukan supaya tidak kalah dengan teman-teman lainya.. 
  1. Pujian 
 kita dapat memberikan pujian kepada perserta didik karena dengan memberikan pujian akan menumbuhkan rasa percaya diri terhadap perserta didik itu sendiri.
  1. Hukuman 
 dengan memberikan hukuman kepada perserta didik akan merasa takut akan hukuman tersebut sehingga perserta didik akan berusaha agar tidak mendapatkan hukuman.
  1. Membangkitkan dorongan siwa untu belajar
Hal ini penting karena tanpa adanya dorongan perserta didik akan malas dan bosan.
  1.  Membentuk kebiasan belajar yang baik
Dalam hal ini lebih ditekankan kepada para orang tua agar memberikan waktu luangnya (waktu kusus) kepada anaknya daalam hal belajar seperti menyuruh dia belajar setelah sholat magrib secara rutin.
  1. Membantu kesulitan belajar siswa secara individual maupun kelompok. Misalnya dengan menyediakan sesuatu yang dibutuhkan.
  2. Menggunakan metode yang bervariasi
Hal ini dibutuhkan karena dengan menggunakan metode yang bervariasi tidak akan memberikan kejenuhan dalam belajar.
  1.  Menggunakan media yang baik serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. 
Srategi ini biasa digunakan di semua kalangan pelajar dari pendidikan tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Dikatakan begini karena sudah banyak pelajar yang mengakui bahwa dengan menggunakan beberapa srategi tersebut perserta didik dapat menikmati belajar dengan nyaman, mengasikan dan tentunya memudahkan pelajar dalam mencapai tujuan belajar.dengan demikian para pendidik dan perserta didik di harapkan mempunyai srategi dalam hal belajar supaya belajarnya sukses karena dengan menggunakan strategi belajar yang benar akan memudahkan perserta didik dalam mencapai tujuannya.












Tidak ada komentar: