Rabu, 19 November 2014

tugas resensi buku : Himmatul ulya m.f.



SAATNYA MENJADI PENERJEMAH YANG CERMAT
Oleh : Himmatul ulya m.f.
1722143038
Pendidikan Bahasa Arab


Judul Buku
Pedoman Penerjemahan Arab Indonesia
Penulis
M.Zaka Al Farisi M,Hum
Penerbit
PT REMAJA ROSDAKARYA Bandung
Cetakan
Pertama,September 2011
Tebal
Viii+256 Halaman



            Menerjemahkan sebuah teks sebenarnya bukan hanya mengalihkan kata demi kata dari bahasa sumber kepada bahasa target.Menerjemahkan pada hakikatnya adalah menyampaikan amanat penulis kepada pembaca dari bahasa sumber kepada bahasa target yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang tidak bisa memahami pesan secara langsung dari bahasa sumber.Maka dari itu jangan sampai orang yang membaca teks terjemahan menerima amanat sepotong potong sehingga menimbulkan kekeliruan pemahaman yang bisa berakibat fatal.
            Masalahnya, menghadirkan makna yang sepadan dalam bahasa target dengan menggunakan bentuk dan struktur bahasa target tidaklah gampang.Kenyataannya,penerjemah sering kali menghadapi kesulitan dalam menghasilkan teks terjemahan yang ideal ,mereka tidak dapat menghadirkan makna yang paling dekat dengan makna yang terdapat dalam bahasa sumber.
            Mungkin kenyataan itulah yang membuat penulis M.Zaka Al Farisi M,Hum menulis buku ini. Agar para penerjemah bertindak lebih cermat dalam menyampaikan makna yang terkandung dari teks yang di terjemahkan,dalam buku ini M.Zaka Al Farisi M,Hum menyebutkan bahwa penerjemah merupakan pengemban amanat berupa pesan dari si penulis teks sumber. Ia bertanggung jawab menyampaikan amanat tersebut kepada pembaca teks target. Jadi tugas penerjemah sesungguhnya tidaklah mudah, ia harus menyampaikan amanat secara utuh , tidak boleh ada pesan yang melenceng,apalagi menyimpang jauh dari maksud teks sumber.Tetapi pada kenyataannya sebuah teks sumber dan teks target memiliki struktur dan kultur yang berbeda,hal ini menimbulkan kesulitan tersendiri dalam menemukan dan menghadirkan padanan leksikal yang pas.kegagalan penerjemah terjadi manakala penerjemah tidak dapat menangkap makna dari teks sumber ,boleh jadi pula bisa menangkap makna tetapi keliru mnyampaikan makna tersebut kedalam bahasa target. Jika telah begitu ,maka penerjemah dianggap telah berkhianat ,terlebih lagi dari bahasa arab kedalam bahasa indonesia. Tidak hanya penerjemahnya yang tersesat,tetapi juga menyesatkan banyak orang yang membaca teks terjemahannya.
            Maka dari itu , upaya untuk menghasilkan terjemahan yang baik  idealnya mencerminkan 3 sisi kualitas,yaitu keakuratan ,kejelasan dan kewajaran.keakuratan artinya terjemahan harus mengungkap amanat teks sumber secara utuh. Jelas berarti mudah di pahami dan wajar berarti punya kesan alamiah sehingga terjemahan tidak terkesan sebagai terjemahan.
            Buku “Pedoman Penerjemahan Arab Indonesia” banyak berisi tentang pengetahuan dan informasi baru.Dalam menyampaikan materi ,penulis menggunakan bahasa yang lugas dan mudah di pahami , materi yang disajikan juga terstruktur dengan baik sehingga memudahkan pembaca untuk menerima dan memahami isi dari buku .Secara praktis, buku ini dapat dijadikan panduan bagaimana memahami strategi penerjemahan arab indonesia yang tepat. Buku dengan tebal 256 halaman ini ditujukan kepada para penerjemah arab indonesia, sehingga karya terjemahan yang dihasilkan dapat menyampaikan makna dalam bahasa target yang paling dekat dengan makna bahasa sumber.

.




Tidak ada komentar: