Sudah Saatnya Menganggap Bahasa Arab itu Mudah
Oleh : Mey Afiddatul Asmara Arini Nabela
1722143057
FTIK / Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
Judul
Buku
Mudah Belajar Bahasa Arab
Penulis
Nurul Huda
Penerbit
AMZAH, Jakarta
Cetakan
Pertama, Oktober 2011
Tebal
xvi + 248 halaman
ISBN
978-602-8689-36-6
Ada banyak hal yang
menjadi kendala dalam pembelajaran bahasa Arab. Salah satu penyebabnya adalah
karena bahasa Arab bukan salah satu bahasa yang dijadikan mata pelajaran yang
di UAN-kan, sehingga bahasa Arab menjadi sesuatu yang kurang menarik dan
membosankan untuk dipelajari. Padahal sebenarnya bahasa ini adalah bahasa ibu
ajaran Islam (Lughah al-ummi) dan menjadi bahasa pergaulan
internasional. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Islam, minat
untuk mempelajari bahasa Arab masih kurang. Banyak yang mengeluhkan mempelajari
bahasa Arab sangatlah rumit, membingungkan dan membosankan tak ubah layaknya
setan yang mengerikan bagi yang berminat ingin mendekatinya.
Buku “ Mudah Belajar
Bahasa Arab” ini, menjadi jawaban yang tepat disaat masyarakat Indonesia
menganggap bahwa bahasa Arab itu rumit, kurang menarik dan membosankan. Buku
ini menawarkan metode pembelajaran baru dan mudah dalam mempelajari bahasa
Arab. Disini penulis mencoba menyesuaikan sistematika pembahasannya sesuai
pembelajaran bahasa Indonesia. Selain itu, hal yang penting adalah Nurul Huda
melalui bukunya, mengajak kita untuk menghilangkan pemikiran yang telah
mengakar dalam pemikiran masyarakat Indonesia bahwa bahasa Arab adalah momok
yang menakutkan, tak ubah layaknya setan yang mengerikan.
Buku ini berisi delapan
bab. Pada bab awal buku “Mudah Belajar Bahasa Arab”, Nurul Huda memaparkan hal-hal
yang mendasar dan sederhana dari pembelajaran bahasa Arab seperti huruf arab
yang biasa disebut “huruf hijaiyyah” yang terdiri atas dua puluh
sembilan macam;Vokal dalam bahasa Arab disebut dengan “harokat” yang
terdiri dari vokal pendek dan vokal panjang; Diftong yaitu bunyi lengkungan ‘au’
atau ‘ai’; Tanda ortografi yang terdiri dari sukun, tasydid, madd dan
tanwin; Tanda definit yaitu kata kebendaan yang biasanya diawaali dengan “al“;
Gender yang ditandai dengan ta’ marbuthah pada akhir kata kebendaan yang
biasanya berfungsi sebagai tanda mu’annats (feminin).
Kemudian pada bab kedua
buku “Mudah Belajar Bahasa Arab”, penulis menjelaskan tentang “Kata dan
Penggunaannya”. Istilah “kalimah – bahasa Arab” dalam bahasa Indonesia
disebut dengan kata didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa huruf hijaiyyah
yang mempunyai arti, atau satuan terkecil dari ujaran yang memiliki arti.
Dalam segi konsep makna kata dibedakan atas beberapa jenis, yaitu al-maushuf (nomina/kata benda), ash-shifat
adjektif/kata sifat, al-mausul (kata
ganti penghubung), adh-dhamir
(pronomina/ kata ganti), fi’il
(verba/kata kerja), an-nida’ (kata
pemanggil), al-isyarah (demonstratif/ kata tunjuk), al- ‘adad(numeralia/
kata bilangan), al- jarrah (preposisi/ kata depan), al-mushil (konjungsi/kata penghubung), al-istifham (interogatif/kata tanya), at-tabyin (kata keterangan).
Pada bab ketiga buku
“Mudah Belajar Bahasa Arab” membahas tentang “Pembentukan Kata dan
Klasifikasinya”. Pembahasan tentang pembentukan kata dalam ilmu Arab menjadi fann
(seni) ilmu tersendiri yang lazimnya disebut dengan ilmu tashrif atau
sharf ( morfologi, konjugasi). Ilmu ini membahas tentang pembentukan
kata dari bentuk asalnya ke bentuk lain yang berbeda-beda (kata baru turunan
atau bentukan) untuk menghasilkan makna baru yang dikehendaki, yang mana tanpa
tashrif hal itu tidak akan pernah tercapai. Pementukan kata ini, di antara kata
turunan dan kata asalnya masih ada keterkaitan akar kata dan maknanya. Kata
baru turunan dan bentukan ini lazimnya disebut dengan musytaq.
Selanjutnya pada bab
keempat buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” membicarakan tentang “I’rab”. I’rab
atau tasykil dapat didefinisikan sebagai perubahan tanda atau
lambang bunyi (vokal, harakat) pada akhir kata yang disebabkan oleh posisi
dalam sebuah gabungan kata (frasa) atau posisi dalam struktur bangunan kalimat
(klausa). Dalam artian dalam bahasa Arab harakat huruf akhir dapat
berubah-ubah. Perubahan tersebut ada tiga macam yaitu fathah, kasrah,
dan dhammah. Ketika suatu kata sudah masuk dalam percaturan kalimat,
maka harakat akhir tersebut harus sesuai kaidah-kaidah yang berlaku dan sesuai
kedudukannya. Secara kaidah kedudukan fungsi ada empat yaitu rafa’, nashb,
jarr dan jazm.
Pada bab kelima buku
“Mudah Belajar Bahasa Arab” membahas tentang “Frasa dan Pembentukannya”. Frasa
didefinisikan sebagai gabungan dari dua kata atau lebih yang bersifat ghairu
isnad (nonprediktif). Artinya, salah satu diantara dua kata atau lebih
tersebut tidak ada yang mendududki fungsinya sebagai musnad (predikat). Dalam
tata bahasa Arab, gabungan dari dua kata atau lebih yang bersifat ghairu
isnadi di antaranya : frasa idhafi, frasa jarri, frasa na’ti,
frasa badali, frasa taukidi, frasa musyari, frasa munadi,
frasa tamyizi, frasa mazji, frasa fi’li dan frasa maushuli.
Kemudian pada bab
keenam dalam buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” membicarakan tentang “Klausa dan
Pembentukannya”. Istilah “al-kalam-bahasa Arab” dalam bahasa Indonesia
yaitu kalimat yang didefinisikan sebagai rangkaian kata-kata terstruktur yang
memberikan kepahaman atau menyampaikan maksud secara sempurna. Struktur
rangkaian kata-kata dalam bahasa Indonesia dinamakan “klausa”, sedangkan
dalam bahasa Arab dinamakan “jumlah”. Klausa (al-jumlah) memiliki
dua macam pola, yaitu jumlah ismiyah (klausa nomina) dan jumlah
fi’liyah (klausa verba).
Pada bab ketujuh dalam
buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” , penulis membicarakan tentang “Kata
Penghubung”. Kata peghubung (maushul) yang dimaksud disini adalah kata
yang fungsinya menghubungkan antara kata dengan kata, frasa dengan frasa,
klausa dengan klausa, dan atau bahkan kalimat dengan kalimat. Kata penghubung
menurut pengklasifikasiannya terdiri atas beberapa macam di antaranya :
penghubung mashdariyah, penghubung athfiyah, penghubung syarthiyah,
penghubung istina’iy.
Selanjutnya pada bab
kedelapan dalam buku “Mudah Belajar Bahasa Arab”, Nurul Huda memaparkan tentamg
“Kalimat dan Klasifikasinya”. Istilah “Kalam-bahasa Arab” dalam bahasa
Indonesia diistilahkan dengan kalimat dan didefinisikan sebagai sebuah
rangkaian kata-kata terstruktur yang memberikan kepahaman atau menyampaikan
maksud secara sempurna (nilai komunikatif). Kalimat ditinjau dari bentuknya ada
dua macam, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
Buku “Mudah Belajar
Bahasa Arab” ini ditulis oleh penulis yang bisa dikatakan sudah ahli dalam
bidang bahasa Arab karena Nurul Huda pernah nyantri di Ponpes YPAI
El-Bayan Bendasari, Majenang, Cilacap higga menyelesaikan tingkat ‘Ulya tahun
2007. Buku ini menawarkan metode pembelajaran baru dan mudah dalam mempelajari
bahasa Arab. Salah satu kelebihan buku ini yaitu penulis mencoba menyesuaikan
sistematikan pembahasannya sesuai pembelajaran bahasa Indonesia. Dimulai dari
pengenalan kata (morfologi), menggabungkan kata (frasa), kemudian penyusunannya
menjadi kalimat (klausa) serta macam-macamnya. Selain itu, pembahasannya dari
yang dasar sampai dengan yang kompleks disertai contoh-contoh sehingga
memudahkan pembaca dalam memahami dan mempelajarinya khususnya bagi pembaca yang
masih awam dengan bahasa Arab.
Seperti peribahasa “Tak
ada gading yang tak retak”, buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” ini juga
mempunyai kekurangan antara lain dari segi penulisan ada beberapa kesalahan
khususnya dalam penulisan huruf arab seperti kesalahan harakat, kurangnya
titik, dan sebagainya. Selain itu, ada beberapa pembahasan yang kurang
mendetail sehingga pembaca sulit
memahami dan mencerna apa yang dimaksudkan buku ini. Disamping itu, pencantuman
catatan kaki (foot note) dalam buku ini tergolong masih kurang, hanya
beberapa halaman saja tidak menyeluruh.
Selain itu, terdapat pembahasan yang diulang-ulang sehingga menimbulkan
pemborosan kata dan mengurangi kefektifan suatu kalimat.
Buku ini mudah
dipelajari oleh siapa saja, baik pelajar, mahasiswa, praktisi bahasa Arab,
ataupun dipelajari sendiri (otodidak) karena dalam buku ini penulis mencoba
menyesuaikan sistematika pembahasannnya sesuai pembelajaran bahasa Indonesia.
Seperti kita ketahui bahwa mainstream yang telah terbangun dan tertanam
awal di otak pelajar Indonesia adalah bahasa Indonesia. Oleh karena itu,
penulis mencoba menghadirkan buku
panduan belajar bahasa Arab yang sesuai dengan selera pengetahuan bahasa yang
telah tertanam dalam otak pelajar Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar