Senin, 29 Desember 2014

artikel : Afidatul Aniqoh



METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Afidatul Aniqoh
IAIN Tulungangung
e-mail: afida50@yahoo.com


ABSTRAK
Metode dan strategi pembelajaran bahasa Arab sangat penting untuk mencapai keberhasilan belajar. Metode ialah suatu cara kerja yang sistematis dan umum, terutama dalam mencari kebenaran ilmiah.Strategi adalah media solutif untuk dipergunakan.Banyak metode dan strategi yang bisa digunakan seperti, (1)Metode pembejalaran menyimak dan strategi yang dapat digunakan antara lain Ta'lim Muta'awin,Talkhis Magza, dan Istima' Al-Musykilah, (2)Metode pembelajaran berbicara (Kalam) dan strategi yang digunakan yaitu Khibrat Mutsirah,Tamtsiliyyah, dan Ta'bir Mushawwar, (3) Metode pembelajaran membaca (Qiro'ah) dan strategi yang dapat digunakan Qira'ah Muwajjahah,Qira'ah Jahriyah, dan Akhziyat al-Nash, (4) Metode pembelajaran menulis (kitabah) dan strategi yang digunakan Musyrakat al-Kitabah al-Fa'alah, dan Kitabat al-Nasyarat, (5) Metode pembelajaran kosa kata dan strategi yang digunakan yaitu Al-Kalimat al-Mutaqathi'ah, dan Al-Kalimatal-Musalsalah,(6)Metode pembelajran  gramatika (Nahwu dan Shorof) dan strateginya yaitu Muskilat al-Thullab, dan (7) Metode pembelajaran terjemah.

Kata Kunci: Metode, Strategi, bahasa Arab

PENDAHULUAN
Secara umum, kata strategi mengandung makna rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.untuk memahami strategi atau teknik biasanya dikaitkan dengan istilah metode.Setiap pelajar mestilah mempunyai strategi tertentu untuk mencapai kejayaan. Strategi pembelajaran ialah tindakan-tindakan tertentu yang diambil oleh pelajar untuk menjadikan pembelajaran lebih cepat, lebih efektif dan lebih mudah disesuaikan kepada situasi baru. Penggunaan strategi amat penting, lebih-lebih lagi dalam pembelajaran bahasa karena ia merupakan alat yang dapat membantu mereka aktif, belajar sendiri dan yang lebih penting membantu pelajar berkemampuan untuk berkomunikasi. Metode merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa metode yang sesuai dan tepat akan sulit mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan.
Dalam menetapkan metode ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau harus diperhatikan dalam penetapan metode yang akan digunakan sebagai alat dan cara dalam penyajian bahan pengajaran, yaitu: (1) tujuan intruksional khusus yang merupakan unsur utama yang harus dikaji dalam rangka menetapkan metode yang hendak dipergunakan dan itu harus sesuai dengan tujuan, karena tujuan itulah yang menjadi tumpuan dan arah untuk memperhitungkan efektivitas, (2) Keadaan Mahasiswa atau Peserta Didik, Peserta didik merupakan unsur yang harus diperhitungkan, karena metode-metode yang hendak ditetapkan itu merupakan alat untuk menggerakkan mereka agar dapat mencerna atau mempelajari bahan yang akan disajikan. Kita hanya mungkin dapat menggerakkan peserta didik seandainya metode itu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, baik secara kelompok ataupun individual. Jadi, bukan peserta didik untuk metode melainkan metode untuk peserta didik, karena metode di tangan pengajar bukanlah hal yang bersifat otoratif atau doktrinatif, (3) Materi atau Bahan pengajaran, Penguasaan bahan oleh pengajar hendaknya mengarah kepada sifat spesialisasi atas ilmu yang diajarkannya. Mengingat isi, sifat, dan leluasanya, maka pengajar harus mampu menguraikan ilmu dan apa-apa yang akan diajarkannya. Penyusunan unsur-unsur yang baik bukan saja memudahkan peserta didik untuk mempelajarinya, melainkan juga memberikan gambaran yang jelas sebagai petunjuk dalam menetapkan metode mengajar.
Pembelajaran bahasa Arab di Indonesia sudah menggunakan metode-metode yang berbeda yang tujuannya untuk menyesuaikan perkembangan dan kemajuan zaman, dan mencapai hasil yang maksimal. Menentukan metode yang tepat untuk pembelajaran bukanlah hal yang mudah, karena banyaknya metode-metode dengan kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan. Dengan metode yang sesuai dan tepat, maka diharapkan sasaran dan tujuan pembelajaran bahasa Arab dapat tercapai secara maksimal.







PEMBAHASAN
A.Pengertian Metode dan Strategi Pembelajaran Bahasa Arab
Metode ialah suatu cara kerja yang sistematik dan umum, terutama dalam mencari kebenaran ilmiah. Dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa arab maka pembahasan metode akan selalu bertolak dari hakikat usaha menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik agar pelajaran itu diterima. Di dalam tangan siapa metode itu tergenggam, maka kepadanya dituntut suatu keampuan dan keterampilan menggunakannya.[1]
Strategi adalah media solutif untuk dipergunakan. Dengan konsentrasi dan latihan, anda akan ahli menggunakannya serta melakukan improvisasi atasnya. Sukses tidaknya suatu program pengajaran bahasa senantiasa dinilai dari strategi bahasa yang digunakan, karena strategilah yang menentukan tercapainya isi dan cara mengajarkan bahasa. Di lain pihak, ada pendapat ekstrim yang menyatakan bahwa strategi itu tidak penting. Yang penting adalah kemauan belajar dan kualitas mahasiswa. Ada pula yang berpendapat bahwa strategi itu hanya sekedar alat saja, dosenlah yang paling menentukan. Terlepas dari masalah setuju atau tidak setuju dengan beberapa pendapat di atas, adalah suatu kenyataan bahwa setiap saat para dosen dihadapkan dengan strategi baru.
Variasi metode pembelajaran akan membantu mahasiswa untuk secara aktif dapat menggunakan sel-sel otak mereka untuk turut serta memecahkan persoalan, menemukan ide pokok dari suatu materi perkuliahan, dan tentu saja secara aktif akan mendominasi aktifitas pembelajaran. Dengan cara ini, terciptalah suasana yang lebih menyenangkan dan membisakan karena hasil belajar dapat dimaksimalkan.
B. Metode dan strategi yang digunakan dalam Pembelajaran Bahasa Arab
1. Metode Pembelajaran Menyimak
Pembelajaran menyimak ada dua macam, yaitu: pertama, menyimak untuk keperluan pengulangan. Menyimak dalam model ini menuntut mahasiswa untuk menyimak teks kemudian mengulang dari apa yang didengarnya. Kedua, menyimak untuk keperluan memahami teks dengan baik, dapat membedakan mana ide pokok dan mana ide tambahan, dapat memahami alur cerita dalam teks dan sebagainya[2]. Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak adalah sebagai berikut:
  1. Ta’lim Muta’awin
Strategi ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk saling berbagi hasil belajar dari materi yang sama dengan cara berbeda dengan membandingkan catatan hasil belajar.
  1. Talkhis Magza
Metode ini dapat menguji kemampuan menyimak mahasiswa terhadap isi cerita. Jawaban mahasiswa terhadap pertanyaan (apa, bagaimana, mengapa, kapan, dimana) yang kemudian disintesiskan ke dalam suatu kalimat singkat, padat, dan jelas sehingga dapat menumbuhkan proses berfikir kreatif kritis terhadap topik yang diberikan.
  1. Istima’ Musykilat
Metode ini digunakan untuk meningkatkan rasa empati mahasiswa pada sesamanya. Mahasiswa dapat memahami keluh kesa mahasiswa yang lain dan menawarkan solusi edukatif dalam penyelesaiannya.
2. Metode Pembelajaran Berbicara (Kalam)
Keterampilan berbicara dapat terwujud setelah keterampilan menyimak dan mengucapkan kosa-kata bahasa Arab. Keterampilan ini dapat berupa percakapan, diskusi, cerita atau pidato. Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran kalam adalah sebagai berikut:
a.   Khibrat Mutsirah
Strategi ini digunakan untuk memotivasi mahasiswa agar dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman yang pernah dialaminya berkaitan dengan teks yang akan diajarkan dan untuk mengajak keterlibatan mahasiswa dalam melihat pengalaman mereka sejak awal perkuliahan.
b.   Tamtsiliyyah
Strategi ini adalah sebuah aktiftas yang membutuhkan kemampuan mahasiswa dalam mengekspesikan dialek bahasa Arab fusha dengan fasih sesuai makhrajnya, di samping dalam mengeksplorasikan kemampuannya dalam bermain peran.
c.   Ta’bir Mushawwar
Melalui bantuan media gambar, mahasiswa dapat membahasakan materi ajar dari presepsi yang ia bisa tangkap uraian dosen melalui bahasanya sendiri.
3. Metode Pembelajaran Membaca (Qira’ah)
Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, membaca memiliki urgenitas tersendiri yakni: Membaca dan memahami khazanah intelektual klasik dan modern.Strategi yang digunakan dalam ketermpilan membaca adalah sebagai berikut:
a.   Qira’ah Muwajjahah
Qira’ah Muwajjahah merupakan salah satu strategi untuk mempelajari teks wacana dengan menggunakan penuntun yang berupa pertanyaan-pertanyaan, bagan, skema, dan sebagainya.
b.   Qira’ah Jahriyah
Strategi ni dapat membantu mahasiswa dalam menghadirkan pemahaman dan konsentrasi secara tida langsung terhadap bacaan. Penekanan strategi ini terlihat bukan hanya dalam memahami teks bacaan, tapi juga pada ekspresi bahasa bacaan bahasa Arab yang baik dan benar.
c.   Akhziyat al-Nash
Strategi ini digunakan untuk mempelajari teks wacana yang mempunyai beberapa segmen. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai jumlah segmen yang ada dalam teks wacana tersebut.
4. Metode Pembelajaran Menulis (Kitabah)
Keterampilan menulis harus diajarkan secara bertahap, mulai tahap terendah kemudian pada tahap yang lebih tinggi.Strategi yang dapat digunakan untuk pembelajaran menulis ini adalah sebagai berikut:
a.   Musyrakat al-Kitabah al-Fa’alah
Salah satu strategi yang dapat membuat mahasiswa siap mengeksplorasikan gagasannya lewat tulisan. Strategi ini dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan mahasiswa dalam menulis, di samping untuk membentuk kerjasama tim.
b.   Kitabat al-Nasyarat
Strategi ini digunakan untuk melibatkan mahasiswa sejak awal dalam merespon proses belajar mangajar di dalam kelas, di samping dosen dapat mengetahui efektifitas pembelajaran.
5. Metode Pembelajaran Kosa Kata (Mufradat)
Kosa kata merupakan bagian yang pokok dalam mempelajari bahasa, karena hakekat bahasa adalah sekumpulan kosa kata. Kosa-kata menjadi kebutuhan pokok ketika belajar bahasa Arab[3].Strategi yang digunakan adalah sebagai berikut:
a.   Al-Kalimat al-Mutaqathi’ah
Strategi ini digunakan untuk lebih memantabkan penguasaan kosa kata dari teks wacana yang telah dipelajari mahasiswa. Ia dapat digunakan sebagai strategi pembelajjaran yang menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang berlangsung.
b.   Al-Kalimat al-Musalsalah
Strategi pembelajaran ini bertujuan agar mahasiswa mempunyai pembendaharaan kata yang bervariasi dan mampu pula merangkainya dengan tepat dalam struktur kalimat bahasa Arab.
6. Metode Pembelajaran Gramatika (Nahwu dan Shorof)
Para pakar bahasa menyatakan bahwa mempelajari gramatikal bukanlah merupakan tujuan, tetapi merupakan media untuk mengevaluasi kalam dan kitabah seseorang. Pada perkembangan terkini, pengajaran gramatika mulai berubah pola ajar dengan mengaitkannya dengan kebutuhan real bahasa keseharian peserta didik yaitu berkisar pada pola-pola (uslub) yang digunakan dalam teks wacana, teks istima’ atau membahas kesalahan-kesalahan yang ada pada hasil karangan peserta didik, baik kesalahan individu atau kesalahan umun. Pengajaran gramatika yang berdasarkan kebutuhan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh peserta didik, terutama agar terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam menulis dan berbicara.Strategi yang dapat digunakan dalam mengajarkan gramatika adalah Muskilat al-Thullab, Strategi pembelajaran ini dapat mengakomodasi kebutuhan dan harapan seluruh mahasiswa, sehingga mahasiswa yang pemalu sekalipun, karena ia memberi peluang kepada mahasiswa menanyakan hal-hal yang belu dimengerti dari gramatika yang telah diajarkan.[4]
7. Metode Pembelajaran Terjemah
Berdasarkan namanya, metode terjemah menitik beratkan kegiatan-kegiatannya berupa cara penerjemahan bacaan-bacaan. Biasanya, metode ini diawali oleh penerjemahan bahasa asing ke dalam bahasa pelajar, dan kemudian sebaliknya. Seperti halnya, metode gramatika, metode terjemah ini sangat cocok untuk kelas yang berjumlah besar dan tidak memerlukan seorang pengajar yang harus memiliki penguasaan bahasa asing secara aktif atau pendidikan khusus untuk mengajar bahasa. Metode ini tidak hanya mudah untuk melaksanakannya, tetapi juga murah. Kegiatan utama metode ini ialah proses penerjemahan, dan sama sekali tidak ada usaha untuk mengajarkan ucapan. Karena itu, setiap pelajaran memberi gambaran tentang kaidah bahasa, kata-kata yang harus diterjemahkan, kaidah tata-bahasa yang harus dihafal, dan latihan penerjemahan.

KESIMPULAN
Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab, yaitu: Metode menyimak, berbicara, membaca, menulis, kosa kata, gramatika, dan terjemah. Dalam penggunaan metode-metode tersebut harus disesuaikan dengan tujuan intruksional khusus, keadaan peserta didik, materi, situasi, fasilitas, pengajar, dan kebaikan dan kelemahan metode, agar mencapai hasil yang maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
Radliyah Zaenuddin, dkk, Methodologi Dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005), hal. 79.
Sofyan Sauri,Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Arab Empat Keterampilan, (Jurnal Pengetahuan Ilmu-IlmuAgama Islam dan Kebudayaan, 2008).
Zakiah Daradjat, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hal. 143.




[1] http://belajarislam.com/program-belajar/arabic-for-all/625-7-kunci-kiat-sukses-belajar-bahasa-arab
[2] Radliyah Zaenuddin, dkk, Methodologi Dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005), hal. 79.

[3] http://www.tajdid-iaid.or.id
[4] Radliyah Zaenuddin, dkk, Methodologi Dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005), hal. 95.

Tidak ada komentar: