Rabu, 19 November 2014

tugas resensi buku : Muhammad Faizal Amin



PENDIDIKAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH
Oleh: Muhammad Faizal Amin
1722143067
Kelas : PBA 1a

Judul Buku
MAHIR BAHASA ARAB
Penulis
Rowi
Muhammad Abror
Achmad Zamroni
Penerbit
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo
Tebal
148 hlm.
ISBN
978-602-257-264-0
           
Madrasah aliyah adalah salah satu unit pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Selain materi-materi umum, di aliyah juga dipelajari berbagai mata pelajaran keagamaan. Namun berbeda dengan yang ada di SMA, mata pelajaran keagamaan di MA (Madrasah Aliyah) dibuat lebih spesifik, dipisah antara bidang yang satu dengan bidang lainnya.
            Salah satunya ialah pembelajaran Bahasa Arab. Memahami Bahasa Arab sangatlah penting agar siswa mampu memahami Al-Qur’an yang juga berbahasa Arab.
            Karena pentingnya pembelajaran Bahasa Arab di MadrasahAliyah, maka diterbitkan lah buku-buku penunjang, yang diantaranya ialah buku MAHIR BAHASA ARAB yang ditulis oleh Rowi, Muhammad Abrori dan Achmad Zamroni. Buku ini ditujukan untuk siswa kelas XI program keagamaan.
            Dalam bukunya tersebut, Rowi DKK menyematkan tujuh bab yang didalamnya terdapat bacaan-bacaan, daftar kosakata baru, dan soal-soal latihan untuk melihat seberapa paham para siswa terhadap materi yang telah disampaikan oleh pengajar. Dalam setiap bab juga terdapat empat buah keterampilan atau maharat, yaitu maharatul istima’ atau keterampilan mendengar, maharatul kalam atau keterampilan berbicara, maharatul qira’ah atau keterampilan membaca dan maharatul kitabah atau keterampilan menulis.
            Bab pertama membahas seputar madrasah. Dengan qoidah nahwu inna wa akhwatuha. Bab kedua membahas tentang masjid dan qoidah fiil tsulasi maziid. Bab ketiga membahas terkait muslim dan qoidah af’alul khomsah. Bab keempat membahas pekerjaan dan qaidah idhofah. Pada bab kelima membahas kehidupan beragama dan qaidah anna’at minal ism maushul. Bab keenam berbicara tentang perilaku terpuji dan qaidah laam. Dan bab terakhir membahas seputar al-Qur’an dan qaidah adawatus syarthil jazimah.
            Keunggulan dari buku ini ialah dikemas dalam balutan cover yang cukup baik. Dengan demikian orang yang melihat akan tertarik untuk menggunakan buku ini sebagai acuan bahan ajar. Dan juga, selain cover buku, setiap bab pun diawali dengan cover yang bergambar, meskipun gambarnya tidak berwarna.
            Buku ini sangat kental akan nuansa Arab, hal itu karena hampir seluruh isinya tersusun dengan bahasa arab. Hanya pada bagian kata pengantar, petunjuk penggunaan buku, analisis program pengajaran, dan lembar kompetensi dasar lah yang menggunakan Bahasa Indonesia. Hal ini memberikan kesan bahwa buku ini memang benar-benar bagus untuk dijadikan bahan ajar untuk materi Bahasa Arab.
            Di dalam buku ini juga terdapat kaidah-kaidah nahwu yang ditempatkan pada setiap bab. Jadi selain mengerti atas arti dari setiap bacaan yang ada, pera siswa juga dibimbing untuk memahami kaidah-kaidah bahasa arab yang benar, dan yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada dalam Al-Qur’an.
            Selain memiliki beberapa kelebihan seperti yang telah saya sebut di atas, buku ini juga memiliki beberapa sisi minus. Diantaranya ialah  tidak adanya at-tarjamah­ untuk mufrodat-mufrodat baru. Sehingga bagi para pemula mungkin akan sedikit kesusahan dalam memahaminya. Sementara membuka kamus pun juga rumit bagi para pemula karena sistematikanya berbeda dengan kamus bahasa Indonesia maupun kamus bahasa Ingggris.
            Selain masalah minimnya pengartian, kadangkala gambar yang disajikan untuk cover bab seolah-olah sedikit tidak sesuai dengan apa yang dibahas di dalamnya. Yang justru akan menimbulkan pertantyaan dari para pembaca, “apa maksudnya dipasang gambar ini di sini?”.
            Tingkat kesulitan dari bacaan itu pun juga sedikit menjadi masalah. Pasalnya kata-kata yang digunakan kadang-kadang bukan merupakan kosakata yang umum didengar sehari-hari. Jadi hal itu juga akan menyebabkan para siswa enggan membaca bacaannya karena tidak mengetahui arti tiap kosakata dalam bacaan tersebut.
            Keterangan tiap-tiap kaidah nahwu dalam buku ini ditulis secara singkat. Hal ini mengakibatkan para siswa tidak memahami kaidah-kaidah tersebut secara mendalam. Hanya sebatas pengetahuan umum tentang kaidah tersebut. Contoh-contoh yang digunakan pun cukup sedikit, hanya satu atau dua contoh untuk setiap pembagian dari kaidah-kaidah tersebut.
            Berdasarkan kekurangan dan kelbihan yang telah diuraikan di atas, saya merekomendasikan buku ini sebagai acuan bahan ajar Bahasa Arab di kelas XI program keagamaan dalam hal pengembangan kosakata. Namun dalam hal pengembangan kaidah pengajar juga sebaiknya menambahkan dengan keterangan keterangan dari buku-buku lain yang lebih menekankan dalam masalah tersebut.

Tidak ada komentar: