Konsep Penerjemahan Bahasa Arab-Indonesia
Oleh: Ayu Utaminingsih
1722143017
Tarbiyah/PBA

Judul
Buku
Pedoman
penerjemahan Arab Indonesia
Penulis
M.
Zaka Al Farisi, M.Hum
Penerbit
PT
Remaja Rosdakarya, Bandung
Cetakan
Pertama,
September 2011
Tebal
viii
+ 256 halaman
ISBN
Kegiatan penerjemahan sesungguhnya bukan hal yang baru
dalam peradaban manusia. Boleh jadi penerjemahan sudah ada sejak peradaban
manusia itu sendiri ada. Di era globalisasi ini, komunikasi lintas bahasa dalam
bentuk penerjemahan masih eksis, bahkan cenderung masih penting. No global
communication without translation “tak ada komunikasi global tanpa
penerjemahan”, demikian ujar Newmark. Umumnya, kegiatan penerjemahan
dimaksudkan untuk membantu orang-orang yang tidak bisa memahami pesan secara
langsung dari bahasa sumbernya. Pada dasarnya penerjemahan bertujuan untuk
menghasilkan suatu karya terjemahan yang dapat menghadirkan makna yang paling
dekat dengan makna dalam bahasa sumber. Proses penerjemahan bisa dipastikan sangat
kompleks. Posisi penerjemah berada ditengah. Ia adalah mediator yang
menjembatani penulis teks sumber dan pembaca teks target. Dalam perspektif
komunokasi global, tak bisa disangkal, kegiatan penerjemahan sangatlah penting.
Jadi, tujuan praktis penerjemahan adalah untuk membantu pembaca teks target
dalam memahami amanat (ide, gagasan, pemikiran, perasaan) yang dimaksudkan oleh
si penulis teks sumber.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999) disebutkan
bahwa menerjemahkan berarti menyalin atau memindahkan dari suatu bahasa ke
bahasa lain. Ketika membaca sebuah teks, sesungguhnya kita sedang melakukan
penerjemahan. Dari pernyataan ini terungkap bahwa membaca juga sebenarnya
merupakan kegiatan menerjemahkan. Penerjemahan sejatinya tidak hanya dipahami
sebagai pengalihan bentuk dan makna, tetapi juga pengalihan budaya. Sebagaimana
telah dikemukakan, penerjemahan bertujuan untuk mengalihkan pesan yang
termaktub dalam bahasa sumber kedalam bahasa target. Pengalihan pesan ini
dilakukan dengan mengidentifikasi dan mencari padanan fungsi dan kategori
sintaksis yang sesuai dalam bahasa target. Kegiatan penerjemahan setidaknya
melibatkan tiga aspek sekaligus: sumber teks, penerjemah, teks terjemahan.
Strategi penerjemahan diterapkan ketika proses
penerjemahan berlangsung, baik pada tahap analisis teks sumber maupun pada
tahap pengalihan pesan kedalam bahasa target. Setelah menganalisis dan mengikat
makna yang terdapat dalam teks sumber, penerjemah kemudian mengalihkannya
kedalam bahasa target.
Metode penerjemahan merupakan pemilihan yang bersifat
umum. Pemilihan metode ini turut menentukan corak dan warna teks terjemahan
secara keseluruhan. Metode penerjemahan merujuk pada cara tertentu yang
digunakan dalam proses penerjemahan sesuai dengan tujuan penerjemah. Secara umum
metode penerjemahan merupakan cara, teknik, atau prosedur yang dipilih
penerjemah ketika melakukan kegiatan penerjemahan atau menangani
masalah-masalah yang dia hadapi selama proses penerjemahan.
Penerjemahan pada dasarnya merupakan proses penyampaian
makna yang tertuang dalam bahasa sumber kedalam bahasa target. Bahasa sejatinya
dipandang sebagai bagian dari suatu budaya yang erat kaitannya dengan modus
berfikir suatu masyarakat. Dunia kita sebagian ditentukan oleh bahasa kita.
Bahasa menjadi prasyarat budaya. Bahasa berkembang sesuai dengan
tantangan-tantangan budaya yang ada. Karena itu, bahasa mencerminkan perhatian
kultural masyarakat pemakainya.
Buku Pedoman Penerjemahan Arab Indonesia ini memuat
berbagai macam pedoman dalam melakukan proses penerjemahan, baik dari konsep
penerjemahan, strategi penerjemahan, urgensi makna dalam penerjemahan,
pelik-pelik penerjemahan Arab Indonesia, menakar kualitas terjemahan, bahkan
beberapa kekhasan bahasa Arab telah dibahas secara rinci dan terang. Kelemahan
buku ini , pada bagian konsep penerjemahan kurang memaparkan bagaimana
konsep-konsep penerjemahan bahasa Arab-Indonesia secara lebih terperinci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar