Pentingnya Bahasa Arab dan Strategi Pembelajarannya
Dalam Kehidupan Masyarakat Islam Di Indonesia
Nisa’atul
Fithri Lailia
Pendidikan Bahasa Arab (PBA)/ FTIK
ABSTRAK
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang Bahasa Arab
di Indonesia. Mengingat begitu pentingnya peranan Bahasa Arab di dalam
kehidupan umat islam, maka perlu adanya strategi pembelajaran yang mudah dalam
penggunana Bahasa Arab. Begitu juga Bahasa Arab juga sangat penting di dalam
kehidupan masyarakat Indonesia terutama yang manganut agama islam. Hasil dari
pembahasan ini menunjukkan bahwa, Bahasa Arab mempunyai peran yang sangat besar
bagi kehidupan umat muslim di berbagai belahan dunia. Di Indonesia munculnya
Bahasa Arab di latar belakangi karena
adanya hubungan antara orang-orang Arab dengan masyarakat Indonesia melalui
pilar-pilar perdagangan. Dalam hubungan itu sehingga memunculkan nilai-nilai
islam (Syaiful Mustofa dan Abdul Wahed, 2012:1 ). Bahasa Arab merupakan
pendidikan yang sangat penting dalam agama islam, karena merupakan karunia yang besar dari Allah
SWT di dalam kitabnya yang agung yaitu Al-Qur’an, yang menjelaskan berbagai
macam fenomena kehidupan yang sangat penting bagi umat manusia. Strategi
pembelajaran Bahasa Arab sangat
dibutuhkan umat islam demi tercapainya suatu kemudahan dalama pemahaman.
Srategi Belajar Bahasa Arab yang mudah meliputi 4 metode yaitu ketrampilan
menyimak (maharatul istima’),
ketrampilan berbicara (maharatul kalam),
ketrampilan membaca (maharatul qira’ah),
ketrampilan menulis (maharatul kitabah)selain
itu juga harus ada pembelajaran kosa kata (Mufrodat)
dan Gramatikal (Nahwu dan Sharaf). (Wa Muna, 2011:117).
Kata-kata Kunci: Latar belakang Bahasa Arab di Indonesia, Pentingnya belajar
Bahasa Arab, Strategi pembelajaran Bahasa Arab.
PENDAHULUAN
Pembelajaran
Bahasa Arab sangat di butuhkan seluruh umat Islam di belahan dunia. Begitu pula
di negara Indonesia perlu adanya pembelajaran Bahasa Arab yang sangat mendalam.
Di berbagai negara di dunia ini, salah satu terbesar penduduknya yang menganut
agama islam adalah negara Indonesia. Akan tetapi, bagi masyarakat Indoinesia Bahasa
Arab itu masih sangat asing dalam kehidupan, karena sangat berbeda jauh dengan
Bahasa Indonesia baik segi pengucapan, penulisan maupun maknanya.
Pembelajaran Bahasa Arab harus di pelajari dengan baik oleh seluruh
umat islam. Semua itu dilakukan demi
tercapainya suatu pemahaman ilmu agama dengan benar. Belajar Bahasa Arab merupakan penguat agama
Islam yang telah di yakini sesuai dengan ajaran yang terkandung dalam agama
Islam.
Secara umum dapat kita ketahui bahwa, ajaran agama Islam berpedoman
dengan menggunakan Al-Qur’an, yang
merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dengan menggunakan Bahasa Arab. Di dalam Al-Qur’an berisi kumpulan
firman-firman Allah, sehingga sangat di anjurkan sekali kepada seluruh umat
Islam untuk memahami isi kandungan dari ayat-ayatnya. Al-Qur’an telah menjadi pedoman hidup dan
pegangan bagi kehidupan umat Islam.
Dalam memahami ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an tidak bisa
terlepas dari pembelajaran Bahasa Arab. Oleh karena itu, harus mempelajari Ilmu
Bahasa Arab dengan baik dan sungguh-sungguh. Selain itu, perlu adanya strategi pembelajaran Ilmu
Bahasa Arab untuk mempermudah metode dalam belajar.
Latar Belakang Bahasa Arab di
Indonesia
Pada awalnya, Bahasa Arab merupakan Bahasa
yang di gunakan oleh orang-orang Arab yang berada di Negara Arab. Seiring
dengan perkembangnya Bahasa Arab merupakan bahasa daerah yang di gunakan sekitar 150 juta
orang di Asia Barat dan Afrika Utara yang merupakan dua puluh dua negara yang
menjadi anggota Liga Negara-Negara Arab. Di bawah pengaruh Islam, bahasa ini
menentukan bahasa Persia, Turki, Urdu, Melayu, Hausa dan Sawahili. Bahasa Arab
menyumbang 40-60 persen kosakata untuk bahasa-bahasa ini, dan kuat pengaruhnya
pada tata bahasa, ilmu nahwu, dan kesustraannya.
Bahasa Arab merupakan
bahasa religius satu milyar Muslim di seluruh dunia, yang diucapkan dalam
ibadah sehari-hari. Bahasa ini juga merupakan bahasa hukum Islam, yang
setidaknya dalam bidang status pribadi, mendominasi kehidupan semua Muslim.
Akhirnya inilah bahasa kebudayaan Islam yang diajarkan di beribu-ribu sekolah
di luar dunia Arab. Dari Sinegal sampai Filipina,bahkan juga sampai berkembang
di Negara Indonesia.[1]
Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Syaiful Mustofa dan Abdul Wahed(2012: 1) bahwa munculnya Bhasa Arab di
Negara Indonesia, di latarbelakangi karena adanya hubungan di antara negara
Arab dan Indonesia. Hubungan itu muncul secara luas melalui pular-pilar
perdagangan yang telah menghasilkan
nilai-nilai Islam dan Bahasa Arab di Indonesia. Karena adanya
kepentingan-kepentingan dalam perekonomian, serta Negara Arab dan Indonesia
sebagai Negara yang terbesar penduduknya menganut agama Islam, maka menuntut
adanya interaksi dan jalinan hubungan di antara kedua belah pihak yaitu Arab
dan Indonesia. Sehingga, di negara Indonesia perlu adanya proses pengajaran dan
peningkatan pembelajaran Bahasa Arab, karena Bahasa Arab dipakai sebagai bahasa
pengajaran dan kesusastraan serta pemikiran di bidang sejarah, etika, hukum dan
fiqh, teologi, dan kajian kitab. Oleh
karena itu, Bahasa Arab mempunyai
peran yang sangat besar dalam kehidupan Muslim di berbagai belahan dunia
khususnya untuk Negara Indonesia sendiri.
Pentingnya Belajar Bahasa Arab
Pendidikan Bahasa Arab merupakan pendidikan yang penting bagi umat
islam, karena Bahasa Arab digunakan di dalam kitab Al-Qur’an yang merupakan
karunia yang terbesar dari Allah SWT, secara keseluruhan berisi kumpulan dari
firman-firman Allah. Sehingga, sangat dianjurkan kepada seluruh umat Islam
untuk memahami isi kandungan dari ayat-ayat Al-Qur’an. Bukan hanya itu saja, di
dalam Al-Qur’an juga di jelaskan berbagai macam perintah, larangan maupun
petunjuk dari Allah SWT sebagai pedoman hidup bagi manusia untuk kemaslahatan
di dunia maupun keslamatan di akhirat.
Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada orang-orang muslim untuk
mempelajari Bahasa Arab. Seperti hadis
Nabi yang telah diriwatkan oleh Thabrani, ” Saya mencintai Arab karena 3 yaitu:
Bahasaku Bahasa Arab, Al-Qur’an berbahasa Arab, dan perkataan ahlu surga di
surga kelak dengan Bahasa Arab.”(H.R. Thabrani). Wajib kepada seluruh umat
islam untuk belajar Bahasa Arab dengan benar, terutama untuk masyarakat
Indonesia. Ajaran Islam yang telah termuat
dalam kitab islam secara garis besar menggunakan Bahasa Arab. Jadi, jika tidak
mempelajari Bahasa Arab tidak mungkin bisa memahami isi dari kitab-kitab Islam.
Sebagaimana yang telah di jelaskan Syaiful
Mustofa dan Abdul Wahed(2012: 1 )
bahwa belajar Bahasa Arab ,merupakan penguat agama Islam yang sesuai dengan apa
yang telah mereka yakini dalam agama Islam. Selain itu, saat ini Bahasa Arab
juga telah menempati tempat yang mulia dan selalu bersemi di hati masyarakat
Indonesia. Bahasa Arab mempunyai
peran yang sangat besar dalam kehidupan Muslim di berbagai belahan dunia
khususnya untuk Negara Indonesia sendiri.
Strategi Pembelajaran Bahasa Arab
Sebagaimana dijelaskan oleh Acep Hermawan(2011:129)
bahwa tujuan utama pembelajaran bahasa asing adalah pengembangan kemampuan
pelajar dalam menggunakan bahasa itu baik lisan maupun tulis. Kemampuan
menggunakan bahasa dalam dunia pengajaran bahasa disebut ketrampilan berbahasa(maharatul
lughah). Keterampilan tersebut ada empat, yaitu keterampilan menyimak(maharatul
istima’) , berbicara(maharatul kalam), membaca(maharatul
qira’ah), dan menulis(maharatul kitabah). Maka dari itu,
pembelajaran bahasa arab harus mencakup empat ketrampilan tersebut, dan disertai
pembelajaran kosa kata(mufradat) dan gramatikal(Tarkib/Nahwu). (Wa Muna, 2011:117).
1.
Strategi
pembelajaran istima’.
Berusaha sungguh-sungguh dalam mempelajari, dan
sesering mungkin berlatih dengan mendengarkan pembahasan Bahasa Arab. Misalnya,
mendengarkan lagu-lagu yang menggunakan Bahasa Arab atau Percakapan Bahasa
Arab, kemudian mencoba memahami arti dari lagu maupun percakapan tersebut.
Dengan demikian, lama-kelaman kita akan faham dengan dsendirinya.[2]
2.
Strategi
pembelajaran kalam.
Dalam pembelajaran ini, berusaha untuk berbicara
Bahasa Arab setiap hari. Meskipun sedikit demi sedikit itu membuat kita menjadi
terbiasa dalam menggunakan Bahasa Arab, karena dalam pembelajaran Bahasa
setidaknya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Strategi
Pembelajaran Qira’ah
Ketrampilan membaca
adalah kemampuan mengenali dan memahami isi sesuatu yang tertulis(lambang –
lambang yang tertulis) dengan melafalkan atau mencernanya didalam hati.(Acep
Hermawan, 2011:143).
4. Strategi Pembelajaran Kitabah.
Kitabah seringkali disebut
juga dengan insya’ / Imla’. Kedua istilah tersebut sama-sama digunakan
untuk menunjukkan ketrampilan berbahasa dalam bentuk tulisan. Pembelajaran
kitabah, sebagaimana ketrampilan yang lain juga memiliki tingkatan. Ketrampilan
menulis yang paling mendasar adalah ketrampilan menuliskan huruf-huruf Arab
baik secara terpisah maupun bersambung. Keterampilan menulis dalam pelajaran
bahasa arab secara garis besar terbagi dalam tiga kategori yang tak terpisahkan
yaitu : Imla’, Khat, dan Insya.
Keempat
strategi pembelajaran Bahasa Arab di atas harus disertai dengan pembelajara
mufradat(kosa kata) dan gramatikal qowa’id ( Ilmu nahwu dan sharaf), karena
kedua ilmu ini berpengaruh dalam benar maupun salahnya pengguna,an susunan
kalimat dalam berbicara Bahasa Arab.
SIMPULAN
Dari seluruh hasil paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
Bahasa Arab sangat penting sekali untuk kehidupan umat islam. Bahasa Arab
merupakan Bahasa Al-Quran yang dapat di
jadikan pedomanan bagi umat islam. Bukan hanya itu saja pentingnya Bahasa Arab,
akan tetapi Bahasa Arab juga digunakan dalam kajian hadis serta kitab-kitab
islam yang sangat dianjurkan sekali bagi umat islam untuk mempelajarinya.
Pembelajaran itu, menjadi arahan bagaimana kehidupan sesungguhnya. Oleh karena
itu, Bahasa Arab sangat penting kedudukanya. Sehingga, Bahasa Arab dikatakan
sebagai penguat agama Islam.
Strategi pembelajaran Bahasa Arab yang
sangat dibutuhkan bagi umat islam untuk
tercapainya suatu kemudahan dalama pemahaman pembelajaran meliputi 4 metode srategi Belajar Bahasa Arab
yang mudah yaitu ketrampilan menyimak (maharatul
istima’), ketrampilan berbicara (maharatul
kalam), ketrampilan membaca (maharatul
qira’ah), ketrampilan menulis (maharatul
kitabah)selain itu juga harus
disertai dengan pembelajara mufradat(kosa kata) dan gramatikal qowa’id ( Ilmu
nahwu dan sharaf), karena kedua ilmu ini berpengaruh dalam benar maupun
salahnya pengguna,an susunan kalimat dalam berbicara Bahasa Arab.
DAFTAR RUJUKAN
Mustofa, Syaiful
& Wahed, Abdul. 2012. Cara Cepat Berbicara Bahasa Arab.
Jakarta: AMZAH.
Muna, Wa. 2011. Metodologi
pembelajaran Bahasa Arab(teori dan Aplikas). Yogyakarta: TERAS.
Hermawan , Acep. 2011. Metodologi pembelajaran
Bahasa Arab. Bandung: PT.Remaja Rosda Karya.
Al-Faruqi, R, Ismail & Lois, L, Al-Faruqi. 2003. Atlas Budaya Islam. Bandung: MIZAN
Imam. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab. (Online), (http://Imamsolo.blogspot.com/2008/12/strategi-pembelajaran-bahasa-arab-aktif.html, diakses 5 Desember 2014).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar