Kiat
Membangun Kecakapan Berbahasa
Oleh
: Muhamad Rizzalul Hamami
1722143066
Pendidikan
Bahasa Arab 1A
Judul Buku
Langkah-langkah Mudah Belajar Bahasa Arab
Penulis
Imam
Al-Nawawi
Penerbit
JAVALITERA,
Jogjakarta
Cetakan
Pertama,
2011
Tebal
88
halaman, 14,8 x 21 cm
ISBN
978-602-98178-1-2
Bahasa arab adalah bahasa yang digunakan
dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Sesungguhnya memahami Al Qur’an ini adalah suatu
kewajiban bagi setiap umat muslim. Dan untuk membaca serta memahaminya secara
sempurna diperlukan pengenalan serta pengetahuan tentang bahasa arab secara
mendalam.
Dengan demikian, melalui bukunya ini,
kita dibimbing agar mampu memahami, menentukan, membaca, dan mengucapkan
kalimat-kalimat berbahasa arab dengan tepat. Selain itu, hal yang paling
penting dari buku “Langkah Mudah Belajar Bahasa Arab” karya Imam Al-Nawawi ini
adalah mengarahkan kita untuk memiliki skill dan kemampuan membaca teks
berbahasa arab klasik yang tidak berharokat serta dapat menerjemahkan dan
berbicara atau menyusun tulisan atau bahasa arab sesuai dengan susunan yang
benar. Imam Al-Nawawi berharap supaya bukunya tersebut bermanfaat bagi seluruh
umat muslim untuk lebih menguasai bahasa arab , bahasa agama, sekaligus bahasa
internasional.
Pada bab awal buku “Langkah Mudah
Belajar Bahasa Arab”, Imam Al-Nawawi memaparkan mengenai pembagian kata. Kunci
utama agar cepat memahami bahasa arab adalah dengan memahami pembagian kata.
Kata bahasa Arab hanya terbagi pada tiga macam : isim, fi’il, dan huruf.
Dilanjutkan dengan mengenal tanda isim berupa alif dan lam, harokat tanwin, dan
dimasuki huruf jarr. Di tambah dengan isim ditinjau dari jumlahnya yaitu
mufrod/satu, tatsniyah/dua, dan jamak/ lebih dari dua dan jenis kelaminya
berupa mudzakar (laki-laki) dan muannats (perempuan).
Pada bab ini dijelaskan juga mengenai
macam-macam jamak yaitu, jamak mudzakar salim, muannats salim, dan jamak
taksir. Isim Isyarat (petunjuk) berupa ini dan itu. Isim Istifham / menyusun
kalimat pertanyaan. Isim Dhamir (kata ganti) berupa Dhamir Muttashil (ditulis
secara bersambung dengan kata benda atau kerja) dan Dhamir Munfashil (ditulis
secara terpisah dengan kata benda atau kerja). Isim Mausul (yang) terbagi atas
khashshah (digunakan dengan jenis tertentu dan pada kondisi i’rob tertentu) dan
mustarakah (digunakan untuk mufrod, tatsniyah, jamak, mudzakar, maupun
musanna). Dan yang terakhir dilengkapi dengan latihan-latihan guna mengasah
seberapa pahamkah kita dalam mempelajari bab pertama ini.
Setelah pada bab awal buku “langkah
Mudah Belajar Bahasa Arab”, Imam Al-Nawawi dalam bukunya melanjutkan dengan
membahas mengenai Fi’il yang dibagi menjadi tiga dilihat dari segi waktunya
berupa Fi’il Madhi – kata kerja bentuk lampau, Fi’il Mudhori’ – kata kerja
bentuk sedang atau akan, dibagi atas Fi’il Mudhori’ yang dibaca nashab dan
jazam, dan Fi’il Amar – kata kerja
bentuk peritah. Selanjutnya membahas pembagian Fi’il berdasarkan kondisi huruf
terakhirnya berupa Fi’il Shoheh Akhir (huruf terakhirnya bukan huruf ‘illat)
dan Fi’il Mu’tal Akhir (huruf terakhirnya berupa huruf ‘illat). Huruf ‘Illat
berupa wawu, alif dan ya’. pembahasan yang terakhir dalam bab ini adalah
pembagian Fi’il berdasarkan kata kerja aktif (menyebutkan jelas si pelaku) dan
kata kerja pasif (tidak menyebutkan dengan jelas si pelaku). Dilanjutkan dengan
latihan-latihan sebagai tolok ukur pemahan tentang materi bab kedua.
Kemudian bab ke tiga dalam buku “Langkah
Mudah Belajar Bahasa Arab” penulis Imam Al-Nawawi menambahkan tentang mengenal
isim-isim yang rafa’ berupa harakat dhammah, huruf wawu, huruf alif dan huruf
nun. Dilanjutkan dengan menjelaskan fungsi rafa’ yang ada pada isim berupa
Fa’il (pelaku), Naibul Fa’il (pengganti Fa’il), Mubtada’ (pokok kalimat) dan
Khabar (penyebut), isimnya kaana yaitu isimnya kaana harus berupa kata benda
yang ber-‘irob rofa’, jika tidak demikian maka kata benda tersebut tidak bisa
menjadi isimnya kaana. Hal tersebut telah di ungkapkan oleh penulis dalam buku
ini. Fungsi rafa’ selanjutnya yaitu sebagai khabarnya inna.
Pada bab ke empat buku “langkah Mudah
Belajar Bahasa Arab” mejelasakan tentang isim-isim yang ber-‘i’rob nashab
seperti berharakat fathah, terdapat huruf ya’ dan berharakat kasrah.
Selanjutnya tentang fungsi isim yang ber-i’rob nashab seperti Maf’ul Bihi
(sebagai objek), Maf’ul Liajlihi (sebagai keterangan/alasan), haal (keadaan),
dan istitsnaa’ (pengecualian).
Pada bab terakhir dalam buku “langkah
Mudah belajar Bahasa Arab” karangan Imam Al-Nawawi menjelaskan isim-isim yang
ber-i’rob jarr (istilah : khafadh). Dalam kajian ilmu nahwu, i’rob jarr atau
khafadh memiliki ciri-ciri terdapat harokat kasroh, terdapat huruf ya’, dan
didahului oleh huruf-huruf jarr itu sendiri berupa : min, ila, ‘an, ‘ala, fi,
rubba, ba’, kaf, dan lam. Dilanjutkan dengan menjelaskan fungsi isim yang jarr
yaitu sebagai idhafah (gabungan dua kata menjadi satu kesatuan arti/makna).
kesalahan dalam buku “langkah Mudah
Belajar Bahasa Arab” karya Imam Al-nawawi ini, diantaranya tentang masalah
percetakan. Banyak halaman yang ganda serta terdapat pula halaman yang hilang
atau tidak ada didalam buku ini. seakan menyulitkan pembaca untuk mengerti
secara total tentang sub bab yang telah dipaparkan. Sehingga pembaca harus
mencari dalam buku lain tentang halaman yang hilang tersebut. Serta biodata
pengarang/penulis tidak tercantumkan dalam akhir halaman buku.
Buku “Langkah Mudah Belajar Bahasa arab”
karya Imam Al-Nawawi lebih mudah untuk dipahami, karena dalam penjelasannya
disertai dengan contoh dan tabel yang mudah, serta di tambahi dengan
catatan-catatan yang penting. Bahasa yang dipakai dalam karya ini mudah dicerna
oleh semua kalangan. Dari kalangan bawah atau pemula maupun tingkat dosen atau
pengajar. Buku ini mampu mengubah seseorang yang tidak paham menjadi paham. Sehingga buku ini sangat pantas jika dipakai
untuk para pemula dalam belajar bahasa Arab dan para pengajar untuk memberikan
pengetahuan kepada didikannya bagaimana langkah belajar bahasa Arab dengan
mudah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar