Rabu, 19 November 2014

tugas resensi buku : Mey Afiddatul Asmara Arini Nabela



Sudah Saatnya Menganggap Bahasa Arab itu Mudah
Oleh : Mey Afiddatul Asmara Arini Nabela
1722143057
FTIK / Pendidikan Bahasa Arab (PBA)


Judul Buku
Mudah Belajar Bahasa Arab
Penulis
Nurul Huda
Penerbit
AMZAH, Jakarta
Cetakan
Pertama, Oktober 2011
Tebal
xvi + 248 halaman
ISBN
978-602-8689-36-6







       Ada banyak hal yang menjadi kendala dalam pembelajaran bahasa Arab. Salah satu penyebabnya adalah karena bahasa Arab bukan salah satu bahasa yang dijadikan mata pelajaran yang di UAN-kan, sehingga bahasa Arab menjadi sesuatu yang kurang menarik dan membosankan untuk dipelajari. Padahal sebenarnya bahasa ini adalah bahasa ibu ajaran Islam (Lughah al-ummi) dan menjadi bahasa pergaulan internasional. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Islam, minat untuk mempelajari bahasa Arab masih kurang. Banyak yang mengeluhkan mempelajari bahasa Arab sangatlah rumit, membingungkan dan membosankan tak ubah layaknya setan yang mengerikan bagi yang berminat ingin mendekatinya.
       Buku “ Mudah Belajar Bahasa Arab” ini, menjadi jawaban yang tepat disaat masyarakat Indonesia menganggap bahwa bahasa Arab itu rumit, kurang menarik dan membosankan. Buku ini menawarkan metode pembelajaran baru dan mudah dalam mempelajari bahasa Arab. Disini penulis mencoba menyesuaikan sistematika pembahasannya sesuai pembelajaran bahasa Indonesia. Selain itu, hal yang penting adalah Nurul Huda melalui bukunya, mengajak kita untuk menghilangkan pemikiran yang telah mengakar dalam pemikiran masyarakat Indonesia bahwa bahasa Arab adalah momok yang menakutkan, tak ubah layaknya setan yang mengerikan.
       Buku ini berisi delapan bab. Pada bab awal buku “Mudah Belajar Bahasa Arab”, Nurul Huda memaparkan hal-hal yang mendasar dan sederhana dari pembelajaran bahasa Arab seperti huruf arab yang biasa disebut “huruf hijaiyyah” yang terdiri atas dua puluh sembilan macam;Vokal dalam bahasa Arab disebut dengan “harokat” yang terdiri dari vokal pendek dan vokal panjang; Diftong yaitu bunyi lengkungan ‘au’ atau ‘ai’; Tanda ortografi yang terdiri dari sukun, tasydid, madd dan tanwin; Tanda definit yaitu kata kebendaan yang biasanya diawaali dengan “al“; Gender yang ditandai dengan ta’ marbuthah pada akhir kata kebendaan yang biasanya berfungsi sebagai tanda mu’annats (feminin).
       Kemudian pada bab kedua buku “Mudah Belajar Bahasa Arab”, penulis menjelaskan tentang “Kata dan Penggunaannya”. Istilah “kalimah – bahasa Arab” dalam bahasa Indonesia disebut dengan kata didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa huruf hijaiyyah yang mempunyai arti, atau satuan terkecil dari ujaran yang memiliki arti. Dalam segi konsep makna kata dibedakan atas beberapa jenis, yaitu al-maushuf (nomina/kata benda), ash-shifat adjektif/kata sifat, al-mausul (kata ganti penghubung), adh-dhamir (pronomina/ kata ganti), fi’il (verba/kata kerja), an-nida’ (kata pemanggil), al-isyarah (demonstratif/ kata tunjuk), al- ‘adad(numeralia/ kata bilangan), al- jarrah (preposisi/ kata depan), al-mushil (konjungsi/kata penghubung), al-istifham (interogatif/kata tanya), at-tabyin (kata keterangan).
       Pada bab ketiga buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” membahas tentang “Pembentukan Kata dan Klasifikasinya”. Pembahasan tentang pembentukan kata dalam ilmu Arab menjadi fann (seni) ilmu tersendiri yang lazimnya disebut dengan ilmu tashrif atau sharf ( morfologi, konjugasi). Ilmu ini membahas tentang pembentukan kata dari bentuk asalnya ke bentuk lain yang berbeda-beda (kata baru turunan atau bentukan) untuk menghasilkan makna baru yang dikehendaki, yang mana tanpa tashrif hal itu tidak akan pernah tercapai. Pementukan kata ini, di antara kata turunan dan kata asalnya masih ada keterkaitan akar kata dan maknanya. Kata baru turunan dan bentukan ini lazimnya disebut dengan musytaq.
       Selanjutnya pada bab keempat buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” membicarakan tentang “I’rab”. I’rab atau tasykil dapat didefinisikan sebagai perubahan tanda atau lambang bunyi (vokal, harakat) pada akhir kata yang disebabkan oleh posisi dalam sebuah gabungan kata (frasa) atau posisi dalam struktur bangunan kalimat (klausa). Dalam artian dalam bahasa Arab harakat huruf akhir dapat berubah-ubah. Perubahan tersebut ada tiga macam yaitu fathah, kasrah, dan dhammah. Ketika suatu kata sudah masuk dalam percaturan kalimat, maka harakat akhir tersebut harus sesuai kaidah-kaidah yang berlaku dan sesuai kedudukannya. Secara kaidah kedudukan fungsi ada empat yaitu rafa’, nashb, jarr dan jazm.
       Pada bab kelima buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” membahas tentang “Frasa dan Pembentukannya”. Frasa didefinisikan sebagai gabungan dari dua kata atau lebih yang bersifat ghairu isnad (nonprediktif). Artinya, salah satu diantara dua kata atau lebih tersebut tidak ada yang mendududki fungsinya sebagai musnad (predikat). Dalam tata bahasa Arab, gabungan dari dua kata atau lebih yang bersifat ghairu isnadi di antaranya : frasa idhafi, frasa jarri, frasa na’ti, frasa badali, frasa taukidi, frasa musyari, frasa munadi, frasa tamyizi, frasa mazji, frasa fi’li dan frasa maushuli.
       Kemudian pada bab keenam dalam buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” membicarakan tentang “Klausa dan Pembentukannya”. Istilah “al-kalam-bahasa Arab” dalam bahasa Indonesia yaitu kalimat yang didefinisikan sebagai rangkaian kata-kata terstruktur yang memberikan kepahaman atau menyampaikan maksud secara sempurna. Struktur rangkaian kata-kata dalam bahasa Indonesia dinamakan “klausa”, sedangkan dalam bahasa Arab dinamakan “jumlah”. Klausa (al-jumlah) memiliki dua macam pola, yaitu jumlah ismiyah (klausa nomina) dan jumlah fi’liyah (klausa verba).
       Pada bab ketujuh dalam buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” , penulis membicarakan tentang “Kata Penghubung”. Kata peghubung (maushul) yang dimaksud disini adalah kata yang fungsinya menghubungkan antara kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, dan atau bahkan kalimat dengan kalimat. Kata penghubung menurut pengklasifikasiannya terdiri atas beberapa macam di antaranya : penghubung mashdariyah, penghubung athfiyah, penghubung syarthiyah, penghubung istina’iy.
       Selanjutnya pada bab kedelapan dalam buku “Mudah Belajar Bahasa Arab”, Nurul Huda memaparkan tentamg “Kalimat dan Klasifikasinya”. Istilah “Kalam-bahasa Arab” dalam bahasa Indonesia diistilahkan dengan kalimat dan didefinisikan sebagai sebuah rangkaian kata-kata terstruktur yang memberikan kepahaman atau menyampaikan maksud secara sempurna (nilai komunikatif). Kalimat ditinjau dari bentuknya ada dua macam, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
       Buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” ini ditulis oleh penulis yang bisa dikatakan sudah ahli dalam bidang bahasa Arab karena Nurul Huda pernah nyantri di Ponpes YPAI El-Bayan Bendasari, Majenang, Cilacap higga menyelesaikan tingkat ‘Ulya tahun 2007. Buku ini menawarkan metode pembelajaran baru dan mudah dalam mempelajari bahasa Arab. Salah satu kelebihan buku ini yaitu penulis mencoba menyesuaikan sistematikan pembahasannya sesuai pembelajaran bahasa Indonesia. Dimulai dari pengenalan kata (morfologi), menggabungkan kata (frasa), kemudian penyusunannya menjadi kalimat (klausa) serta macam-macamnya. Selain itu, pembahasannya dari yang dasar sampai dengan yang kompleks disertai contoh-contoh sehingga memudahkan pembaca dalam memahami dan mempelajarinya khususnya bagi pembaca yang masih awam dengan bahasa Arab.
       Seperti peribahasa “Tak ada gading yang tak retak”, buku “Mudah Belajar Bahasa Arab” ini juga mempunyai kekurangan antara lain dari segi penulisan ada beberapa kesalahan khususnya dalam penulisan huruf arab seperti kesalahan harakat, kurangnya titik, dan sebagainya. Selain itu, ada beberapa pembahasan yang kurang mendetail sehingga pembaca  sulit memahami dan mencerna apa yang dimaksudkan buku ini. Disamping itu, pencantuman catatan kaki (foot note) dalam buku ini tergolong masih kurang, hanya beberapa  halaman saja tidak menyeluruh. Selain itu, terdapat pembahasan yang diulang-ulang sehingga menimbulkan pemborosan kata dan mengurangi kefektifan suatu kalimat.
       Buku ini mudah dipelajari oleh siapa saja, baik pelajar, mahasiswa, praktisi bahasa Arab, ataupun dipelajari sendiri (otodidak) karena dalam buku ini penulis mencoba menyesuaikan sistematika pembahasannnya sesuai pembelajaran bahasa Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa mainstream yang telah terbangun dan tertanam awal di otak pelajar Indonesia adalah bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penulis  mencoba menghadirkan buku panduan belajar bahasa Arab yang sesuai dengan selera pengetahuan bahasa yang telah tertanam dalam otak pelajar Indonesia.

Tidak ada komentar: