PENDIDIKAN BAHASA ARAB DI
MADRASAH ALIYAH
Oleh: Muhammad Faizal Amin
1722143067
Kelas : PBA 1a
Judul Buku
MAHIR BAHASA ARAB
Penulis
Rowi
Muhammad Abror
Achmad Zamroni
Penerbit
PT Tiga Serangkai Pustaka
Mandiri, Solo
Tebal
148 hlm.
ISBN
978-602-257-264-0
Salah
satunya ialah pembelajaran Bahasa Arab. Memahami Bahasa Arab sangatlah penting
agar siswa mampu memahami Al-Qur’an yang juga berbahasa Arab.
Karena
pentingnya pembelajaran Bahasa Arab di MadrasahAliyah, maka diterbitkan lah
buku-buku penunjang, yang diantaranya ialah buku MAHIR BAHASA ARAB yang ditulis
oleh Rowi, Muhammad Abrori dan Achmad Zamroni. Buku ini ditujukan untuk siswa
kelas XI program keagamaan.
Dalam
bukunya tersebut, Rowi DKK menyematkan tujuh bab yang didalamnya terdapat
bacaan-bacaan, daftar kosakata baru, dan soal-soal latihan untuk melihat
seberapa paham para siswa terhadap materi yang telah disampaikan oleh pengajar.
Dalam setiap bab juga terdapat empat buah keterampilan atau maharat, yaitu
maharatul istima’ atau keterampilan mendengar, maharatul kalam atau
keterampilan berbicara, maharatul qira’ah atau keterampilan membaca dan
maharatul kitabah atau keterampilan menulis.
Bab
pertama membahas seputar madrasah. Dengan qoidah nahwu inna wa akhwatuha.
Bab kedua membahas tentang masjid dan qoidah fiil tsulasi maziid. Bab
ketiga membahas terkait muslim dan qoidah af’alul khomsah. Bab keempat
membahas pekerjaan dan qaidah idhofah. Pada bab kelima membahas
kehidupan beragama dan qaidah anna’at minal ism maushul. Bab keenam
berbicara tentang perilaku terpuji dan qaidah laam. Dan bab terakhir
membahas seputar al-Qur’an dan qaidah adawatus syarthil jazimah.
Keunggulan
dari buku ini ialah dikemas dalam balutan cover yang cukup baik. Dengan
demikian orang yang melihat akan tertarik untuk menggunakan buku ini sebagai
acuan bahan ajar. Dan juga, selain cover buku, setiap bab pun diawali dengan cover
yang bergambar, meskipun gambarnya tidak berwarna.
Buku
ini sangat kental akan nuansa Arab, hal itu karena hampir seluruh isinya
tersusun dengan bahasa arab. Hanya pada bagian kata pengantar, petunjuk
penggunaan buku, analisis program pengajaran, dan lembar kompetensi dasar lah
yang menggunakan Bahasa Indonesia. Hal ini memberikan kesan bahwa buku ini
memang benar-benar bagus untuk dijadikan bahan ajar untuk materi Bahasa Arab.
Di
dalam buku ini juga terdapat kaidah-kaidah nahwu yang ditempatkan pada setiap
bab. Jadi selain mengerti atas arti dari setiap bacaan yang ada, pera siswa
juga dibimbing untuk memahami kaidah-kaidah bahasa arab yang benar, dan yang
sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada dalam Al-Qur’an.
Selain
memiliki beberapa kelebihan seperti yang telah saya sebut di atas, buku ini
juga memiliki beberapa sisi minus. Diantaranya ialah tidak adanya at-tarjamah untuk
mufrodat-mufrodat baru. Sehingga bagi para pemula mungkin akan sedikit
kesusahan dalam memahaminya. Sementara membuka kamus pun juga rumit bagi para
pemula karena sistematikanya berbeda dengan kamus bahasa Indonesia maupun kamus
bahasa Ingggris.
Selain
masalah minimnya pengartian, kadangkala gambar yang disajikan untuk cover bab
seolah-olah sedikit tidak sesuai dengan apa yang dibahas di dalamnya. Yang
justru akan menimbulkan pertantyaan dari para pembaca, “apa maksudnya dipasang
gambar ini di sini?”.
Tingkat
kesulitan dari bacaan itu pun juga sedikit menjadi masalah. Pasalnya kata-kata
yang digunakan kadang-kadang bukan merupakan kosakata yang umum didengar
sehari-hari. Jadi hal itu juga akan menyebabkan para siswa enggan membaca
bacaannya karena tidak mengetahui arti tiap kosakata dalam bacaan tersebut.
Keterangan
tiap-tiap kaidah nahwu dalam buku ini ditulis secara singkat. Hal ini
mengakibatkan para siswa tidak memahami kaidah-kaidah tersebut secara mendalam.
Hanya sebatas pengetahuan umum tentang kaidah tersebut. Contoh-contoh yang
digunakan pun cukup sedikit, hanya satu atau dua contoh untuk setiap pembagian
dari kaidah-kaidah tersebut.
Berdasarkan
kekurangan dan kelbihan yang telah diuraikan di atas, saya merekomendasikan
buku ini sebagai acuan bahan ajar Bahasa Arab di kelas XI program keagamaan
dalam hal pengembangan kosakata. Namun dalam hal pengembangan kaidah pengajar
juga sebaiknya menambahkan dengan keterangan keterangan dari buku-buku lain
yang lebih menekankan dalam masalah tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar