METODE DAN STRATEGI
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Afidatul Aniqoh
IAIN Tulungangung
e-mail: afida50@yahoo.com
ABSTRAK
Metode dan strategi pembelajaran bahasa
Arab sangat penting untuk mencapai keberhasilan belajar. Metode ialah suatu
cara kerja yang sistematis dan umum, terutama dalam mencari kebenaran
ilmiah.Strategi adalah media solutif untuk dipergunakan.Banyak metode dan
strategi yang bisa digunakan seperti, (1)Metode pembejalaran menyimak dan
strategi yang dapat digunakan antara lain Ta'lim Muta'awin,Talkhis Magza, dan
Istima' Al-Musykilah, (2)Metode pembelajaran berbicara (Kalam) dan strategi
yang digunakan yaitu Khibrat Mutsirah,Tamtsiliyyah, dan Ta'bir Mushawwar, (3)
Metode pembelajaran membaca (Qiro'ah) dan strategi yang dapat digunakan Qira'ah
Muwajjahah,Qira'ah Jahriyah, dan Akhziyat al-Nash, (4) Metode pembelajaran
menulis (kitabah) dan strategi yang digunakan Musyrakat al-Kitabah al-Fa'alah,
dan Kitabat al-Nasyarat, (5) Metode pembelajaran kosa kata dan strategi yang
digunakan yaitu Al-Kalimat al-Mutaqathi'ah, dan
Al-Kalimatal-Musalsalah,(6)Metode pembelajran
gramatika (Nahwu dan Shorof) dan strateginya yaitu Muskilat al-Thullab,
dan (7) Metode pembelajaran terjemah.
Kata Kunci: Metode, Strategi, bahasa
Arab
PENDAHULUAN
Secara umum, kata
strategi mengandung makna rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai
sasaran khusus.untuk memahami strategi atau teknik biasanya dikaitkan dengan
istilah metode.Setiap pelajar mestilah mempunyai strategi tertentu untuk
mencapai kejayaan. Strategi pembelajaran ialah tindakan-tindakan tertentu yang
diambil oleh pelajar untuk menjadikan pembelajaran lebih cepat, lebih efektif
dan lebih mudah disesuaikan kepada situasi baru. Penggunaan strategi amat
penting, lebih-lebih lagi dalam pembelajaran bahasa karena ia merupakan alat
yang dapat membantu mereka aktif, belajar sendiri dan yang lebih penting
membantu pelajar berkemampuan untuk berkomunikasi. Metode merupakan alat yang
sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa metode yang sesuai dan
tepat akan sulit mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan.
Dalam menetapkan metode
ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau harus diperhatikan dalam penetapan
metode yang akan digunakan sebagai alat dan cara dalam penyajian bahan
pengajaran, yaitu: (1) tujuan intruksional khusus yang merupakan unsur utama
yang harus dikaji dalam rangka menetapkan metode yang hendak dipergunakan dan itu
harus sesuai dengan tujuan, karena tujuan itulah yang menjadi tumpuan dan arah
untuk memperhitungkan efektivitas, (2) Keadaan Mahasiswa atau Peserta Didik,
Peserta didik merupakan unsur yang harus diperhitungkan, karena metode-metode
yang hendak ditetapkan itu merupakan alat untuk menggerakkan mereka agar dapat
mencerna atau mempelajari bahan yang akan disajikan. Kita hanya mungkin dapat
menggerakkan peserta didik seandainya metode itu sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik, baik secara kelompok ataupun individual. Jadi,
bukan peserta didik untuk metode melainkan metode untuk peserta didik, karena
metode di tangan pengajar bukanlah hal yang bersifat otoratif atau doktrinatif,
(3) Materi atau Bahan pengajaran, Penguasaan bahan oleh pengajar hendaknya
mengarah kepada sifat spesialisasi atas ilmu yang diajarkannya. Mengingat isi,
sifat, dan leluasanya, maka pengajar harus mampu menguraikan ilmu dan apa-apa
yang akan diajarkannya. Penyusunan unsur-unsur yang baik bukan saja memudahkan
peserta didik untuk mempelajarinya, melainkan juga memberikan gambaran yang
jelas sebagai petunjuk dalam menetapkan metode mengajar.
Pembelajaran bahasa
Arab di Indonesia sudah menggunakan metode-metode yang berbeda yang tujuannya
untuk menyesuaikan perkembangan dan kemajuan zaman, dan mencapai hasil yang
maksimal. Menentukan metode yang tepat untuk pembelajaran bukanlah hal yang
mudah, karena banyaknya metode-metode dengan kelebihan dan kekurangan yang
harus dipertimbangkan. Dengan metode yang sesuai dan tepat, maka diharapkan
sasaran dan tujuan pembelajaran bahasa Arab dapat tercapai secara maksimal.
PEMBAHASAN
A.Pengertian Metode dan Strategi
Pembelajaran Bahasa Arab
Metode ialah suatu cara
kerja yang sistematik dan umum, terutama dalam mencari kebenaran ilmiah. Dalam
kaitannya dengan pembelajaran bahasa arab maka pembahasan metode akan selalu
bertolak dari hakikat usaha menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik
agar pelajaran itu diterima. Di dalam tangan siapa metode itu tergenggam, maka
kepadanya dituntut suatu keampuan dan keterampilan menggunakannya.[1]
Strategi adalah media
solutif untuk dipergunakan. Dengan konsentrasi dan latihan, anda akan ahli
menggunakannya serta melakukan improvisasi atasnya. Sukses tidaknya suatu
program pengajaran bahasa senantiasa dinilai dari strategi bahasa yang
digunakan, karena strategilah yang menentukan tercapainya isi dan cara
mengajarkan bahasa. Di lain pihak, ada pendapat ekstrim yang menyatakan bahwa
strategi itu tidak penting. Yang penting adalah kemauan belajar dan kualitas
mahasiswa. Ada pula yang berpendapat bahwa strategi itu hanya sekedar alat
saja, dosenlah yang paling menentukan. Terlepas dari masalah setuju atau tidak
setuju dengan beberapa pendapat di atas, adalah suatu kenyataan bahwa setiap
saat para dosen dihadapkan dengan strategi baru.
Variasi metode
pembelajaran akan membantu mahasiswa untuk secara aktif dapat menggunakan
sel-sel otak mereka untuk turut serta memecahkan persoalan, menemukan ide pokok
dari suatu materi perkuliahan, dan tentu saja secara aktif akan mendominasi
aktifitas pembelajaran. Dengan cara ini, terciptalah suasana yang lebih
menyenangkan dan membisakan karena hasil belajar dapat dimaksimalkan.
B. Metode dan strategi yang digunakan
dalam Pembelajaran Bahasa Arab
1. Metode Pembelajaran Menyimak
Pembelajaran menyimak
ada dua macam, yaitu: pertama, menyimak untuk keperluan pengulangan. Menyimak
dalam model ini menuntut mahasiswa untuk menyimak teks kemudian mengulang dari
apa yang didengarnya. Kedua, menyimak untuk keperluan memahami teks dengan
baik, dapat membedakan mana ide pokok dan mana ide tambahan, dapat memahami
alur cerita dalam teks dan sebagainya[2].
Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak adalah sebagai
berikut:
- Ta’lim Muta’awin
Strategi
ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk saling berbagi hasil belajar dari
materi yang sama dengan cara berbeda dengan membandingkan catatan hasil
belajar.
- Talkhis Magza
Metode
ini dapat menguji kemampuan menyimak mahasiswa terhadap isi cerita. Jawaban
mahasiswa terhadap pertanyaan (apa, bagaimana, mengapa, kapan, dimana) yang
kemudian disintesiskan ke dalam suatu kalimat singkat, padat, dan jelas
sehingga dapat menumbuhkan proses berfikir kreatif kritis terhadap topik yang
diberikan.
- Istima’ Musykilat
Metode
ini digunakan untuk meningkatkan rasa empati mahasiswa pada sesamanya.
Mahasiswa dapat memahami keluh kesa mahasiswa yang lain dan menawarkan solusi
edukatif dalam penyelesaiannya.
2. Metode Pembelajaran Berbicara (Kalam)
Keterampilan berbicara
dapat terwujud setelah keterampilan menyimak dan mengucapkan kosa-kata bahasa
Arab. Keterampilan ini dapat berupa percakapan, diskusi, cerita atau pidato.
Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran kalam adalah sebagai berikut:
a. Khibrat Mutsirah
Strategi
ini digunakan untuk memotivasi mahasiswa agar dapat mengungkapkan
pengalaman-pengalaman yang pernah dialaminya berkaitan dengan teks yang akan
diajarkan dan untuk mengajak keterlibatan mahasiswa dalam melihat pengalaman
mereka sejak awal perkuliahan.
b.
Tamtsiliyyah
Strategi
ini adalah sebuah aktiftas yang membutuhkan kemampuan mahasiswa dalam
mengekspesikan dialek bahasa Arab fusha dengan fasih sesuai makhrajnya, di
samping dalam mengeksplorasikan kemampuannya dalam bermain peran.
c.
Ta’bir Mushawwar
Melalui
bantuan media gambar, mahasiswa dapat membahasakan materi ajar dari presepsi
yang ia bisa tangkap uraian dosen melalui bahasanya sendiri.
3. Metode Pembelajaran Membaca (Qira’ah)
Dalam konteks
pembelajaran bahasa Arab, membaca memiliki urgenitas tersendiri yakni: Membaca
dan memahami khazanah intelektual klasik dan modern.Strategi yang digunakan
dalam ketermpilan membaca adalah sebagai berikut:
a. Qira’ah Muwajjahah
Qira’ah
Muwajjahah merupakan salah satu strategi untuk mempelajari teks wacana dengan
menggunakan penuntun yang berupa pertanyaan-pertanyaan, bagan, skema, dan
sebagainya.
b.
Qira’ah Jahriyah
Strategi
ni dapat membantu mahasiswa dalam menghadirkan pemahaman dan konsentrasi secara
tida langsung terhadap bacaan. Penekanan strategi ini terlihat bukan hanya
dalam memahami teks bacaan, tapi juga pada ekspresi bahasa bacaan bahasa Arab
yang baik dan benar.
c.
Akhziyat al-Nash
Strategi
ini digunakan untuk mempelajari teks wacana yang mempunyai beberapa segmen.
Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai jumlah segmen yang ada dalam
teks wacana tersebut.
4. Metode Pembelajaran Menulis (Kitabah)
Keterampilan menulis
harus diajarkan secara bertahap, mulai tahap terendah kemudian pada tahap yang
lebih tinggi.Strategi yang dapat digunakan untuk pembelajaran menulis ini
adalah sebagai berikut:
a.
Musyrakat al-Kitabah al-Fa’alah
Salah
satu strategi yang dapat membuat mahasiswa siap mengeksplorasikan gagasannya
lewat tulisan. Strategi ini dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan
mahasiswa dalam menulis, di samping untuk membentuk kerjasama tim.
b.
Kitabat al-Nasyarat
Strategi
ini digunakan untuk melibatkan mahasiswa sejak awal dalam merespon proses
belajar mangajar di dalam kelas, di samping dosen dapat mengetahui efektifitas
pembelajaran.
5. Metode Pembelajaran Kosa Kata
(Mufradat)
Kosa kata merupakan
bagian yang pokok dalam mempelajari bahasa, karena hakekat bahasa adalah sekumpulan
kosa kata. Kosa-kata menjadi kebutuhan pokok ketika belajar bahasa Arab[3].Strategi
yang digunakan adalah sebagai berikut:
a.
Al-Kalimat al-Mutaqathi’ah
Strategi
ini digunakan untuk lebih memantabkan penguasaan kosa kata dari teks wacana
yang telah dipelajari mahasiswa. Ia dapat digunakan sebagai strategi
pembelajjaran yang menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang
berlangsung.
b.
Al-Kalimat al-Musalsalah
Strategi
pembelajaran ini bertujuan agar mahasiswa mempunyai pembendaharaan kata yang
bervariasi dan mampu pula merangkainya dengan tepat dalam struktur kalimat
bahasa Arab.
6. Metode Pembelajaran Gramatika (Nahwu
dan Shorof)
Para pakar bahasa
menyatakan bahwa mempelajari gramatikal bukanlah merupakan tujuan, tetapi
merupakan media untuk mengevaluasi kalam dan kitabah seseorang. Pada
perkembangan terkini, pengajaran gramatika mulai berubah pola ajar dengan
mengaitkannya dengan kebutuhan real bahasa keseharian peserta didik yaitu
berkisar pada pola-pola (uslub) yang digunakan dalam teks wacana, teks istima’
atau membahas kesalahan-kesalahan yang ada pada hasil karangan peserta didik,
baik kesalahan individu atau kesalahan umun. Pengajaran gramatika yang
berdasarkan kebutuhan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh peserta didik,
terutama agar terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam menulis dan
berbicara.Strategi yang dapat digunakan dalam mengajarkan gramatika adalah Muskilat
al-Thullab, Strategi pembelajaran ini dapat mengakomodasi kebutuhan dan harapan
seluruh mahasiswa, sehingga mahasiswa yang pemalu sekalipun, karena ia memberi
peluang kepada mahasiswa menanyakan hal-hal yang belu dimengerti dari gramatika
yang telah diajarkan.[4]
7. Metode Pembelajaran Terjemah
Berdasarkan namanya,
metode terjemah menitik beratkan kegiatan-kegiatannya berupa cara penerjemahan
bacaan-bacaan. Biasanya, metode ini diawali oleh penerjemahan bahasa asing ke
dalam bahasa pelajar, dan kemudian sebaliknya. Seperti halnya, metode
gramatika, metode terjemah ini sangat cocok untuk kelas yang berjumlah besar
dan tidak memerlukan seorang pengajar yang harus memiliki penguasaan bahasa
asing secara aktif atau pendidikan khusus untuk mengajar bahasa. Metode ini
tidak hanya mudah untuk melaksanakannya, tetapi juga murah. Kegiatan utama
metode ini ialah proses penerjemahan, dan sama sekali tidak ada usaha untuk
mengajarkan ucapan. Karena itu, setiap pelajaran memberi gambaran tentang
kaidah bahasa, kata-kata yang harus diterjemahkan, kaidah tata-bahasa yang
harus dihafal, dan latihan penerjemahan.
KESIMPULAN
Metode-metode yang digunakan dalam
pembelajaran bahasa Arab, yaitu: Metode menyimak, berbicara, membaca, menulis,
kosa kata, gramatika, dan terjemah. Dalam penggunaan metode-metode tersebut
harus disesuaikan dengan tujuan intruksional khusus, keadaan peserta didik,
materi, situasi, fasilitas, pengajar, dan kebaikan dan kelemahan metode, agar
mencapai hasil yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Radliyah Zaenuddin, dkk, Methodologi
Dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pustaka
Rihlah Group, 2005), hal. 79.
Sofyan Sauri,Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa
Arab Empat Keterampilan, (Jurnal Pengetahuan Ilmu-IlmuAgama Islam dan
Kebudayaan, 2008).
Zakiah Daradjat, Metodologi
Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hal. 143.
[1]
http://belajarislam.com/program-belajar/arabic-for-all/625-7-kunci-kiat-sukses-belajar-bahasa-arab
[2]
Radliyah Zaenuddin, dkk, Methodologi Dan Strategi Alternatif
Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005), hal.
79.
[3]
http://www.tajdid-iaid.or.id
[4]
Radliyah Zaenuddin, dkk, Methodologi
Dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pustaka
Rihlah Group, 2005), hal. 95.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar