METODE
PENGAJARAN BAHASA ARAB
Oleh:
Kafid Asror
ABTRACT
Bahasa
Arab dan al-Quran bagaikan dua mata uang yang tidak dapat dipisah-pisahkan
antara satu dengan yang lainnya. Mempelajari bahasa Arab adalah syarat wajib
untuk menguasai isi al-Quran. Dan mempelajari bahasa al-Quran berarti
mempelajari bahasa Arab. Peranan bahasa Arab disamping sebagai alat komunikasi
manusia sesamanya juga komunikasi manusia beriman kepada Allah, yang terwujud
dalam bentuk salat, doa-doa dan sebagainya.
Kata kunci: Kaidah dalam mengajarkan bahasa Arab, tujuan
mempelajari bahasa Arab,metode
pengajaran bahasa Arab.
PENDAHULUAN
Pembelajaran bahasa
Arab yang masih dianggap oleh sebagian siswa atau mahasiswa sebagai bahasa yang
sulit(sukar) bahkan memandangnya sebagai momok. Hal ini merupakan tantangan
yang harus segera diupayakan pemecahannya. Di sini peranan guru atau penddik
dan pakar bahasa Arab sangat dinantikan.
Bahasa Arab itu sebenarnya mudah
atau tidak sulit. Asal tekun dan bersungguh-sungguh, serta mempratekannya. Baik
di sekolah maupun di luar sekolah, hingga bahasa Arab bukan lagi bahasa yang
ditakuti dan dianggap sukar oleh anak didik.
KAIDAH
DALAM MENGAJARKAN BAHASA ARAB
Agar bahasa Arab tidak pandang
sulit, sukar, maka pengajaran perlu memperhatikan kaidah-kaidah pengajaran
bahasa Arab. Kaidah-kaidah tersebut antara lain:
1.
Mengajarkan bahasa arab hendaknya
di mulai dengan percakapan, meskipun dengan kata-kata sederhana.
2.
Usahakan dalam menyajikan bahan
pelajaran dengan menggunakan alat peraga(alat bantu).
3.
Mengajar hendaklah dengan
mementingkan kalimat yang mengndung makna dan pengertian.
4.
Mengajarkan bahasaArab hendaklah
mengaktifkan semua panca indera anak didik.
5.
Pelajaran bahasa hendaklah
menarik perhatian dan disesuaikan dengan taraf perkembangan.
6.
Murid-murid banyak dilatih
bicara, menulis dan membaca.
TUJUAN
MEMPELAJARI BAHASA ARAB
Tujuan pengajaran bahasa Arab
menentukan approach,metode dan teknik pengajaran bahasa itu. Oleh karena itu
tujuan pengajaran suatu bahasa haruslah dirumuskan sedemikian rupa agar arah
yang akan dituju tepat mengenai sasaran.
Pengajaran bahasa Arab diarahkan
kepada pencapaian tujuan, yakni tujuan jangka panjang (tujuan umum) dan jangka
pendek (tujuan khusus). Dalam tujuan khusus adalah merupakan penjabaran dari
tujuan umum, karena tujuan umum itu sulit dicapai tanpa dijabarkan secara
operasional dan spesifik.
Pada tujuan umum bahasa Arab
ditujukan pada pencapain tujuan:
- Agar siswa dapat memahami al-Quran dan hadis sebagai sumber hukum islam dan ajaran
- Dapat memahami serta mengerti buku-buku agama dan kebudayaan islam yang ditulis dengan tulisan arab.
- Supaya pandai berbicara dan mengarang buku bahasa Arab.
- Untuk digunakan sebagai alat pembantu keahklian lain.
- Untuk membina ahli bahasa Arab agar menjadi ahli bahasa Arab yang profesional.
Oleh
karena itu tujuan di atas masih sangat umum dan masih mengambang, maka perlu
dijabarkan lagi secara khusus agar tujuan umum dapat tercapai. Sehingga akan
ada tujuan khusus, yang ini akan kita bicarakan di waktu membicarakan
macam-macam pengajaran bahasa Arab.
MACAM-MACAM
METODE MENAGAJARKAN BAHASA ARAB
1. Metode
Bercakap-cakap (muhadasah)
Pelajaran
muhadasah merupakan pelajaran bahasa Arab yang pertama diberikan. Sebab tujuan
utama pengajaran bahasa Arab adalah mampu bercakap-cakap bahasa Arab dalam
pembicaraan sehari-hari dan membaca al-Quran, dalam salat dan doa-doa.
Kalau
diperhatikan lebih jauh, anak kecil belajar bahasa ibunya memang dimulai dengan
percakapan ini, mula-mula ia mengucapkan kata-kata yang diajarkan ibunya
meskipun tidak langsung ia pahami, setelah agak lancar ia mencoba menyusun
kata-kata dan akhirnya lama kelamaan ia mahir berbicara bahasa Arab.
Tujuan
pengajaran muhadasah
- Melatih lidah anak didik agar terbiasa dan fasih berbicara bahasa Arab
- Termpil berbicara dalam bahasa Arab mengenai kejadian apa saja yang terjadi disekitarnya.
- Mampu menterjemahkan percakapan orang lain.
- Menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa Arab dan al-Quran,sehingga timbul kemauan belajar bahasa Arab.
Metode
mengajarkan muhadasah
Ada
beberapa langkah yang ditempuh dalam mengajarkan ini yaitu:
- Mempersipkan acara atau materi Muhadasah dengan matang menetapkan topik.
- Materi hendaknya disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan anak didik.
- Menggunakan alat peraga agar anak didik cepat mengerti.
- Guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu arti dari kata-kata yang akan disampaikan.
- Di dalam kelas guru harus berbicara dengan bahasa Arab agar anak didk cepat terlatih dengan perkataan bahasa Arab.
- Sebelum mengakhiri pertemuan guru harus memberi dorongan semangat agar anak didik bersungguh-sungguh.
Saran-saran
yang harus diperhatikan dalam muhadasah
- Berani mempraktekkan percakapan, dengan menghilangkan rasa malu.
- Rajin menambah mufradat dan menghafalkannya.
- Banyak membaca buku dalam bahasa Arab.
- Mencintai guru dan teman yang pandai bahasa Arab.
2.
Metode Muthala’ah (membaca)
Metode
Muthala’ah, yaitu cara menyajikan pelajaran dengan membaca dengan baik bersuara
maupun dalam hati. Metode ini berharap agar anak didik bisa membaca dengan
fasih.
Tujuan
pengajaran muthala’ah
1.
Melatih anak didik terampil
membaca huruf Arab.
2.
Mampu membedakan bacaan huruf
satu dengan huruf yang lainnya.
3.
Agar anak didik dapat membaca,
membahas dan meneliti buku-buku agama.
Metode
pengajaran muthala’ah
- Sebelum guru membaca buku yang dipelajari, suruhlah anak didik membaca terlebih dahulu.
- Guru menawarkan kepada murid, untuk mengulangi bacaan yang baru saja dibaca.
- Dalam memberikan penjelasan, hendaklah disertai contoh-contoh.
- Pada akhir pelajaran selesai, guru jangan lupa memberi nasihat.
Saran-saran
yang perlu diperhatikan
- Bahan bacaan hendaknya disesuaikan dengan taraf perkembangan.
- Jika dianggap perlu,upayakan alat peraga.
- Adakalanya diberi selingan agar anak didik tidak membaca terus-menerus.
3.Metode
imla’ (dekte)
Metode imla’ yaitu sebuah metode
yang di mana guru membaca dan anak didiknya disuruh menulis.
Tujuan
pengajaran imla’
- Agar anak didik dapat menulis kata-kata dan kalimat dalam bahasa Arab.
- Melatih semua panca indra anak didik menjadi aktif.
- Menguji pengetahuan murid-murid tentang penulisan.
- Memudahkan murid mengarang dalam bahasa Arab.
Metode
mengajarkan imla’
- Memberikan apersepsi terlebih dahulu, sebelum memulai imla’.
- Guru menuliskan materi pelajaran imla’ di papan tulis dengan tulisan terang dan bagus
- Membacakan materi pelajaran imla’ yang telah ditulis itu.
- Mengadakan soal jawab setelah materi selesai.
Saran-saran
dalam imla’
- Guru janganlah memulai sebelum keadaan kelas tertib.
- Mulailah acara imla’ jika siswa telah dalam keadaan siap.
- Adakanlah soal jawab dan diskusi materi imla’
- Mengadakan evaluasi atau post test.
PENUTUP
Pembelajaran bahasa Arab sebenarnya
tidak sulit bagi anak didik selama tujuan umum dijabarkan lagi secara khusus
agar tujuan umum tadi dapat tercapai. Sehingga anak didik tidak menganggap
bahasa Arab sebagai momok. Dengan demikian metode pembelajaran bahasa Arab di dalam artikel ini
akan membina ahli bahasa Arab, yakni benar-benar profesional dan juga bisa
membaca buku-buku agama serta mengarang buku bahasa Arab.
DAFTAR
PUSTAKA
- Tayar Yusuf, Ilmu Praktek Mengajar-Metodik Khusus Pengajaran Agama (Bandung: PT. Al-Ma’arif, 1985)
- Mansyur, Metodologi Pendidikan Agama (Jakarta: CV. Forum, 1981)
- Mahmud Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama (Jakarta: PT. Hdakarya Agung, 1983)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar