Senin, 05 Januari 2015

Artikel : Kafid Asror



METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB
Oleh: Kafid Asror
IAIN Tulungagung

ABTRACT
Bahasa Arab dan al-Quran bagaikan dua mata uang yang tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu dengan yang lainnya. Mempelajari bahasa Arab adalah syarat wajib untuk menguasai isi al-Quran. Dan mempelajari bahasa al-Quran berarti mempelajari bahasa Arab. Peranan bahasa Arab disamping sebagai alat komunikasi manusia sesamanya juga komunikasi manusia beriman kepada Allah, yang terwujud dalam bentuk salat, doa-doa dan sebagainya.
Kata kunci:  Kaidah dalam mengajarkan bahasa Arab, tujuan mempelajari bahasa                                   Arab,metode pengajaran bahasa Arab.
PENDAHULUAN
              Pembelajaran bahasa Arab yang masih dianggap oleh sebagian siswa atau mahasiswa sebagai bahasa yang sulit(sukar) bahkan memandangnya sebagai momok. Hal ini merupakan tantangan yang harus segera diupayakan pemecahannya. Di sini peranan guru atau penddik dan pakar bahasa Arab sangat dinantikan.
            Bahasa Arab itu sebenarnya mudah atau tidak sulit. Asal tekun dan bersungguh-sungguh, serta mempratekannya. Baik di sekolah maupun di luar sekolah, hingga bahasa Arab bukan lagi bahasa yang ditakuti dan dianggap sukar oleh anak didik.
KAIDAH DALAM MENGAJARKAN BAHASA ARAB
            Agar bahasa Arab tidak pandang sulit, sukar, maka pengajaran perlu memperhatikan kaidah-kaidah pengajaran bahasa Arab. Kaidah-kaidah tersebut antara lain:
1.      Mengajarkan bahasa arab hendaknya di mulai dengan percakapan, meskipun dengan kata-kata sederhana.
2.      Usahakan dalam menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat peraga(alat bantu).
3.      Mengajar hendaklah dengan mementingkan kalimat yang mengndung makna dan pengertian.
4.      Mengajarkan bahasaArab hendaklah mengaktifkan semua panca indera anak didik.
5.      Pelajaran bahasa hendaklah menarik perhatian dan disesuaikan dengan taraf perkembangan.
6.      Murid-murid banyak dilatih bicara, menulis dan membaca.


TUJUAN MEMPELAJARI BAHASA ARAB
            Tujuan pengajaran bahasa Arab menentukan approach,metode dan teknik pengajaran bahasa itu. Oleh karena itu tujuan pengajaran suatu bahasa haruslah dirumuskan sedemikian rupa agar arah yang akan dituju tepat mengenai sasaran.
            Pengajaran bahasa Arab diarahkan kepada pencapaian tujuan, yakni tujuan jangka panjang (tujuan umum) dan jangka pendek (tujuan khusus). Dalam tujuan khusus adalah merupakan penjabaran dari tujuan umum, karena tujuan umum itu sulit dicapai tanpa dijabarkan secara operasional dan spesifik.
            Pada tujuan umum bahasa Arab ditujukan pada pencapain tujuan:
  1. Agar siswa dapat memahami al-Quran dan hadis sebagai sumber hukum islam dan ajaran
  2. Dapat memahami serta mengerti buku-buku agama dan kebudayaan islam yang ditulis dengan tulisan arab.
  3. Supaya pandai berbicara dan mengarang buku bahasa Arab.
  4. Untuk digunakan sebagai alat pembantu keahklian lain.
  5. Untuk membina ahli bahasa Arab agar menjadi ahli bahasa Arab yang profesional.
Oleh karena itu tujuan di atas masih sangat umum dan masih mengambang, maka perlu dijabarkan lagi secara khusus agar tujuan umum dapat tercapai. Sehingga akan ada tujuan khusus, yang ini akan kita bicarakan di waktu membicarakan macam-macam pengajaran bahasa Arab.
MACAM-MACAM METODE MENAGAJARKAN BAHASA ARAB 
1.      Metode Bercakap-cakap (muhadasah)
Pelajaran muhadasah merupakan pelajaran bahasa Arab yang pertama diberikan. Sebab tujuan utama pengajaran bahasa Arab adalah mampu bercakap-cakap bahasa Arab dalam pembicaraan sehari-hari dan membaca al-Quran, dalam salat dan doa-doa.
Kalau diperhatikan lebih jauh, anak kecil belajar bahasa ibunya memang dimulai dengan percakapan ini, mula-mula ia mengucapkan kata-kata yang diajarkan ibunya meskipun tidak langsung ia pahami, setelah agak lancar ia mencoba menyusun kata-kata dan akhirnya lama kelamaan ia mahir berbicara bahasa Arab.
Tujuan pengajaran muhadasah  
  1. Melatih lidah anak didik agar terbiasa dan fasih berbicara bahasa Arab
  2. Termpil berbicara dalam bahasa Arab mengenai kejadian apa saja yang terjadi disekitarnya.
  3. Mampu menterjemahkan percakapan orang lain.
  4. Menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa Arab dan al-Quran,sehingga timbul kemauan belajar bahasa Arab.
Metode mengajarkan muhadasah
Ada beberapa langkah yang ditempuh dalam mengajarkan ini yaitu:
  1. Mempersipkan acara atau materi Muhadasah dengan matang menetapkan topik.
  2. Materi hendaknya disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan anak didik.
  3. Menggunakan alat peraga agar anak didik cepat mengerti.
  4. Guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu arti dari kata-kata yang akan disampaikan.
  5. Di dalam kelas guru harus berbicara dengan bahasa Arab agar anak didk cepat terlatih dengan perkataan bahasa Arab.
  6. Sebelum mengakhiri pertemuan guru harus memberi dorongan semangat agar anak didik bersungguh-sungguh.
Saran-saran yang harus diperhatikan dalam muhadasah
  1. Berani mempraktekkan percakapan, dengan menghilangkan rasa malu.
  2. Rajin menambah mufradat dan menghafalkannya.
  3. Banyak membaca buku dalam bahasa Arab.
  4. Mencintai guru dan teman yang pandai bahasa Arab.
2.      Metode Muthala’ah (membaca)
Metode Muthala’ah, yaitu cara menyajikan pelajaran dengan membaca dengan baik bersuara maupun dalam hati. Metode ini berharap agar anak didik bisa membaca dengan fasih.
Tujuan pengajaran muthala’ah
1.      Melatih anak didik terampil membaca huruf Arab.
2.      Mampu membedakan bacaan huruf satu dengan huruf yang lainnya.
3.      Agar anak didik dapat membaca, membahas dan meneliti buku-buku agama.
Metode pengajaran muthala’ah
  1. Sebelum guru membaca buku yang dipelajari, suruhlah anak didik membaca terlebih dahulu.
  2. Guru menawarkan kepada murid, untuk mengulangi bacaan yang baru saja dibaca.
  3. Dalam memberikan penjelasan, hendaklah disertai contoh-contoh.
  4. Pada akhir pelajaran selesai, guru jangan lupa memberi nasihat.
Saran-saran yang perlu diperhatikan
  1. Bahan bacaan hendaknya disesuaikan dengan taraf perkembangan.
  2. Jika dianggap perlu,upayakan alat peraga.
  3. Adakalanya diberi selingan agar anak didik tidak membaca terus-menerus.
3.Metode imla’ (dekte)
            Metode imla’ yaitu sebuah metode yang di mana guru membaca dan anak didiknya disuruh menulis.
Tujuan pengajaran imla’
  1. Agar anak didik dapat menulis kata-kata dan kalimat dalam bahasa Arab.
  2. Melatih semua panca indra anak didik menjadi aktif.
  3. Menguji pengetahuan murid-murid tentang penulisan.
  4. Memudahkan murid mengarang dalam bahasa Arab.
Metode mengajarkan imla’
  1. Memberikan apersepsi terlebih dahulu, sebelum memulai imla’.
  2. Guru menuliskan materi pelajaran imla’ di papan tulis dengan tulisan terang dan bagus
  3. Membacakan materi pelajaran imla’ yang telah ditulis itu.
  4. Mengadakan soal jawab setelah materi selesai.
Saran-saran dalam imla’
  1. Guru janganlah memulai sebelum keadaan kelas tertib.
  2. Mulailah acara imla’ jika siswa telah dalam keadaan siap.
  3. Adakanlah soal jawab dan diskusi materi imla’
  4. Mengadakan evaluasi atau post test.
PENUTUP
            Pembelajaran bahasa Arab sebenarnya tidak sulit bagi anak didik selama tujuan umum dijabarkan lagi secara khusus agar tujuan umum tadi dapat tercapai. Sehingga anak didik tidak menganggap bahasa Arab sebagai momok. Dengan demikian metode  pembelajaran bahasa Arab di dalam artikel ini akan membina ahli bahasa Arab, yakni benar-benar profesional dan juga bisa membaca buku-buku agama serta mengarang buku bahasa Arab.
DAFTAR PUSTAKA
  • Tayar Yusuf, Ilmu Praktek Mengajar-Metodik Khusus Pengajaran Agama (Bandung: PT. Al-Ma’arif, 1985)
  • Mansyur, Metodologi Pendidikan Agama (Jakarta: CV. Forum, 1981)
  • Mahmud Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama (Jakarta: PT. Hdakarya Agung, 1983)

Tidak ada komentar: